ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 49 " Menyakiti dengan terpaksa " )


__ADS_3

Berada didalam ruangan yang terlihat sangatlah sepi tanpa ada seseorang sekalipun dan hanya sendiri dalam ruangan yang cukup kotor ini. Dan bisa dibilang ruangan ini adalah gudang tak terpakai.


"Gudang, kenapa aku bisa ada disini, siapa sebenarnya seseorang yang membawa-ku kesini. Dan seseorang pengirim bunga tadi? Apa seseorang itu yang telah menculik-ku? Tapi ....


Setiap detik banyak sekali pertanyaan tentang nasib buruk yang tengah ia pikirkan. Namun hal yang paling ia takuti dari semua itu adalah kematian, ia takut jika orang jahat yang sedang menyekapnya akan bertindak nekat untuk mencelakai dirinya.


Belum juga rasa was-was nya hilang ia sudah dibuat terkejut sekaligus ketakutan setelah pintu yang tiba-tiba terbuka dengan berbarengan langkah kaki seseorang yang mulai menunjukkan sepatu berwarna hitam yang perlahan-lahan mulai menghampirinya


Pandangan sekaligus matanya seketika terdiam bahkan tidak berkedip setelah ia tahu siapa seseorang yang mulai menghampirinya.


"Kenapa kamu sangat terkejut melihat-ku disini?" tanya pria itu dengan wajah geramnya, sadar akan siapa yang datang Bintang terlihat tersenyum dengan kelegaan.


"Syukurlah kamu yang datang aku sudah menduga kamu tidak akan mungkin berniat jahat sama aku. Dan aku juga tahu niat kamu datang kesini pasti untuk menyelamatkanku jadi sekali lagi terima kasih, terima kasih," ucap Bintang yang terlihat sangatlah senang. Melihat Bintang yang terlihat bahagia ia lantas berkata.


"Bintang... Bintang apa sepolos ini kamu jadi orang. Apa kamu sangat percaya kalau aku ini benar-benar orang baik?" tanyanya yang membuat Bintang menyempitkan matanya.


"Maksud kamu apa? Kan pada dasarnya kamu kan orangnya beneran baik, bukan kamu kan orang yang menculik ku saat ini?"


"Aku kasih tahu kamu ya, kamu itu sangatlah bodoh karena dengan percayanya kamu percaya kalau aku adalah orang baik," ucapnya dengan tersenyum sinis pada Bintang.


"Tidak! Itu pasti tidak benar! Kamu pasti tidak mungkin melakukan semua itu kenapa kamu melakukan semua ini padaku dan apa maksud kamu bertindak sampai melewati batas seperti ini apa penyebabnya?"


Melangkah menghampiri Bintang yang sedang duduk di atas kursi dengan kondisi kedua tangan dan kakinya yang terikat. Seseorang itu menunjukkan raut wajah cerah dan terlihat senang. Akan tetapi dibalik wajah senangnya ada sesuatu yang aneh terjadi didalam diri pria itu.


"Kamu ingin tau apa alasan kenapa aku melakukan semua ini? Kamu pastinya sudah tau apa alasannya tapi kenapa kamu masih berpura-pura tidak tau, Baiklah jika kamu sangat ingin tau aku akan memberitahumu pastinya aku melakukan semua ini karena warisan yang seharusnya sudah jadi milikku, kamu pastinya sadar kan jika kekayaan yang kamu dapatkan selama ini darimana kamu mendapatkannya?"


"Aku tau kamu pasti sedang bergurau kan? Aku tau kamu tidak pernah ada niatan sama sekali terhadap warisan itu? Aku tau kamu hanyalah berpura-pura jahat karena kamu ingin melakukan sebuah misi kan?"


"Misi? Misi apa lagi yang kamu katakan, apa setelah kamu berhasil melenyapkannya kamu beranggapan jika Bagas hanyalah berpura-pura melakukan semua ini? Apa kamu masih tidak sadar siapa seseorang yang membawamu ke dalam gudang yang cukup kumuh ini?"timpal Revi dengan merangkul pundak Bagas.


"Tidak! Aku benar-benar tidak percaya kalau kamu benar-benar aslinya jahat aku sama sekali tidak percaya?"


"Terus jika kamu tidak percaya dengan cara apa aku bisa menunjukkan kalau aku memang aslinya memanglah jahat? Bahkan sejujurnya masuk kedalam Perusahaan ini semua juga sudah jadi taktikku jadi apa mungkin aku harus berpura-pura bodoh pada seseorang akibat dari kakakku yang telah meningal?


Kamulah orang yang sudah membuatnya meningal karena dengan mendapatkan kornea mata darinya itulah yang kamu rencanakan aslinya kan?"ucap Bagas lagi, Bintang yang mendengarnya ia hanya mampu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Sayang kayaknya jika kita memperlambat rencana ini kita tambah semakin kekurangan banyak waktu, jadi alangkah baiknya kamu segera paksa dia untuk menanda tangani surat ini ayo paksa dia!"pinta Revi yang kemudian mendapatkan anggukan dari Bagas.


"Surat apa itu? Apa lagi yang ingin kamu lakukan Bagas, apa!"


"Kamu sudahlah jangan banyak berkata dan kebanyakan omong kosong, apa yang ada dihadapan kamu pastinya kamu sudah melihatnya kan? Ini adalah surat keputusan warisan ahli waris pemilik dari perusahan *****" , jadi aku ingin kamu menanda tanganinya jika kamu ingin selamat tanpa terluka sedikit pun ayo tanda tangan!"


"Gak! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau menanda tangani surat ini, Tristan sendiri yang mewariskan Perusahaan ini agar jatuh ke tangan orang yang tepat dan anda?


Apa setelah anda tau jika anda saudara kandungnya yang hilang apa dengan mudahnya ingin memilikinya dan akibat hasutan dari wanita licik ini, tidak!


Itu semua tidak akan pernah terjadi, jika aku harus mati aku lebih baik mati daripada aku harus mengorbankan Perusahaan yang sudah susah-susah dibangun oleh suamiku aku tidak akan pernah menanda tanganinya."


"Baiklah jika kau tidak mau menanda tanganinya maka kamu akan melihat orang-orang yang sangat kamu sayang akan terluka tetap dihadapan kamu apa kamu bersedia melihatnya terluka saat ini juga?"


"Apa maksud kamu? Apa selain menculik-ku ada seorang lain yang kau gunakan untuk menguasai semua warisan itu?"


"Tepat sekali, kamu memanglah sangat pandai untuk bisa menebak coba lihat siapa yang ada disana,"timpal Revi dengan jarinya yang menunjuk pada salah satu ruangan bertembok kaca tebal.


Pandangan mata yang sedari tadi fokus melihat ke depan, betapa terkejutnya Bintang setelah ia melihat seorang pria dan juga Wanita yang sama-sama terikat diatas kursi kayu dengan lilitan tangan mau pun kaki yang terikat dengan kencangnya.


Sedangkan Bintang yang masih dalam keadaan terikat diatas kursi dengan kencang. Inggin sekali ia memukul dan menendang ya balik akan tetapi tenaganya tidaklah sanggup untuk melakukan semua itu.


"Andara ... Andra ...? Bagas! Apa yang sebenarnya kamu lakukan kenapa mereka ada disini pasti bukan kamu kan orang yang merencanakan semua ini?" Mendengar akan teriakan yang diucapkan Bintang, tanggapan dari Bagas hanyalah menertawakannya secara lepas.


"Kenapa kamu malah tertawa? Apa disini ada yang lucu?"


"Bagiku kalian semua hanyalah parasit yang tidak berguna, cepat! Apa kamu ingin aku melukai mereka dengan begitu kamu mau menanda tangani surat-surat ini? Atau kamu perlu melihat dengan cara apa aku melukai mereka lihatlah disana!"


"Semut rangrang apa yang ingin kamu lakukan dengan semut-semut itu?"


"Sudahlah aku cukup muak. Aku bisa saja membunuh kalian semua kali ini juga tapi aku berfikir membunuhmu itu adalah cara yang salah lantaran anda tidak akan merasakan rasa sakit yang dulunya pernah dialami oleh saudaraku, tapi itu semua tidaklah berarti bagiku karena sekarang yang aku inginkan hanyalah harta warisan itu, jadi sebagai pemanasan agar anda mau menuruti apa permintaan ku maka anda akan melihat orang-orang yang anda sayang akan berada didalam ribuan sarang semut rangrang itu cepat masukkan mereka berdua kedalam ruang kecil berisi semut rangrang itu?"


"Baik Tuan.


"Apa anda sudah gila apa anda sudah gila lepaskan aku! Lepaskan aku!"

__ADS_1


"Jangan harap saya akan melepaskan anda, selama saya belum mendapatkan apa yang saya inginkan jangan harap saya akan melepaskan anda, anda paham!"


Mengurung dalam satu tempat bersama ribuan semut rangrang yang berada dalam satu wadah kotak bening yang siap memangsanya. Tatapan Andara mau pun Andra nampak ketakutan.


"Kenapa? Apa anda sangat ketakutan sekarang? Kamu lihat kan sekarang mereka terlihat sangatlah ketakutan apa kamu masih ingin berdiam diri tanpa berbuat sesuatu? Apa kamu lebih memilih mempertahankan harta kamu ketimbang orang-orang yang sangat kamu sayangi ini?"


"Baiklah aku akan menanda tangani semua ini, aku akan menanda tangani surat ini tapi aku mohon jangan sakiti mereka aku mohon!"


"Baiklah jika itu memang sudah jadi keputusan kamu sayang kamu lepaskan ikatan yang ada dikedua tangannya, ijinkan dia untuk menanda tangani semua ini agar apa yang kita inginkan benar-benar kita dapatkan cepat tanda tangani surat ini?"


"Bagas apa kamu sungguh-sungguh melakukan semua ini? Apa kamu sungguh-sungguh berkhianat pada kami setelah kebaikan apa yang sudah kami lakukan padamu?"


"Bintang apa yang sudah terjadi tidak seharusnya harus disesali, apa yang kamu lihat saat ini bukanlah Bagas kemaren yang kamu lihat, ini adalah Bagas yang baru, Bagas yang baru untuk menghancurkan kamu paham! Sudah cepat tanda tangani surat itu?"


Hatinya terasa hancur, susah payah mereka berusaha membangun, mengembangkan nama perusahaan ini hinga menjadi berkembang seperti ini, tapi ketika semua sudah siap diraih kini hanyalah tingal jejak yang hanya bisa ia sentuh tanpa memilikinya.


"Ayo cepat tanda tangani!"


"Ba .. baiklah!"


Tangannya seketika gemetar ketika ia harus mencantumkan tanda tangannya pada beberapa berkas yang sudah siap pada pandangan matanya, Bintang yang dengan keadaan pasrah dirinya akhirnya berhasil mencantumkan tanda tangan itu, raut wajah Bagas mau pun Revi terlihat sangatlah merekah dengan sempurna ketika melihat apa yang mereka impikan sudahlah terjadi dan berhasil ia dapatkan.


"Sekarang aku sudah menandatangani surat ini sekarang apa mau kamu? Sekarang cepat keluarkan mereka dan bebaskan aku dari ikatan ini!"


"Baiklah kamu tenang saja, aku hanya menginginkan anda untuk menanda tangani surat ini, sekarang anda sudah berhasil melaksanakan jadi terima kasih! Terima kasih atas warisan yang anda berikan ke saya terima kasih!"


"Aku menyesal selama ini telah bertemu dan percaya pada seseorang seperti anda? Jika aku disuruh memilih lebih baik aku tidak pernah bertemu pada orang biadab seperti anda, selamat! Selamat atas kerja keras anda yang berhasil menguasai semuanya selamat!"


"Sayang?"


"Iya sayang, tugas kita untuk mengambil alih perusahaan sudahlah berhasil kita dapatkan jadi mari kita pergi!"


"Baik sayang,"


"Maafkan aku Bintang! Maafkan aku! Aku akui apa yang aku lakukan saat ini sangat membuat kamu kecewa maafkan aku! Tapi aku janji setelah ini aku akan menebus semuanya aku janji!"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2