ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 56 " Persahabatan yang kembali utuh " )


__ADS_3

"Sekarang kita ingin kemana? Kamu mau bawa aku kemana setelah ini?"tanya Bintang.


"Nanti kamu juga akan tau,"balas Bagas tanpa meliriknya.


Tak berselang lama akhirnya mereka pun sampai juga disalah satu tempat yaitu disalah satu pantai yang indah. Dan suasana seperti inilah yang membuat suasana pun menjadi sangatlah indah,tenang dan tak mampu untuk dilupakan begitu saja.


"Kenapa kamu membawaku kesini?"tanya Bintang dengan pandangannya yang melirik kearah Bagas.


"Apa kamu tahu kalau sebenarnya tempat ini adalah tempat favoritku, laut! Iya disinilah tempat yang paling aku suka. Bahkan jika disuruh memilih aku lebih suka memandang pantai ketimbang taman indah yang terselimuti adanya banyak bunga pada bermekaran. Dan jika aku ada masalah aku pasti akan mendatangi pantai ini. Karena dengan aku datang kesini aku akan melihat pemandangan alam yang sangat luar biasa yang sangat sulit untuk dilupakan.


Ketika mataku melihat semua ini hatiku juga ikut merasa tenang, damai yang pastinya aku bisa melupakan masalah yang aku hadapi pada saat itu.


"Apa masalah yang kamu bicarakan mengenai soal Revi? Apa selama kamu merasa kecewa padanya kamu selalu datang kemari untuk memendam dan meluapkannya?"


"Kurang lebih hampir 6 tahun lamanya aku hidup bersama dengan orang yang salah! Orang yang selama ini aku sayang, tapi nyatanya kasih sayang dan perhatian yang aku berikan selama ini malah dibalas dengan kecewakan yang amat sangatlah dalam. Hidup selama hampir 6 tahun dan selama itu aku percaya jika anak yang selama ini aku anggap anak kandungku nyatanya anak itu anak dari selingkuhan Istriku.


Dan yang lebih parahnya lagi selingkuhan dari istriku adalah sahabat terbaik aku sendiri, tapi aku sadar bukan kehidupan namanya jika kita tidak pernah merasakan apa arti cobaan dan ujian dalam kehidupan setiap umat manusia ini.


Setelah semuanya terjadi aku sadar aku tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Jadi kali ini aku mencoba untuk membenahi kebahagiaan ku bersama denganmu apa kamu mengijinkannya?"


Karena terbawa oleh suasana Bagas yang melihat Bintang dia pun perlahan-lahan mulai mendekatkan wajahnya ke arahnya.

__ADS_1


Tatapan Bagas terhadap Bintang pun tambah semakin dekat dan tinggal sedikit saja Bagas mau menci*um bibir Bintang.


"Apa yang ingin dia lakukan?"batin Bintang serasa panik, dirinya yang mencoba memundurkan langkahnya tapi tetap saja pandangan Bagas tak henti-hentinya berpaling darinya.


Selangkah Bagas ingin memberikan kecupan itu, suara anak kecil tiba-tiba datang memangil namanya dengan sangat keras, terkejutnya keduanya akhirnya berpaling pada anak itu yang tak lain anak itu Rasya sendiri.


Berlari datang menghampiri keduanya, Bagas mau pun Bintang yang sadar akan kehadiran anak itu keduanya berlutut berhadapan dengan si anak yang terlihat sudah menantikan kehadirannya sejak sedari tadi.


"Sayang kamu kok ada disini siapa yang mengajak-mu? Mana Bibik kok dia tidak ada bersamamu?"


"Aku yang mengajaknya,"timpal seseorang yang tak lain adalah Alex.


"Alex kamu?"


"Alex kamu berkata apa? Dia juga milikmu jadi sudah seharusnya kamu melakukan apa yang seharusnya dilakukan setiap ayah untuk putranya. Biar pun hubungan kita sedikit runyam akibat permasalahan kita kemaren, aku sudah melupakannya, Rasya juga butuh kamu jadi aku akan sangat bahagia jika kau ikut membantuku menjaga dan menyayanginya."


"Oh iya terus gimana dengan Revi? Apa kamu sudah menceraikannya?"


"Kemaren aku sudah memberikan surat gugatan itu tapi dia masih bersikeras tidak ingin bercerai, tapi kamu tenang saja keputusan ku sudahlah bulat untuk menceraikannya, kapan pun aku akan tetap berusaha agar Revi mau menceraikan-ku dan beralih dia mau menikah denganmu jadi kamu yang sabar aja?"


"Rasya?"panggil Bagas, tak lama Rasya menghampiri Bagas.

__ADS_1


"Iya Yah?"


"Apa Ayah bisa meminta tolong sama kamu?"


"Meminta tolong untuk apa?"


"Om Alex ini teman terbaik ayah, om Alex juga sudah Ayah anggap sudah seperti saudara ayah sendiri jadi apa kamu bersedia memangilnya dengan sebuah ayah seperti kamu memangil Ayah dengan sebuah ayah kamu ini?"


"Baik Yah, Rasya akan memangil Om Alex dengan sebutan ayah. Apa Ayah Alex mau menemaniku bermain disana?"ucap anak kecil itu sembari jarinya yang menunjuk kearah timur.


Tak percaya dengan apa yang barusan dikatakan Putra kandungnya saat ini, Alex yang sangat tidak percaya dirinya hanya bisa menangis tak percaya jika akhirnya kata ayah berhasil keluar dari mulut putra kandungnya untuk pertama kalinya.


"Iya sayang ayah akan mengajak kamu untuk bermain ayo kita bermain kesana,"timpal Alex dengan merangkul kedua pundak putranya.


"Ayah Alex kenapa menangis? Apa Ayah Alex sedang terluka?"ucapnya sembari tangan mungil itu mengusap air matanya.


"Tidak sayang, ayah baik-baik saja kok, ayah hanya tidak percaya kamu akhirnya mah memangil ayah dengan sebutan itu, ya sudah kita main ya sekarang?"


"Iya Yah!"


"Sekali lagi terima kasih Bagas! Terima kasih,"ucap Alex yang tak tau harus mengatakan apa lagi, Bagas yang mendukung Alex dirinya hanya mampu menepuk pundak Alex.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2