ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
69 " Kebohongan Tristan "


__ADS_3

Kembali ketempat asal dimana ia dilahirkan, Bintang mau pun Tristan akhirnya sampai dikediaman besar yang tak lain adalah kediamannya sendiri, keduanya nampak lelah setelah melakukan perjalanan cukup lama dari Bandung ke Jakarta yang hanya mengendarai mobil pribadinya.


Sesampainya mereka, mereka juga sudah disambut oleh Sandra mau pun Mamanya yang sudah menantinya sejak sedari awal.


"Sayang akhirnya kamu pulang juga gimana apa semuanya lancar?"tanya Sandra yang beralih tatapan Tristan beralih menatap Bintang.


"Ya seperti yang kamu lihat saat ini kami cukup bahagia menikmati liburan kita ini, ya sudah aku capek dan ingin istirahat jadi aku masuk dulu,"ucapnya yang bergegas pergi dari hadapan Sandra, Sandra yang merasa heran karena sifat Tristan berbeda dari yang biasanya ia merasa sedikit curiga. Sedangkan Bintang yang tak mau ikut memperdulikannya ia kemudian masuk menyusul masuk kedalam rumahnya.


"Ada apa dengan Tristan kenapa dia sikapnya jadi aneh gini sama aku? Dia seperti bukan Tristan yang aku kenal dulu ada apa? Apa jangan-jangan setelah aku membiarkannya berdua dia perlahan-lahan sudah mulai mencintai Bintang seperti halnya permintaan yang Erlangga inginkan?"batinnya yang merasa cemas.


"Sayang kamu kenapa?"tanya Mamanya.


"Tidak ada apa-apa kok Ma, aku hanya sedikit tidak enak badan aja nanti juga akan sembuh,"timpalnya.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu ya sudah aku masuk dulu ya Mam,"timpal Sandra lagi.


"Baik sayang,"balas Mamanya.


Menghampiri Tristan yang sedang terbaring diatas ranjang lantaran dirinya merasa sangat kecapean, Sandra yang datang ia berlalu bertanya mengenai perubahannya.


"Sayang kamu tidak kenapa-kenapa kan?"tanya Sandra kemudian Tristan berpaling darinya.


"Maksud kamu apa?"tanya Tristan kemudian ia bangkit dari rebahannya.


"Apa tanggapan Sandra jika dia tahu kalau lagi-lagi aku menggagalkan rencana yang sudah aku susun sendiri dengan matang-matang? Apa tanggapan dia jika dia tau aku terlanjur mencintainya sebelum aku berhasil menjatuhkannya?"batin Tristan dengan lamunannya, kemudian Sandra yang melihat lamunan Tristan ia memegang pipi Tristan dengan lembut.


"Sayang kamu kenapa? Kamu tidak mungkin mengingkari janji dan rencana kita kan? Kamu tidak mungkin mencintainya kan?"tanya Sandra.

__ADS_1


"Kamu jangan cemas, semua itu hanya pikiran kamu? Aku sama sekali tidak mencintainya. Aku bersikap agak menghindari-mu karena aku masih merasa sangat capek dan permintaan kamu yang meminta bukti atas rencana kita aku berhasil menjalankannya dengan sempurna dan ini lihatlah,"ucap Tristan dengan menunjukkan satu foto Bintang ketika tertidur bersama seorang Pria.


"Ini seperti yang kamu inginkan, aku berhasil menjebaknya dengan memberikan alcohol padanya. Setelah mabuk aku suruh Bimo untuk membawanya pergi dan terserah ia ingin melakukan apa pada Bintang jadi gimana kamu puas kan dengan rencana kita ini?"balas Tristan dengan senyum puasnya.


"Apa hanya ada foto ini? Apa tidak ada yang lain misal rekaman Video dari adegan panas mereka?"tanya Sandra yang sekejab membuat pandangan Tristan berbalik menatapnya dengan tatapan cukup cemas.


"Video panas? Astaga Sandra jika kita lakukan itu sama aja kita mencemarkan nama baik hotel disana? Belum lagi masalah yang lain jadi aku tidak berani mengambil resiko besar itu, bagiku itu semua sudah cukup jadi gak papa kan?"


"Baiklah tidak apa-apa biarpun hanya satu foto itu sudah membuatku cukup puas dan sangat senang,"balas Sandra.


"Syukurlah Sandra tidak curiga jika foto Pria itu adalah diriku jadi aku bisa membodohi-nya,"batin Tristan.


"Ya sudah tidurlah kamu pasti capek aku keluar dulu,"ucap Sandra.

__ADS_1


"Baiklah sayang,"balas Tristan.


BERSAMBUNG.


__ADS_2