
Berada dalam satu meja makan yang sama, Bintang mau pun Andara yang siap makan malam pandangan Bintang nampak kosong yang tidak seperti biasanya hanya terdiam dalam lamunan.
Andara yang merasa terheran lantaran sikap yang ditunjukkannya, dirinya memegang tangan Bintang yang seketika langsung menyadarkan dirinya.
"Kak Bintang kenapa? Apa ada masalah yang menganggu pikiran kak Bintang saat ini?"tanya Andara.
"Aku tidak lagi ada masalah, hanya saja aku sedikit heran dan bingung kemana perginya Bagas sekarang? Apa kalian tidak ada yang tau dimana ia berada sekarang ini?"
"Jujur pertemuan terakhir aku bertemu dengannya dia terlihat banyak pikiran. Mungkin adanya masalah yang ia hadapi membuatnya ingin mengurung diri dulu, jujur bangkit dari keterpurukan itu sangatlah tidak mudah. Apalagi jika terbukti telah dikhianati seperti ini, jadi kita berikan dia kesempatan untuk sendiri dulu?"timpal Andra yang mencoba menjelaskan.
"Oh iya Nyonya apa Nyonya lupa hari ini hari apa?"tanya Andra lagi.
"Sekarang hari Senin memangnya kenapa?"tanya Bintang kemudian.
"Aku baru ingat kalau sekarang hari Senin. Dan hari ini tepat tanggal 31 dimana Tuan Tristan dilahirkan, jadi pertanyaan ku jika tuan Tristan ulang tahun pasti hari ini juga hari kelahiran sama untuk Bagas. Apa nyonya tidak keberatan jika kita memberikan dia kejutan?"
"Kayaknya sangatlah sulit untuk memberikan dia kejutan, dia aja jarang keluar rumah apa mungkin kita akan berhasil memberikan kejutan itu?"timpal Bintang.
"Aku ada ide untuk membuatnya keluar dari sarangnya,"sahut Andara.
"Ide?"tanya Andra selanjutnya.
"Ide apa sayang ?"tanya Bintang lagi.
Membisikkan sesuatu pada telinga Bintang, Bintang mau pun Andra yang ikut setuju akan rencana yang direncakan Andara ketiganya nampak tersenyum kearah satu sama lain.
Sedangkan disisi lain lebih tepatnya dikediaman Bagas, dirinya terlihat terdiam meratapi nasib rumah yang besar akan tetapi hanya dirinya yang menempati kediaman ini.
Suara dering ponsel miliknya yang tiba-tiba berbunyi akhirnya menyadarkan akan lamunan yang sedari tadi menghantuinya.
Dirinya yang lalu mengambilnya, ia melihat nama Andra yang tertera jelas pada layar ponsel miliknya.
__ADS_1
L
📞"Andra ada apa?"
📞"Bagas maaf aku mengganggumu. Aku hanya ingin tanya apa beberapa hari ini Nyonya Bintang ada bersama kamu?"
📞"Kamu jika ingin tanya tentang Nyonya kemana, kenapa kamu malah tanya aku? Aku tidak tau dimana dia memangnya kemana nyonya pergi? Apa sebelum dia pergi dia tidak memberitahu apa-apa pada kalian?"
📞"Terakhir kali kemaren nyonya terlihat seperti tidak ada masalah, tapi seingat-ku tepat pada hari itu juga dia sempat menerima sebuah paket tak dikenal dari seseorang, untuk lebih jelasnya siapa yang memberikan aku tidak tau ada apa?"
📞"Paket? Kira-kira seperti apa bentuk dari paket itu?"
📞"Untuk bentuknya aku sendiri kurang tau Gas, tapi aku lihat setelah menerimanya dia langsung menyuruh cleaning servis untuk membuangnya?"
📞"Membuang? Berarti ini termasuk teror, cepat kamu cari dan tanya beberapa orang yang dikenal nyonya Bintang dan katakan kapan terakhir kali mereka menemuinya. Sekalian kamu periksa beberapa cctv yang terpasang dari lokasi Perusahaan mau pun Kediaman Bintang aku rasa cara ini mampu melihat kapan dia pergi cepat lakukan!"
📞"Baik Bagas aku akan segera mengeceknya kamu bisa bantu aku turun tangan kan?"
📞"Baguslah kalau gitu, ya sudah aku cabut dulu!"
📞"Baiklah!"
"Kira-kira siapa yang menculik Bintang apa ada musuh baru lagi yang berniat ingin menghancurkan nama baik Perusahaan?"
Berjalan dengan langkah terburu-buru, dirinya yang berjalan kaki menunggu adanya taksi yang lewat, Bagas yang diselimuti rasa penasaran sekaligus cemasnya ia menyadari jika adanya seseorang yang dengan berhati-hati telah membuntutinya dari belakang.
Seseorang itu yang berniat ingin membungkam mulutnya, seseorang itu langsung membungkam mulut Bagas yang sengaja ia kasih obat tidur pada sapu tangan yang ia gunakan untuk membekapnya.
Akan tetapi naasnya belum juga seseorang itu berhasil menjalankan misinya, sebuah bantingan telah ia dapat setelah Bagas yang menyadari bahayanya dan dengan sigap ia membanting tubuh seseorang yang dirasa menjadi ancaman terbesarnya.
Seseorang yang tanpa sengaja menunjukkan suara perempuan yang merasakan sakit pada punggungnya, ia tak sengaja menunjukkan suara aslinya yang menunjuk jika dirinya adalah Bintang ketika Bagas sadar dan mengingat akan suara itu, terkejut Bagas yang sadar akan suara itu ia seketika langsung menarik masker yang dipakai Bintang.
__ADS_1
"Bintang kamu!" ucap Bagas yang langsung membantunya untuk berdiri.
"Kamu itu apa-apaan sih kamu ingin membunuhku? Kamu gak sadar aku ini seorang Wanita harusnya kamu itu melindungi ku bukan malam membanting ku kamu peka gak sih jadi laki-laki?"kesal Bintang sembari mengelus-elus punggungnya.
"Aku tidak tau kalau itu kamu, maaf jika aku telah membanting mu tapi tapi apa yang aku lakukan bukanlah kesengajaan aku memang tidak tau jika kamu adalah seorang Wanita, jadi menurutku apa yang aku lakukan tadi aku tidak sengaja membanting-mu, hanya itu saja oh iya apa kamu baik-baik saja kamu gak ada yang retak kan?"
"Bisa-bisanya kamu masih bertanya dengan polos sehabis membanting seorang Wanita, dasar!"
"Tunggu! Apa yang kamu lakukan kenapa kamu bisa ada disini dan menyamar menjadi laki-laki seperti ini kamu gak lagi merencanakan sesuatu kan? Dan yang Andra katakan tadi, dia bilang kalau kamu hilang apa semua itu bohong!"
"Ma*i aku! Kenapa aku bisa seceroboh seperti ini?"gumamnya yang merasa kacau.
"Kamu belum jawab pertanyaan ku apa yang sebenarnya telah kamu rencanakan kamu gak lagi merencanakan sesuatu atau mungkin?"
"Jangan banyak berfikir yang tidak-tidak! Aku melakukan semua ini hanya atas dasar penasaran. Kamu selama sebulan ini kemana aja? Apa kamu lupa dengan permintaan ku yang meminta kamu untuk kembali membantuku mengembangkan perusahaan ini berdua, tapi apa? Apa kamu berinsiatif untuk mau membantuku?"
"Sudahlah lupakan saja! Aku sama sekali tidak ada niatan untuk kembali ke Perusahaan itu. Aku sekarang lagi ingin sendiri dan tidak mau diganggu jadi jika kamu sangat berharap aku akan datang maaf! Itu tidaklah mungkin karena aku tidak akan pernah mungkin mengaku kesana!"
"Sekarang aku sadar apa setelah bercerai dengannya kamu sama sekali tidak ada niatan untuk kembali dan menjadi orang yang lebih baik lagi? Apa setelah kamu bercerai kamu jadi kehilangan semangat untuk melanjutkan semuanya?"
"Kamu sudah cukup! Jika kamu sudah cukup berkata lebih baik kamu pergi!"
"Baiklah aku akan pergi tapi kamu tolong aku! Aku lagi diperhatikan sejak sedari kemaren oleh seseorang. Aku sengaja mengunakan masker dan menyamar seperti ini karena ada seseorang yang berniat ingin berbuat jahat jadi aku mohon tolong aku! Tolong aku!"
"Kamu menyuruhku untuk menolong kamu? Terus kalau aku tidak percaya sama apa yang kamu katakan apa aku harus menolong kamu!"
"Baiklah jika kamu tidak ingin menolong aku harus pergi permisi!"
"Apa dia sungguh-sungguh dalam bahaya? Ataukah apa yang ia katakan hanyalah akal-akalan dia aja?"
Melihat langkah Bintang yang mulai menjauh darinya, disisi lain ia mengingat akan ucapan yang barusan dikatakan Andra. Merasa tak tenang akan pikirannya, dirinya langsung menyusulnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.