
"Jadi kamu berniat ingin membagi warisan ini untukku, tapi nyatanya semua itu sudahlah telat karena apa? Karena aku tidak lagi membutuhkan semua itu, aku sudah memiliki semuanya. Dan satu yang belum aku punya yaitu Wanita idaman dan kamu tahu kan siapa wanita yang aku maksud?" tanyanya dengan yang kemudian Tristan pun menimpali pembicaraannya.
"Kamu..."
" Jika kamu tidak ingin aku menyakiti keluargamu maka relakan Bintang untukku. Karena jika kamu berani merelakan dia untukku aku pastikan kamu mau pun keluarga kamu akan aman apa kamu bersedia?"
Tangan yang sedari tadi mengepal untuk memendam amarahnya. Kini dalam hitungan detik amarahnya sudah tidak lagi ia pendam dengan langkah seribu akhirnya ia menendangnya hingga membuat tubuh Richard yang tak lain adalah Erlangga seketika tersungkur ketanah.
Niatnya yang ingin bangkit dengan sigap Tristan berbalik menendangnya dan satu benturan tepat mengenai Erlangga lantaran tidak terima laki-laki itu berkata seperti tadi.
Apalagi secara diam-diam ia juga menyimpan dendam atas kerusakan rumah tangga orang tuanya, membuat Tristan ingin sekali menghabisinya hari ini juga.
Dia terus menerus memberikan serangannya. Pria berwajah tampan itu menghajar sang lawan seperti kesetanan,tidak memberikan lawannya untuk melawan sedikit pun.
Sedangkan Erlangga yang tadinya berada dalam posisi setengah berbaring di tanah dan terus mendapatkan pukulan tanpa ampun dari Tristan, ia berusaha bangkit sampai akhirnya ia menemukan celah dan langsung saja, memberikan bogeman mentah pada wajah Tristan.
Membuat lelaki itu mundur dari hadapannya. Erlangga yang mendapat serangan tak terduga itu pun lantas memundurkan langkah kaki. Dengan nafas memburu ia menatap tajam layaknya harimau ke arah pria yang kini sudah berdiri meski kesusahan dan sesekali merintih.
Tangannya menyentuh sebelah sudut bibirnya, membuat ringisnya lirih terdengar, kemudian ditariknya kembali tangan tersebut yang ternyata terdapat darah. Ah, sial! bibirku terkena pukulan pria kurang ajar itu," gertak Tristan dengan pandangannya yang terus menatap tajam kearah Pria tersebut.
__ADS_1
Dan tanpa memedulikan apa-apa lagi, pemuda tersebut kembali menyerangnya dengan letupan emosi yang semakin bertambah.
Tentunya, kali ini Tristan yang sudah babak belur di beberapa bagian wajahnya tidak akan tinggal diam. Sehingga, perkelahian pun kembali terjadi dan lebih sengit lagi hinga akhirnya Erlangga yang merasa tak sanggup melawannya lagi ia berlari keluar menghindari amukan sang lawan.
"Heyy jangan kabur kamu!" teriaknya yang kemudian Tristan kembali mengejarnya dengan mengunakan mobilnya.
Menyadari jika niatnya telah dicurigai oleh Tristan akhirnya Erlangga yang berniat akan melarikan diri dengan mempercepat laju kendaraannya. Ia dibuat terkejut setelah Tristan yang dengan nekat langsung membanting setir ke kanan. Dan membuat mobil Richard tidak bisa lagi menghindarinya sesaat menabrak salah satu tembok hinga dirinya tidak bisa lagi keluar dari dalam mobilnya sendiri.
Lantaran posisinya yang sudah terpojok lantaran pintu mobil kanannya yang terhalangi tembok dengan terpaksa Richard pun keluar dari pintu kiri. Belum juga ia berhasil keluar terlebih kedatangan Tristan membuat dirinya terkejut setelah Tristan yang tanpa aba-aba langsung memukul kaca depan hanya mengunakan tangan kosongnya.
Darah mengalir deras dari telapak tangannya akibat terkena pecahan beling tersebut akan tetapi Tristan tidak perduli dengan semua rasa sakit itu, menarik kera baju pria berjas tersebut dan menyeretnya keluar dari dalam mobil dan membuatnya berlutut simpuh dihadapan. Dan terus memukulnya hingga babak belur dan membuat Erlangga seketika tidak berdaya dalam kondisi wajah yang sudah dipenuhi luka lebam.
"Diam! Sekali lagi kamu berkata maka aku tak segan-segan akan menghabisi mu hari ini juga!"
"Jika kamu benar-benar melakukan itu kamu benar-benar laki-laki bajingan, kamu bajingan karena kamu mampu membunuh sahabat sekaligus saudara tiri kamu sendiri. Karena kamu mampu membunuh saudara tiri kamu sendiri kamu sangat bajingan Tristan!"
"Aku tidak pernah memiliki saudara seperti anda! Kamu bukanlah sahabatku. Karena teman akan ada disaat susah mau pun senang, tapi anda? Apa yang kamu lakukan disaat aku membutuhkan bantuan dan dukungan dimana anda berada saat itu? Disaat aku merasa jatuh di kedalaman jurang yang sangat dalam apa anda membantuku untuk bangkit,tidak kan?"
Apa anda tahu dan merasakan gimana rasanya orang tua yang selalu bertengkar dan bertengkar di setiap harinya. Setiap hari aku terus menutup telinga agar aku tidak mendengar ocehan demi ocehan yang mereka lakukan. Pertengkaran bahkan barang yang tadinya utuh dalam hitungan detik semua barang itu berubah menjadi pecahan hinga tidak bisa lagi untuk disatukan.
__ADS_1
Apa anda tahu dan merasakan gimana rasanya hati yang sudah hancur lebur ditambah lagi menerima kenyataan bahkan penyebab dari kekacauan itu adalah keluarga dari teman terbaiknya sendiri apa anda tahu gimana rasanya? Kamu tidak tahu kan gimana rasanya semua itu. Jadi jika kamu ingin mengatakan jika aku bajingan sadarlah disini yang pantas disebut bajingan itu anda bukanlah aku tapi anda sendiri.
Kapan dan dimana pun aku bisa membunuh Anda tapi nyatanya aku terlalu baik dan suci untuk melakukan hal kotor itu. Biarpun kamu tidak lagi menganggap-ku sebagai sahabat mau pun saudara aku masih menganggap semua itu. Aku masih menganggap kamu itu saudaraku biar pun kamu telah menghancurkan kepercayaanku apa kamu mengerti! Jadi sekarang cepat pergilah!"ucapnya yang spontan membuat pandangan Erlangga terkejut.
Perintahnya yang kemudian Tristan pun melepaskan cengkeramannya pada kera Richard. Melihat apa yang dilakukan Tristan seketika Richard terdiam tanpa mampu berkata sepatah kata pun lagi. Pandangnya yang tadinya menatap tajam kearah kini dalam hitungan pandangan itu telah berubah.
Memalingkan pandangannya dari hadapan Richard, Tristan akhirnya berniat akan pergi tanpa memberikan pukulan lagi padanya.
Sedangkan Richard yang hanya diam dan menundukkan kepalanya kini kakinya seketika melemah bahkan ia tidak mampu lagi untuk merangkul dirinya sendiri.
"Apa kamu bilang pergi? Kenapa kamu malah membiarkanku untuk pergi!"ucapnya dengan ekspresi tak percaya.
"Aku bisa saja membunuhmu tapi aku sadar kita masih punya ikatan persaudaraan jadi mana mungkin aku mampu membunuh saudara tiriku sendiri biarpun kami berdua tak ada hubungan sekalipun jadi cepat pergilah!"
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN CERITA INI, MAMPIR DULU DISALAH SATU KARYA MILIK KAK " AVEEII " ATAU DENGAN NAMA PENA " Aveeii ". DENGAN JUDUl " Nikahi Aku, Pak Dosen. " " CERITANYA SANGAT SERU JADI PASTINYA SANGAT COCOK BUAT WAKTU LUANG KALIAN MAMPIR YA TERIMA KASIH 🥰
BERSAMBUNG
__ADS_1