
Berjalan dengan langkah pelannya, dirinya kemudian duduk disalah satu kursi taman yang sudah tersedia, menatap langit yang terlihat sangatlah indah dengan awan cerah yang mendukung pada siang hari ini.
Akan tetapi berbeda dengan perubahan ekspresi yang Bintang tunjukkan, jika setiap harinya wajahnya terlihat cukup bahagia biar pun kebahagiannya belumlah sempurna, kini wajah kebahagiannya terlihat tidak terukir dari raut wajah cantiknya.
"Maafkan aku Tristan! Maafkan aku! Gara-gara keegoisan aku, aku hampir membuat butik yang selama ini dijalankan Mama mengalami kebangkrutan maafkan aku! Maafkan aku!"
Benar yang dikatakan Andra, memang sudah lama kamu pergi ninggalin aku tapi dengan bodoh dan egoisnya aku, aku masih saja mengharapkan akan kehadiranmu, mungkin apa yang dia katakan memanglah benar jika aku harus mulai melepaskan kamu, sekarang sudah 3 tahun sejak kamu pergi jadi sudah sepantasnya aku untuk melepaskan kamu sudah sepantasnya.
Pandangannya yang hanya diselimuti wajah penyesalannya, air matanya terus saja menjatuhi pipinya. Tak lama kupingnya terasa bergetar, kelopak matanya seketika merasakan akan sesuatu setelah dirinya mendengar akan suara seseorang yang mungkin pernah dia dengar dulunya.
Menatap kearah arah suara itu berasal, dirinya dikejutkan setelah kedua matanya menatap langsung akan seseorang bersama dengan anak laki-laki yang sedang bercanda di-taman dengan raut wajah keceriaannya yang telah terukur dari raut wajah dari kedua seseorang itu.
__ADS_1
Langkah Bintang yang tadinya hanya duduk termenung meratapi nasibnya,kini langkah sekaligus tubuhnya seketika ia bangkitkan setelah dirinya yang melihat akan seseorang yang sangatlah mirip dengan Tristan, yang membedakan hanya penampilan keduanya yang terbilang cukup membedakan.
"Tristan? Ini ... Ini aku gak salah lihat kan? Apa yang aku lihat ini beneran dia kan?" Wajah bahagianya kembali terukir, menitihkan air matanya sekaligus menunjukkan wajah bahagianya tidak jelas apa yang ia rasakan saat ini, langkahnya langsung berlari menghampiri arah dimana seseorang yang sangatlah mirip dengan wajah Tristan tersebut.
"Tristan ini beneran kamu? Kamu beneran masih hidup kan? Aku tidak lagi salah lihat kan?"
"Anda kenapa? Apa saya kenal dengan anda?"balas seseorang itu yang terlihat sedikit kebingungan.
"Tidak tau sayang, mungkin Tante ini lagi mau tanya alamat ke Ayah, kamu main dulu ya tapi jangan jauh-jauh ya sayang?"
"Iya Yah,"balas anak kecil yang sekiranya umur 5 tahunan.
__ADS_1
"Tristan ini aku Bintang apa kamu sungguh-sungguh lupa denganku? Atau mungkin selama tiga tahun ini kamu sengaja menghilang karena kamu ingin menjauh dariku dan juga menjauh dari Sandra makanya kamu berpura-pura tidak kenal denganku seperti ini?"
"Hey? Anda ini sebenarnya gila atau apa? Jika anda benar-benar gila alangkah baiknya kamu segera berobat ke rumah sakit jiwa agar penyakit kamu tidak sering kambuh! Aku pertegaskan ke anda lagi aku bukanlah orang yang anda kenal? Dan aku juga tidaklah kenal dengan siapa tadi? Tristan? Siapa itu bahkan aku tidak mengenal dengan nama itu,jadi jika anda masih bersikeras jangan harap anda tau siapa aku karena aku sendiri tidak tau siapa anda jadi paham kan?"
"Tristan! Aku tau kamu sengaja berpura-pura tidak kenal denganku karena kamu mungkin ingin balas dendam denganku lagi kan? Sama seperti rencana pertama kamu dulu kamu ingin sekali menghancurkan aku agar kamu menang jadi ini? Inilah rencana kamu selanjutnya kamu sudah kamu susun rapi-rapi bahkan anak kecil ini? Ini mungkin anak dari selingkuhan kamu kan?"
"Stop! Stop anda berkata omong kosong, aku bisa saja membungkam anda dengan tangan kasar ku tapi aku ingin kamu bukanlah sainganku, jadi jika anda tidak mau mencari masalah Pergilah! Pergilah dari hadapanku karena aku tidak akan pernah termakan akan omong kosong kamu itu ayo pergi! Ayo pergi!"bentaknya dengan kasar.
Lantaran diselimuti amarah yang memuncak lantaran Wanita dihadapannya yang berkata tidak layak untuk ia dengarkan. Seseorang yang sangat mirip menyerupai wajah Tristan itu pun seketika mengarahkan tangannya dan dengan kasar mendorong Bintang hinga terjatuh tersungkur dihadapannya, tanpa adanya rasa iba seseorang itu berlalu pergi tanpa mempedulikan Wanita bernama Bintang terus memangilnya dengan sebutan Tristan, seseorang itu berlalu pergi dengan mengandeng tangan mungil dari anak kecil yang sedari tadi nampak bingung akan ucapan keduanya.
Setelah pergi dan mendapatkan abaikan dari seseorang itu, pandangan Bintang mulai buram, dirinya menatap langit dan menatap awan cerah, akan tetapi semua itu hanyalah halusinasinya belaka, pandangannya yang tambah mulai buram, tak menunggu waktu lama kedua kelopak matanya mulai tertutup dan dalam sekejab tubuhnya pun tersungkur ketanah dalam keadaan tidak sadarkan diri
__ADS_1
BERSAMBUNG.