
Melangkahkan kakinya keluar dari apartemen. Bintang yang nampak tenang tak memikirkan akan sesuatu yang terbenam dalam benak pikirannya.
Ia dikejutkan dengan hadirnya seseorang yang tiba-tiba mendatanginya dengan memberikan satu batang bunga mawar merah kesukaannya.
"Maaf terimalah!"ucap seseorang laki-laki tampan yang menjulurkan mawar tersebut padanya.
"Maaf ini apa maksudnya aku tidak bisa menerima dengan sembarangan mawar dari orang lain, jadi maaf aku menolaknya,"balas Bintang yang menolak secara lembut.
"Tapi maaf mawar ini bukan dari pemberianku. Ada seseorang yang menyuruhku untuk memberikan ini pada anda terimalah!"
"Pemberian dari orang lain siapa?"tanya Bintang nampak penasaran.
"Yang jelas seseorang itu menjadi pengagum rahasia mu, yang jelas saya hanya mendapatkan perintah jadi terimalah,"timpal laki-laki itu lagi.
"Baiklah aku akan menerimanya terima kasih."
"Sama-sama,"timpal seseorang itu yang kemudian cabut dari hadapan Bintang.
__ADS_1
"Siapa seseorang yang memberikan bunga ini untuk ku? Dari pada ia tahu kalau aku suka mawar merah?"gumamnya kemudian seseorang lagi-lagi mendatanginya dengan memberikan sebukit mawar merah untuknya lagi.
"Maaf ada titipan mawar untuk anda mohon terimalah!"
"Dari siapa Pak?"tanya Bintang nampak penuh dengan keheranan.
"Yang jelas ada seseorang yang menjadi pengagum rahasia anda mohon terimalah!"
"Baik Pak terima kasih."
"Sama-sama,"ucapnya yang lagi-lagi seseorang itu cabut dari pandangan Bintang lagi.
JIKA ANDA PENASARAN AKAN SIAPA SAYA, TEMUI LAH SAYA DI TAMAN PERMATA INDAH, DISANA ANDA AKAN TAHU SIAPA SAYA.
Beberapa kata yang tercantum pada kertas berwarna pink tersebut. Bintang yang sudah dipenuhi rasa penasaran akan siapa sosok seseorang itu, tanpa memikirkan kedua kalinya ia bergegas melangkahkan kakinya mendatangi seseorang yang telah memberikan bunga mawar ini untuknya.
Dan tak mau menunggu lebih lama, Bintang pun akhirnya telah sampai di taman yang ditujukan tadi.
__ADS_1
"Mana orang itu bisa-bisanya ia mengirimkan aku bunga sembarangan seperti ini mana dia!"
Pandangannya yang melihat kanan mau pun kiri, dengan penuh waspada Bintang mulai memperhatikan situasi disekitarnya. Tanpa menyadari jika taman ini sangatlah sepi berbeda dari biasanya ia mulai nampak curiga.
Tak lama muncullah seorang pria yang wajahnya sengaja ditutupi dengan kain masker berwarna hitam. Perlahan-lahan seseorang itu berjalan kearahnya dengan langkahnya yang semakin pelan.
Membekap mulut Bintang dari belakang yang sengaja ia kasihkan obat bius, tanpa menunggu lama obat bius itu pun akhirnya mulai merasuk, Bintang yang mencoba memberontak kesadarannya seketika mulai menghilang hingga tidak membutuhkan waktu lebih lama Bintang akhirnya jatuh pingsan.
Mengangkatnya dengan langsung, salah satu Taksi datang menghampirinya, berlalu pria itu memasukkan tubuh Bintang kedalam belakang mobil taksi didampingi seseorang yang barusan membekapnya tadi.
"Ayo Pak jalan sekarang,"perintah seseorang itu yang langsung membuka masker penutup wajahnya. Menunjukkan raut wajah tampannya yang mampu membuat siapa pun Wanita akan tergoda kepadanya.
Seseorang perlahan-lahan mulai membuka kedua kelopak matanya yang sangat cantik. Terduduk dalam kondisi kedua tangan mau pun kaki yang sama-sama terikat, dirinya terperanjat kaget mengetahui ada dimana ia berada sekarang.
"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini apa yang terjadi?" gumam seseorang itu yang tak lain ialah Bintang, tak lama dirinya pun mengingat sesuatu.
"Aku ingat ada seseorang yang memberikan aku bunga mawar tapi siapa? Apa maksud dari seseorang itu malam menculik-ku seperti ini?"tanya Bintang pada dirinya sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG.