
"Siapa sayang?"tanya Alex yang sedari tadi nampak bingung lantaran Revi dibuat terdiam setelah membuka pintunya.
"Bagas apa yang kamu lakukan disini?"ucap Revi yang tak tau harus berkata apa, Alex yang mendengar Revi menyebut nama tersebut lantas pandangannya ia alihkan kearahnya.
"Apa aku tidak salah dengar? Kamu bertanya apa yang aku lakukan disini terus bedanya dengan kamu sendiri apa? Apa yang kamu lakukan disini dan dia?"ucapnya dengan jarinya yang menunjuk kearah Alex dengan tubuh polosnya hanya berselimut selimut putih tebal. Melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar, ia hanya bisa tersenyum licik setelah melihat Alex yang terlihat tubuhnya hanya berselimut dan dalam keadaan bertelanjang dada.
"Bagas kita?"
Beranjak dari tempat ia terbaring tadi, dirinya lalu memungut satu persatu pakaian yang dikenakannya. Berlalu ia menghampiri Bagas dengan ekpresi tatapan yang menunjukkan akan kemenangannya.
"Sudahlah sayang tidak ada lagi yang perlu kamu jelaskan lagi padanya? Biar kan dia berfikir sendiri mengenai semua keadaan ini, maaf Bagas! Maafkan aku karena aku sudah berani menghianati persahabatan kita dan berani merebut sekaligus menikmati kemolekan tubuh dari Wanitamu maafkan aku?"ucap Alex dengan menunjukkan ekspresi wajah sinisnya, sekaligus tangannya yang ia rangkul ke pundak Revi.
"Maaf? Apa kamu pikir dengan kata maaf kamu bisa mengembalikan semuanya termasuk mengaitkan kembali hubungan persahabatan kita? Aku sekarang baru paham kenapa kamu begitu bersemangat memberikan dukungan padaku mengenai rumah tanggaku. Bodohnya karena aku sama sekali tidak menyangka kamu akan setega ini sama aku Lex! Selama ini aku sudah sangat baik, kita sama-sama saling mengenal satu sama lain tapi apa? Apa yang kamu lakukan sudah sangat-sangat menyakiti perasaan aku Lex
Tangannya yang sedari mengepal, tak tahan dengan semuanya Bagas akhirnya melayangkan satu pukulan tepat mengenai wajah Alex, memberikan pukulan secara bertubi-tubi membuat Alex yang tidak bisa berbuat banyak hanya bisa pasrah tubuhnya mendapatkan serangan tak terkendali dari Bagas yang seolah-olah pikirannya sudah diselimuti akan kemarahannya.
Revi yang mencoba melerai perdebatan mereka, dirinya malah mendapatkan dorongan kuat yang mengakibatkan tubuhnya pun tersungkur hinga membuat kening kepalanya mengeluarkan cairan merah kental.
Melihat Revi yang terluka dan mengeluarkan darah secara terus-menerus dari keningnya. Tak terlihat langkah Bagas untuk sigap menolong mau pun memberikan pertolongan pertamanya, tak jauh berbeda dengan Bagas, Alex sendiri yang tubuhnya tak mampu melangkah kakinya ia terlihat putus asa terdiam tanpa memperdulikan Revi.
"Aku sudah cukup muak dengan semuanya! Kamu yang selama ini aku anggap baik bahkan aku anggap kamu sudah seperti saudara kandungku tapi apa? Kamu malah setega ini mengkhianati persahabatan kita yang sudah kita jalani hampir 10 tahun lamanya, jika aku tau kamu menyukainya kenapa kamu tidak bilang!"
Sekarang apa yang sudah tau seperti apa sifat asli kalian padaku. Aku bukanlah Pria bodoh lagi yang hanya akan terdiam kita harga dirinya selalu terinjak-injak seperti ini, kamu memang sahabat-ku tapi cara kamu aku sama sekali tidak menyangka Lex! Dan kamu Rev, maafkan aku jika selama ini aku kurang memberikan kamu nafkah! Maafkan aku jika aku belum cukup bisa menjadi Suami yang sempurna untukmu maafkan aku! Maafkan aku!"
Melangkah kakinya pergi dari hadapan keduanya, membiarkan keduanya masih dalam keadaan lemah karena luka yang sama-sama mereka alami. Akan tetapi sesaat kemudian senyum sinis Alex mengembang, sesekali ia menatap Revi yang sedari tadi menggenggam erat keningnya.
__ADS_1
"Ayah kenapa? Apa Ayah ada masalah?"
"Tidak sayang ayah baik-baik saja kok, oh iya apa Ayah boleh peluk kamu?"
"Boleh ayah,"ucap Rasya yang merangkul Ayahnya yang sedari tadi berlutut dihadapannya.
"Ada apa Yah? Ayah menangis apa Yah baru saja terkena masalah? Apa ada orang yang menyakiti ayah siapa? Katakan pada Rasya biar Rasya yang memarahinya siapa?"
"Sayang kamu tidak perlu cemas ayah baik-baik saja kok kamu jangan cemas ya?"ucap Bagas yang kemudian dirinya merangkul kembali tubuh putranya.
"Di dunia ini aku tidak mengharapkan lebih antara kebahagiaan atau pun kesuksesan yang akan aku miliki atau pun aku dapat nanti karena aku tau semua kebahagiaan itu tidaklah ada artinya bagi Pria seperti diriku. Tapi satu yang tidak bisa aku terima, aku tidak terima dan belumlah siap akan dipisahkan pada putraku aku belumlah siap!"batinnya yang secara perlahan air matanya mulai menjatuhi pipinya, mendekam erat tubuh Putranya hinga hampir membuat Putranya sesak akan dibuatnya.
Tak lama kedatangan seseorang hadir dan membuat pelukan keduanya akhirnya terlepas dengan sejenak.
"Tuan?"tanya seseorang itu yang tak lain adalah Bibiknya.
"Itu Tuan, didepan ada Polisi apa Tuan ada masalah?"tanya Bibik.
"Polisi?"tanya Bagas dengan pandangannya yang ikut teralihkan.
"Iya Tuan beberapa Polisi mencari tuan jadi keluarlah!"
"Baik Bik aku akan keluar, jagain Rasya ya?"
"Baik Tuan!"
__ADS_1
Setibanya Bagas didepan pintu, dirinya melihat dua orang Polisi yang sudah siaga dihadapan rumahnya.
"Maaf ini ada apa?"tanya Bagas, sesaat pandangan Polisi beralih padanya.
"Apa ini dengan saudari Bagas?"tanya salah satu Polisi.
"Iya Pak dengan saya sendiri ada apa?"tanya Bagas sendiri.
"Anda kami tangkap dengan dugaan kekerasan terhadap Istri anda sendiri, Istri anda sudah memberikan beberapa bukti kuat atas tindakan kekerasan yang telah anda lakukan jadi sudah jangan mencoba melawan atau pun memberontak karena anda sudah kami kepung ayo jalan!"
"Tapi Pak semua ini tidaklah benar! Aku sama sekali tidak pernah melakukan tindakan kekerasan yang kalian maksudkan aku sama sekali tidak pernah melakukannya jadi kalian tidak bisa membawaku seperti ini tidak bisa?"
"Apa yang sudah kamu lakukan sudah seharusnya kamu tebus Bagas, selama ini aku sudah cukup bersabar dengan kamu yang berani main api dibelakang-ku. Bahkan beberapa kali kamu menamparku dan memperlakukan aku dengan kasar layaknya seorang hewan tapi aku juga punya kesabaran. Ingin sekali aku menceraikan kamu tapi aku tidak bisa melakukannya karena ada Rasya diantara kita tapi kali ini maaf! Maaf aku tidak bisa memberikan kamu kesempatan lagi kamu harus mendekam disana karena semua ulah kamu kamu harus mendekam!"
"Revi aku tau kamu melakukan semua ini hanya untuk menjebak-ku dan juga berbalas dendam padaku tapi bukan seperti ini cara kamu bukan seperti ini lepaskan aku! Lepaskan aku!"
"Sudah pak bawa dia, dia sudah seharusnya mendekam disana cepat bawa dia aku tidak mau melihat wajahnya lagi?"
"Ayah? Ayah mau dibawa kemana? Mama ayah mau dibawa mereka kemana ayah?"
"Sayang kita sudah bebas, kita sudah bebas dari jeratan siksaan ayah kamu kita sudah bebas jadi cepat kamu ikut Mama ya sayang ayo ikut Mama.
"Tidak Revi kamu tidak bisa melakukan semua ini kamu tidak bisa Revi! Revi!"
"Rencana yang sangat bagus bukan? Kamu yang berani menantang-ku tapi kamu lupa Bagas siapa seseorang yang sedang kamu hadapi saat ini kamu lupa?"
__ADS_1
BERSAMBUNG.