ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( " 5 Teman makan teman " )


__ADS_3

"Ayah kenapa? Kenapa ayah malah terdiam setelah bertengkar dengan tante-tante tadi? Apa Tante cantik itu sungguh-sungguh gila seperti yang Ayah katakan barusan?"


"Entahlah sayang, Ayah juga bingung apa yang terjadi dengan Tante-tante yang tadi, sudahlah masalah ini jangan kamu terlalu pikirkan kamu cepatlah masuk kedalam kamar kamu butuh istirahat masuklah, bik?"ucapnya sembari memangil nama Bibiknya.


"Iya Tuan?"balas Bibik.


"Cepat bawa Rasya masuk ya?"


"Baik Tuan,"balas Bibiknya berlalu Bibik pun mengajak Rasya untuk masuk kedalam rumahnya.


Duduk di-kursi sofa sembari mengingat akan bayang-bayang ucapan yang barusan dikatakan Wanita tadi.


"Tristan? Kenapa Wanita itu terus saja memanggilku dengan sebutan Tristan siapa orang bernama Tristan itu apa dia sungguh memiliki wajah yang sangatlah mirip denganku?"gumamnya yang merasa kacau, tak lama pandangannya dibuat tercengangnya setelah hadirnya tangan yang tiba-tiba muncul didepan pandangannya.


"Ada apa? Kenapa kamu menodongkan tangan kamu apa kamu ingin meminta uang lagi?"tanya seseorang yang mempunyai wajah mirip dengan Tristan.


"Aku minta uang, kamu pasti sudah gajian kan jadi mana? Mana gajian kamu sini?"ucapnya yang seolah-olah menagih akan hutang seseorang dengan paksa.


"Kamu mau buat apa? Apa yang yang kemaren aku kasih belumlah cukup untuk belanja?"


"Bagas kenapa kamu pelit sekali sih, aku ini Istri kamu harusnya kamu juga paham apa keinginan setiap istri kamu ini. Aku juga ingin foya yang seperti temanku yang lain, belum lagi semua temanku geng sosialita jadi sudah sepantasnya aku untuk berfoya-foya seperti mereka jadi mana? Mana gaji kamu ayo berikan?"


"Sudah berapa banyak barang lagi yang ingin kamu beli dan kamu simpan di Rumah. Apa kamu belum puas inggin menjadikan Rumah kita jadi barang-barang koleksi branded kamu?"

__ADS_1


"Bagas sayang sudahlah jangan pelit-pelit kenapa lagian aku kan tidak meminta sampai 100 juta lagi, jadi gak usah semarah itu kamu?"


"Bagaimana mungkin aku tidak marah kalau dalam sehari aja kamu mampu menghabiskan uang sampai 4 juta untuk membeli barang-barang branded yang kamu koleksi. Jika kamu teruskan sifatmu yang boros itu mau jadi apa kamu? Kamu harusnya juga paham akan kondisi keuangan kita juga tapi kenapa kamu masih tidaklah berubah juga?"


"Alah sudahlah Bagas kalau kamu gak setuju bilang aja kalau kamu pelit aja susah amat, sini ATM kamu?"ucapnya lagi dengan melakukan hal yang sama yaitu menodongkan tangannya.


"Gak aku gak akan menggasih kamu uang, aku akan memberimu uang kalau kamu gunakan buat kepentingan yang lain, tapi bukan untuk shopping?"


"Baiklah kalau itu mau kamu, itu gak masalah?"balas Revi yang terlihat marah dan langsung pergi dengan menutup pintu dengan keras.


"Sampai kapan aku harus bertahan hidup dengan wanita seperti dia, kalau bukan karena Rasya mungkin aku sudah ceraikan Wanita seperti itu?"batin Bagas yang kemudian ia pun melihat jam tangannya.


"Astaga aku baru ingat aku harus kembali ke Kantor, Alex pasti akan marah jika aku selalu telat ,"gumamnya kemudian ia pun segera pergi dari kediamannya.


"Sial! Kenapa sih Bagas sekarang tidak seperti dulu, biasanya kalau aku meminta uang dia akan selalu menurut apa permintaan aku! Tapi kenapa dia sekarang sudah untuk dibujuk mana aku tidak dapat uang untuk berfoya-foya lagi?"gumamnya yang merasa kesal, tak lama suara dering ponsel terdengar dari dalam tasnya, segera mengambil dan memeriksanya.


"Alex? Untuk apa dia menelfon-ku?"gumamnya kemudian ia pun mengangkatnya.


"Iya ada apa?"balas Revi dengan nada kesalnya.


📞" Kenapa dari nada bicara kamu? Kamu terlihat kesal ada apa? Apa kamu membutuhkanku?"tanya seseorang itu yang tak lain adalah Alex sendiri.


📞" Aku butuh seseorang untuk menghiburku apa kamu tidak keberatan jika aku datang ke hotel kamu saat ini?"

__ADS_1


📞" Baiklah datang saja aku akan slalu menyambut-mu, tapi aku lagi tidak ada hotel jadi tunggulah aku nanti,"ucap Alex.


📞" Baiklah aku akan kesana sekarang sampai bertemu disana,"balas Revi dengan senyumannya.


"Revi ... Revi ... Kamu itu sudah punya Suami tapi kenapa jika ada masalah kamu selalu datang kepadaku? Apa segitu nyaman kah kamu terhadap diriku?"batinnya yang ikut menunjukkan senyumannya. Tak lama suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan Alex.


"Masuklah!"pinta Alex, segera seseorang yang mengetuknya tadi pun menghampirinya.


"Bagas?"


"Maaf ya Lex aku sedikit telat, aku baru aja mengajak Putraku jalan-jalan jadi maaf jika aku sering telat maaf!"ucapnya dengan menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu harus selalu minta maaf padaku? Dan berapa banyak kata maaf yang selalu kamu ucapkan setiap kali datang terlambat. Aku tau lagi kamu juga seorang Ayah jadi aku bisa memakluminya, oh iya aku ada urusan penting kamu tidak papa kan kalau aku tingal sendiri? Termasuk aku sudah menaruh beberapa berkas penting yang harus kamu kerjakan jadi gimana kamu tidak keberatan kan?"


"Lex .. kamu itu lucu? Disini yang jadi bosnya kan kamu jadi kenapa kamu malah merasa tidak enak padaku? Semua ini sudah jadi tanggung jawab aku jadi aku tidak masalah,"balas Bagas.


"Syukurlah kalau gitu, ya sudah aku pergi ya seseorang sudah menungguku,"balasnya.


"Baiklah,"balas Bagas.


"Beruntung kamu Bagas karena kamu memiliki teman sebaik seperti Alex, biar pun kondisi kalian ibarat kata seperti langit dan bumi dia masih mau menganggap kamu sebagai sahabatnya tanpa memikirkan derajat kamu yang diberanda dibawahnya kamu sangat beruntung,"batin Bagas yang tak henti-hentinya bersyukur, biar pun tanpa dia sadari dan dia ketahui ternyata secara diam-diam orang dekat dia sendirilah yang beresiko ingin menghancurkan dirinya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2