
Berjalan menulusuri ruangan bahkan tempat-tempat dari kediaman Tristan yang sangat megah, ia dihadapkan dengan pemandangan yang sangat indah dengan birunya air kolam yang sangat segar. Dan menyejukkan.
"Udara disini sangatlah sejuk sekali dan kolam ini, kolam ini terlihat sangat segar jika gunakan berenang, tapi sayang pagi-pagi gini pasti sangatlah dingin. Belum lagi aku yang tidak bisa berenang jadi akan lebih baik aku memandanginya saja.
Berdiri melihat kolam dengan air yang terlihat berwarna biru yang indah ini, dirinya yang tak sadar jika dari belakang Bintang ada seseorang yang sedang berjalan kearahnya dengan cara perlahan-lahan, orang yang mengenakan sebuah jaket hitam dengan penutup kepala, yang tidak bisa terlihat siapa orang itu sesungguhnya.
Dan orang itu pun dengan bergegas ia menggarahkan sebuah balok kayu itu keatasnya. Dan dengan langsung orang itu pun langsung memukul Bintang dari belakang.
Satu pukulan pun tepat mengenai leher belakang Bintang. Karena pukulan itulah Bintang yang akhirnya tidak sadarkan diri, dengan posisinya yang berada tepat ditepi kolam yang akhirnya membuat tubuh Bintang pun menjadi tidak berdaya. Dan seketika tubuhnya pun langsung jatuh tepat diatas kolam dengan warna air biru muda yang menyala dan perlahan-lahan tubuh Bintang pun mulai menghilang kedalam air
"Inilah akibat karena kamu sudah dengan beraninya bermain-main padaku, kita tunggu kabar selanjutnya selamat tinggal Gadis malang!" ucap seseorang itu yang tak lain ia adalah Sandra yang dengan bangganya dia merasa jika apa yang dia lakukan ini sangatlah benar.
__ADS_1
Karena tidak mau jika ada orang yang akan melihat keberadaanya disini, ia pun bergegas pergi meninggalkan tempat ini. Dan tidak perduli dengan kondisi Bintang yang dalam keadaan tidak berdaya didalam air sana.
"Kemana perginya Wanita itu kenapa dia cepat sekali pergi dari pandanganku. Tubuhku serasa remuk jadi alangkah baiknya jika aku memintanya untuk memijat ku tapi dimana dia? Kenapa dia tidak ada disini aku tadi melihat dia mengarah kearah sini?"ucap Mama Mertuanya yang secara diam-diam membuntuti langkah Bintang ketika ia mengetahui langkahnya tadi.
Langkahnya yang tadinya terus berjalan tanpa henti, kini langkah itu terhenti. Dan Pandangan Mama mertua pun seketika teralihkan sesaat ia tidak sengaja menyandung sandal yang sudah tergeletak ditepi pinggir kolam.
"Sandal? Ini kan Sandal sebelah kanan Wanita itu kenapa bisa ada disini. Dan dimana orangnya?"gumam Mamanya yang merasa bingung sendiri.
Mata yang melihat kesana kemari. Dan akhirnya Mama mertua pun terkejut sekaligus berteriak sekeras mungkin setelah ia melihat ada seseorang yang telah tercebur dikolam ini dengan jarak kedalaman yang cukup dalam. Dan hanya terlihat dari warna pakaian berwarna Hitam yang Bintang kenakan saat ini.
Teriakan Mama mertua yang begitu keras setelah melihat jika Bintang lah orang yang telah mengambang diatas kolam tersebut.
__ADS_1
Dan akibat teriakan itu, Tristan yang berada didalam ruangan lain pun seketika mendengar akan teriakan tersebut berlalu ia segera berlari menuju arah suara itu berasal.
"Ma? Ada apa kenapa Mama berteriak sekeras itu ada apa?"tanya Tristan nampak panik.
"Tristan! Bintang tengelam didalam kolam sana!"ucap Mamanya dengan tangannya menunjukkan kearah kolam tanpa berfikir maupun melepaskan sepatunya ia pun bergegas langsung terjun ke kolam. Dan menolongnya untuk dia bawa ditepian
Berhasil membawa ditepian, dan hampir selama setengah jam Bintang terjebak didalam air, wajah Bintang pun berubah sedikit pucat bahkan denyut nadinya tidak berdenyut sama sekali.
"Astaga Bintang... bangunlah...bangun..siapa yang tega melakukan semua ini sama kamu, Bintang bangunlah!"ucapnya dengan panik.
"Astaga ini gak bisa terjadi, kenapa denyut nadi Bintang bisa terhenti seperti ini! Bintang ayo sadarlah aku yakin kamu pasti masih bisa mendengar perkataan ku, Bintang ayo bangunlah kamu tidak bisa menyerah seperti ini, Bintang bangunlah! Bintang bangun!"
__ADS_1
" Aku mohon bangunlah! Bintang bangunlah, kamu jangan bikin aku cemas seperti ini Bintang bangun!"tegas Tristan yang terus berusaha memberikan pertolongan pertama pada Bintang dengan menekan jantungnya beberapa kali, tapi hasilnya sia-sia saja. Karena jantung Bintang tidak ada respon sama sekali.
BERSAMBUNG.