
BEBERAPA EPISODE MENUJU EPISODE-EPISODE TERAKHIR
Berjalan dengan lamunan yang terus saja menyelimuti Bintang ketika dirinya berjalan hendak memasuki restoran dimana tempat ia bekerja saat ini. Lamunannya terus saja berjalan, membuat Bintang yang hilang konsentrasi akan jalannya, langkahnya seketika terhenti dengan sekejap setelah dirinya yang tak sengaja hampir menubruk tembok kokoh yang terpaku pada pembangunan bangunan restoran ini, keningnya tidak jadi terluka lantaran belum ia sempat menabrak tembok itu, seseorang datang yang langsung melampiaskan tubuhnya menjadi sasaran tubrukan tadi, memeluknya dengan sepenuh hati Bintang yang akhirnya sadar dengan siapa ia berpelukan dirinya seketika langsung mendorong seseorang itu dengan kedua tangannya.
"Aw..astaga kamu? Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu memelukku?"
"Kenapa? Lagian kamu sendiri juga mau kan di peluk sama laki-laki sepertiku, makanya kamu pura-pura melamun tadi?"timpal balik Pria itu yang tak lain ialah Bagas, dengan senyuman manis yang terukir dari raut wajahnya semakin membuat Bintang semakin bingung dengan siapa ia berhadapan saat ini.Bintang yang kemudian dia yang hendak langsung inggin pergi, Bagas pun spontan menarik tangannya.
"Astaga apa lagi sih?"
"Kamu itu tidak bisa apa bilang terima kasih atau apa? Apa kamu sadar jika kamu tadi hampir saja menabrak tembok apa yang akan terjadi jika kamu sampai menabraknya mungkin jidat kamu yang akan memar dan menjadi korbannya nanti. Jadi harusnya kamu itu bilang terima kasih kepadaku. Karena aku dengan sigap menangkap mu tadi?"
Tidak lagi menghiraukan apa yang dikatakan Bagas saat ini, tanpa memikirkan lain lagi karena dalam keadaan kesal, Bintang malah berganti memarahinya.
"Kamu itu bisa gak sih sekali aja kamu itu gak gangguin aku! Jujur aku sama sekali tidak paham apa maksud kamu mulai mendekatiku seperti ini? Aku itu sudah cukup banyak pikiran sekarang jadi jangan bikin aku tambah stres karena ulah kamu ini, apa kamu paham!"
"Apa? Kamu banyak pikiran, pikiran apa? Apa kamu ada masalah cerita-lah kepadaku?" balas Bagas yang kemudian dia malah memegang dan mengerutkan kedua pipi Bintang yang mungil itu.
"Aist dasar pria menyebalkan rasakan ini!"ucapnya lagi yang tanpa berfikir, dia pun langsung mengigit lengan Bagas. Dan setelah menggigitnya dia pun langsung lari dan pergi.
"Ahh , hey berani sekali kamu menggigitku?" teriak Bagas tapi sudah tidak dihiraukan lagi, oleh Putri.
Melakukan pekerjaannya seperti biasa, terlihat Bintang serasa tidak fokus pada pekerjaan yang sedang dilakukannya, dengan pandangannya yang terus saja menatap balik memperhatikan salah satu Pria berjas hitam yang terus-menerus menatap dan memperhatikan dirinya sejak sedari tadi.
"Laki-laki itu? Kenapa laki-laki itu masih ada disini? Aku baru tau kalau dia pemilik baru restoran ini tapi kenapa dia terus menerus menatapku apa aku hari ini kelihatan sangatlah cantik?"
"Hey kamu itu jadi orang jangan banyak Gr, laki-laki itu memperhatikan kita bukan karena memperhatikan aku atau pun aku, tapi dia sebaliknya dia lagi memperhatikan tuan putri kita ini yaitu Bintang, jujur kalian ada hubungan apa?"ucap Sella dengan mencolek pundaknya.
"Jangan pedulikan laki-laki gesrek itu? Sebenarnya kalian telah bersekongkol dengan dia kan?"tanya balik Bintang, spontan kedua sahabatnya yang mendengar terlihat rasa malu mau pun sungkan dari keduanya.
"Tidak! Siapa yang bilang?"sahut Nurma secara spontan.
"Terus kalau kalian tidak bersekongkol mengerjai-ku kenapa Sella kemaren bilang kalau kamu dipecat di Restoran ini akibat permasalahan dengan Wanita gesrek kemaren? Dan kenapa juga Sella tidak berkata jujur jika laki-laki itu aslinya laki-laki licik yang mengunakan banyak cara untuk membeli restoran ini?"
"Maaf Bintang aku akui aku Wanita yang matre karena terpancing hanya karena embel-embel demi uang maafkan aku!"ucapnya yang merasa menyesal.
"Dasar!"
"Sudah jangan banyak berkata, kita sekarang ini diawasi oleh bos baru jadi cepat kembali bekerjalah!"
__ADS_1
"Baiklah aku akan menemui pengunjung baru itu.
"Baiklah!"
"Oh iya Bintang kamu berikan pesanan ini pada meja nomor 10,"pinta Sella.
"Baiklah,"balas Bintang.
Menghampiri meja nomor 10 yang terdapat satu pria duduk dengan santai menunggu akan kehadirannya. Bintang yang menyerahkan menu pesanannya, langkahnya hendak akan pergi tapi sekejap pria itu menghalanginya untuk jangan pergi.
"Anda sangatlah cantik bolehkah saya minta anda untuk menemani ku lima 5 menit saja?"tawarnya dengan pandangan laki-laki itu yang terus menatap dirinya.
"Ma ... Maksudnya?"tanya Bintang nampak bingung akan ucapan Pria itu barusan.
"Aku tidak bermaksud macam-macam, aku hanya ingin merasakan seperti punya kekasih saja, jadi kamu bersedia duduk disampingku 5 menit saja nanti aku bakal kasih rating 5 pada restoran ini?"
"Baiklah!"
Bintang yang masih terlihat kebingungan akan permintaan Pria yang sama sekali tidak ia kenal, seseorang datang dan menarik tangannya dengan cara tiba-tiba. Bintang yang menyadarinya ia menatap balik seseorang itu. Dan ternyata seseorang itu yang tak lain ia adalah Bagas.
Datang dengan tatapan tajamnya membuat Bintang yang melihatnya ia nampak bingung.
"Cepat kita pergi!," ajaknya tapi Bintang menghempaskan tangan Bagas yang mencengkeramnya.
"Ingat aku yang mengajakmu jadi jangan coba-coba kamu menghindar dariku apa kamu paham! Jadi cepat ayo kita pergi!"ajaknya yang sedikit memaksa dan menarik tangan Bintang lagi.
"Aku bilang aku tidak mau. Apa kamu budek?"
"Baiklah kalau kamu tidak mau, jadi kamu mau aku memakai caraku sendiri!"
"Maksudmu?"tanya Bintang.
Tanpa menunggu ucapan yang dilontarkan Bintang terlebih dulu, Bagas segera menggendong tubuh Bintang dan berlalu ia pun memasukannya kedalam mobilnya.
Terkejut dengan tindakan apa yang dilakukannya, sesekali Bintang memukul-mukul punggung Bagas tapi Bagas tidak meresponnya.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan apa kamu mau menculik ku? lepaskan aku! Turunkan aku!" teriak Bintang akan tetapi Bagas tidak meresponnya.
"Berani kamu keluar maka aku tak segan-segan akan bertindak lebih dari ini apa kamu paham!" tegasnya yang kemudian ia segera masuk kembali dalam mobilnya.
__ADS_1
Tidak inggin jika Bintang akan kabur Bagas pun lantas masuk lewat pintu mobil yang sama dengannya.
"Bagas apa yang kamu lakukan, turunin aku! Turunin aku! Kenapa kamu mengunciku didalam mobil ini, turunin aku sekarang!" teriak Bintang tapi Bagas sama sekali gak menggubrisnya.
"Terserah kamu mau berkata apa. Bahkan sekeras apa kamu berteriak aku tidak akan melepaskan mu apa kamu paham!"
"Jadi kamu berani mengancam-ku? Baiklah aku akan berteriak sekeras mungkin agar semua orang tau kalau aku lagi diculik lihatlah!"
Belum juga Bintang berteriak sekeras yang barusan ia katakan. Bagas seketika mendorong tubuh Bintang hinga mentok pada kursinya yang membuat pandangan keduanya sangatlah dekat.
Tatapan kedua yang tidak terkendali membuat Bintang yang sadar jika Bagas telah menindihnya membuat hatinya berdetak begitu cepat. Alih-alih Bintang ingin mengalihkan pandangannya dari Bagas, tapi Bagas menyentuh dagunya dan berkata.
"Jika kamu ingin berteriak ayo teriak lah tapi ingat jangan salahkan aku kalau aku akan membungkam mulut kamu dengan kemampuan ku yang sesungguhnya jadi ayo berteriak lah!"ancam Bagas yang semakin mendekatinya.
"Apa maksud kamu mengunakan kemampuan yang sesungguhnya aku tidak paham!"
"Kamu pastinya sudah banyak menonton drakor yang banyak adegan Kiss nya kan? Jadi apa kamu gak paham dengan maksudku ini?"
"Dasar mesum menyingkir'lah dari tubuhku,"gertak Bintang yang langsung mendorong Bagas dari hadapannya.
"Ingat berani berteriak maka kamu sudah berani menentang ku paham!"ucap Bagas tapi Bintang terlihat sedikit takut akan ucapannya.
"Dasar menyebalkan!" gumam Bintang yang langsung mengalihkan pandangannya dari Bagas lantaran masih terlihat kesal, sedangkan Bagas yang meliriknya ia hanya menunjukkan senyumannya pada Bintang.
Setelah memasukannya kedalam mobil, entah kemana Bagas akan membawanya pergi, berada dalam satu mobil yang sama tidak terdengar akan suara atau pun sahutan yang dilakukan diantara keduanya.
"Ini orang sebenarnya maksudnya apa sih. Dan kenapa dia sedingin ini jadi orang. Aku ada disampingnya tapi kenapa mulutnya tidak ngoceh atau pun mengajakku untuk bicara, apa dia hanya menganggap-ku hanya sebatas bayangan aja heran aku?"batinnya dengan menatap kearah gibran dengan tatapan kesalnya.
"Sebenarnya wanita ini anggap aku ini hantu atau manusia sih, jelas-jelas aku ada disampingnya tapi kenapa dia malah mengabaikan ku seperti ini. Diajak bicara atau apa kek biar gak canggung kaya gini?" batinnya yang sesekali ia melirik kearah Bintang dan tanpa diduga Bintang juga memandangnya.
"Kamu kenapa melihatku?" tanya Bintang yang spontan membuat Bahas pun memperhentikkan laju kendaraannya karena terkejut.
"Astaga apa kamu udah gila. Apa kamu ingin kita kecelakaan?"bentaknya yang kemudian Bagas pun membalasnya.
"Kamu? Sekali lagi kamu bicara maka aku sendiri yang akan mengikat mulutmu jadi diam-lah!" bentaknya balik.
"Dasar gila, sedikit baik sedikit pemarah dan sedikit perhatikan apa dia ini seseorang yang memiliki kepribadian ganda apa?" batinnya dengan menatapnya dengan tatapan tajam. Sedangkan Bagas yang melihatnya ia kembali membentaknya.
"Apa maksud kamu menatapku dengan tatapan seperti itu? tanyanya dengan tegas.
__ADS_1
"Tidak, siapa yang menatapmu, GR ," balas Bintang yang menyunggingkan bibirnya.
BERSAMBUNG