
Melihat Bintang yang semakin lama kesadarannya sudah mulai tidak stabil, ditambah lagi ia yang terus-menerus meminumnya tanpa henti membuat Tristan yang melihatnya langsung mencegah akan niatnya.
"Kamu? Bisa-bisanya kamu meminum minuman ini tambah semakin banyak hentikan lah!" ucap Tristan dengan merebut botol yang ada digenggaman Bintang.
"Hey siapa kamu, berani sekali kamu memerintahkan ku apa kamu lupa aku ini hanya istri yang tidak kamu anggap. Jadi jangan coba-coba untuk mengaturku paham!" tegas Bintang dengan kesadaran yang mulai agak hilang. Dan terus saja meminum minuman itu tanpa henti.
"Ayo ikut aku," ajaknya yang langsung menarik tangan Bintang hinga jatuh dalam pelukannya.
"Lepaskan aku! Kamu? Untuk apa kamu melarang-ku untuk jangan minum lagi kenapa? Apa kamu sangat khawatir denganku?"
"Terserah kamu mau bilang apa tapi yang jelas ayo kita pergi dari sini karena disini bukanlah tempat kamu lagi ayo!" gertaknya lagi yang langsung menggendongnya.
"Lepaskan aku! Lepas aku! Kamu mau bawa aku kemana, lepaskan aku!" ucapnya yang terus memberontak tapi Tristan tidak menggubrisnya. Mendatangi salah satu Pria yang ada didalam mobil sudah sedari tadi menunggunya, perlahan-lahan mulai memasukkan Bintang didalam mobil itu.
"Dia malam ini akan jadi milik-mu jadi terserah apa yang ingin kamu lakukan tapi yang jelas kirimkan kami foto se'engaknya sebagai bukti paham kan!"tegas Tristan.
"Tuan tenang saja aku pasti akan mengirimkan foto yang tuan mau,"balasnya.
"Oh iya aku hanya minta kamu untuk memberikan dia perhitungan selain itu kamu jangan gunakan kesempatan ini untuk kesenangan kamu apalagi sampai beraninya menodainya jadi paham kan!"
"Tuan tenang saja aku gak akan mungkin melakukan hal bejat itu, tugasku hanyalah berpura-pura tidur disampingnya hanya itu kan? Jadi Tuan tenang saja selain itu aku tidak akan bertindak macam-macam jadi tenanglah?"
"Baiklah aku pegang omongan kamu,"balasnya.
"Ya sudah kita berangkat dulu,"balasnya.
"Baiklah,"balas Tristan.
Melihat Bintang yang semakin lama kesadarannya sudah mulai tidak stabil, ditambah lagi ia yang terus-menerus meminumnya tanpa henti membuat Tristan yang melihatnya langsung mencegah akan niatnya.
"Kamu? Bisa-bisanya kamu meminum minuman ini tambah semakin banyak hentikan lah!" ucap Tristan dengan merebut botol yang ada digenggaman Bintang.
"Hey siapa kamu, berani sekali kamu memerintahkan ku apa kamu lupa aku ini hanya istri yang tidak kamu anggap. Jadi jangan coba-coba untuk mengaturku paham!" tegas Bintang dengan kesadaran yang mulai agak hilang. Dan terus saja meminum minuman itu tanpa henti.
"Ayo ikut aku," ajaknya yang langsung menarik tangan Bintang hinga jatuh dalam pelukannya.
"Lepaskan aku! Kamu? Untuk apa kamu melarang-ku untuk jangan minum lagi kenapa? Apa kamu sangat khawatir denganku?"
"Terserah kamu mau bilang apa tapi yang jelas ayo kita pergi dari sini karena disini bukanlah tempat kamu lagi ayo!" gertaknya lagi yang langsung menggendongnya.
__ADS_1
"Lepaskan aku! Lepas aku! Kamu mau bawa aku kemana, lepaskan aku!" ucapnya yang terus memberontak tapi Tristan tidak menggubrisnya. Mendatangi salah satu Pria yang ada didalam mobil sudah sedari tadi menunggunya, perlahan-lahan mulai memasukkan Bintang didalam mobil itu.
"Dia malam ini akan jadi milik-mu jadi terserah apa yang ingin kamu lakukan tapi yang jelas kirimkan kami foto se'engaknya sebagai bukti paham kan!"tegas Tristan.
"Tuan tenang saja aku pasti akan mengirimkan foto yang tuan mau,"balasnya.
"Oh iya aku hanya minta kamu untuk memberikan dia perhitungan selain itu kamu jangan gunakan kesempatan ini untuk kesenangan kamu apalagi sampai beraninya menodainya jadi paham kan!"tegas Tristan.
"Tuan tenang saja aku gak akan mungkin melakukan hal bejat itu, tugasku hanyalah berpura-pura tidur disampingnya hanya itu kan? Jadi Tuan tenang saja selain itu aku tidak akan bertindak macam-macam jadi tenanglah?"jelas Bimo mencoba meyakinkannya.
"Baiklah aku pegang omongan kamu,"balas Tristan.
"Ya sudah kita berangkat dulu,"balas Bimo.
"Baiklah,"balas Tristan.
Memasukkan Bintang kedalam mobil Bimo sendiri. Tak lama Bimo akhirnya melajukan laju kendaraannya dengan wajah seringainya. Dan sesekali ia menatap Wanita yang tidak berdaya disampingnya.
Sedangkan Tristan yang tiba-tiba merasa tak puas dengan sedikit perasaan yang tidak enak yang menyelimuti dirinya, segera melajukan kendaraannya untuk membuntuti mobil yang ditumpangi Bimo tersebut.
"Tuan Tristan benar-benar sangat bodoh! Bisa-bisanya ia ingin melepaskan Wanita secantik dia, bahkan kalau Bintang mau aku juga mau lagi menikah dengannya,"balas Bimo dengan percaya dirinya.
Sedangkan dari kejauhan Tristan yang sedari tadi membuntutinya, ia merasa curiga setelah melihat langsung laju kendaraan Bimo yang melaju dengan kecepatan sangat rendah.
"Kenapa mobil Bimo melaju dengan kecepatan sangatlah rendah ada apa? Apa Bimo berencana ingin melakukan hal diluar perintahku?"gumamnya.
"Tidak! Aku tidak bisa membiarkan semua ini sampai terjadi aku harus mencegahnya,"batin Tristan yang kemudian mempercepat laju kendaraannya untuk menghadang tepat mobil hitam tersebut.
Sedangkan Bimo yang sengaja memperlambat laju kendaraannya, ia memandang bibir manis itu, selangkah ia ingin memberikan satu kecup4an, tiba-tiba mobil langsung menghadang tepat dihadapannya dan mengakibatkan mobil keduanya tak bisa mengendalikan yang akhirnya benturan cukup keras yang membuat depan mobil sedikit ringsek.
Bimo yang tadinya ingin melakukan niat bejatnya. Seketika pandangannya teralihkan dan langsung keluar dari dalam mobilnya. Keduanya keluar pukulan kasar pun mendarat tepat mengenai pipi kanan pria itu hinga babak belur.
"Tuan? Kenapa Tuan memukulku?"tegas Bimo dengan tangan Tristan yang mencengkram kera kemeja Bimo.
"Aku kan sudah tegaskan ke-kamu jangan pernah kamu bertindak melebihi dari permintaan yang aku ajukan, tapi kenapa kamu malah bertindak ingin menciumnya?"tegasnya dengan tatapan tajam Tristan.
"Dan pukulan itu akibat karena dengan beraninya kamu berniat ingin menciumnya jadi apa anda paham?"gertaknya lagi dengan meluncurkan satu pukulan lagi tepat mengenai tubuh Bimo itu.
"Dan ini uang segepok untuk-mu terserah kamu ingin gunakan apa tapi yang jelas aku ingin kamu selalu tutup mulut mengenai soal ini. Dan berbohong mengatakan pada Sandra jika misi-mu berhasil kamu jalankan dengan sempurna paham kan!"ucapnya yang tanpa berkata langsung membuka pintu mobil dan mengangkat tubuh Bintang dari dalam sana.
__ADS_1
"Ayo ikut aku!" ajaknya yang langsung mengangkat tubuh Bintang hinga jatuh dalam pelukannya.
Melihat mobil yang ditumpangi Tristan kembali melajukan laju kendaraannya, Bimo nampak kesal .
"Sial belum juga aku puas dia sudah terlebih dulu diambil lagi olehnya, tapi ada apa dengan Tuan Tristan kenapa dia bertindak secepat ini?" ucapnya yang langsung menendang sesuatu.
"Kamu mau bawa aku kemana lepaskan aku! Lepaskan aku!"ucap Bintang yang terus terucap biar pun pandangannya masih terpejam. Dan Tristan yang mendengarnya ia tak menghiraukannya.
"Tristan ... Tristan kamu itu sebenarnya gila atau apa? Kamu selama ini bersikap dingin dan jahat! Tapi kenapa melihat dia hampir dilecehkan kamu kenapa malah melindunginya aneh! Tapi apa benar jika aku sudah mulai menyukainya? Dan apa yang aku lakukan ini termasuk bukti jika aku tidak mau ia jatuh ke tangan pria lain, apalagi pria itu adalah Pria bajingan biar pun aku sendiri yang membayarnya?"ucap Tristan dengan pandangannya yang memandang kearah Bintang secara terus menerus.
Tak lama akhirnya mereka telah sampai disalah satu hotel, masuk kedalam tanpa ada seorang pun yang curiga, Tristan kemudian masuk kedalam kamar, berniat ingin merebahkan tubuh Bintang diatas ranjang, Bintang terlebih dulu memberontak ingin diturunkan.
Setelah menurunkan bintang, Bintang yang hendak ingin jalan ia tak kuat menahan tubuhnya dan akhirnya tersungkur kelantai.
"Lihat'kan masih belum pulih jadi jangan coba-coba untuk memberontak sini aku bantu!"tawar Tristan yang ingin membantunya, tapi dengan sigap Bintang menepis tangan Tristan darinya.
"Kenapa? Kenapa orang-orang pada jahat kepadaku kenapa?"tangisnya pecah, Tristan yang mendengar akan ucapan itu langkahnya pun seketika terhenti.
"Apa maksud kamu?"tanya Tristan yang masih merasa bingung.
"Kamu? Iya kamu pria jahat yang sangat aku benci! Bahkan ingin rasanya aku membunuhmu langsung ditangan-ku ini karena kamu? Hidupku jadi menderita dan merasakan semua rasa sakit ini. Kamu Pria kejam yang tidak punya hati yang bisanya hanya menyakiti dan menyakiti hati seorang Wanita kamu jahat! Kamu jahat! Dan kamu tidak lebih dari seorang iblis aku sangat membencimu jadi jangan dekati aku pergi!"
"Berhentilah omong kosong kamu harus istirahat ayo aku bantu!"tawarnya yang mencoba membantu tapi lagi-lagi Bintang menepis tangan Tristan darinya.
"Kenapa? Kenapa di-dunia ini tidak ada seorang pun yang peduli padaku Kenapa? Kenapa semua orang jahat dan terus-menerus ingin menindas-ku tanpa ampun apa salahku? Apa? Apa seorang anak yatim yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya memang pantas untuk ditindas seperti ini? Aku juga manusia tapi kenapa orang-orang menganggap-ku sangatlah lemah kenapa?"
Aku sudah sangat bosan berpura-pura baik-baik seolah-olah seperti tidak ada masalah yang terjadi padaku aku sudah sangat bosan! Dan sudah tidak ada gunanya lagi bagiku untuk bertahan hidup dengan cara seperti ini tidak ada!"
Melihat diatas nakas yang terdapat buah dan pisau yang tajam, ia dengan sigap langsung mengambilnya dan berencana ingin melukai tangannya dengan pisau tajam itu.
Tristan yang mengetahuinya dengan sigap ia lantas langsung merebutnya.
"Kamu? Apa yang ingin kamu lakukan? Apa kamu sudah gila lepaskan! Lepaskan!"tegasnya yang mencoba merebut pisau itu dari tangan Bintang.
"Jangan halangi aku! Aku ingin mati karena dengan begitu hidupku akan berakhir dari semua penderitaan ini lepaskan aku! Lepaskan aku!
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN EPISODE CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA DENGAN ( NAMA PENA : TIE TIK ) KARYANYA GAK KALAH SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN SAMPAI LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA MASIH 🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.