
Tak tahan dengan ejekan yang dilontarkan Sandra. Bintang yang tadinya sudah membelakangi Sandra kini langkahnya pun kembali mengarah kearah Sandra.
Dan tak lupa tangannya yang hendak akan memberikan satu tamparan pada Sandra, niatnya pun terhenti setelah tiba-tiba seseorang pun datang dan menghalanginya dengan mencengkram tangannya kanannya dan seseorang itu yang tak lain dia adalah Tristan.
"Berani sekali kamu melakukan ini lagi, bukannya aku sudah mempertegaskan ke-kamu tapi ternyata ucapan-ku sama sekali tidak ada artinya bagimu."ujar Tristan dengan memberikan tatapan tajamnya kearah Bintang.
"Kenapa aku harus menuruti apa kata kamu, bukannya kamu sendiri yang bilang kalau aku telah memperlakukan dia dengan jahat, jadi sekarang aku sudah membuktikannya jadi untuk apa kamu harus marah sama aku. Bukannya jika kita melakukan sesuatu kita perlu bukti untuk membuktikan dan meyakinkannya dan sekarang aku sudah membuktikannya padamu jadi kamu lega kan sekarang?"balas Bintang yang tanpa berkata ia langsung menghempaskan cengkraman Tristan darinya.
"Dan kamu Wanita ular, ini kan yang kamu inginkan dari dulu. Dan sekarang aku mengalah jadi nikmatilah masa-masa kalian, dan kamu Tristan aku menyesal karena selama ini aku sudah hidup dalam rumah tangga dengan-mu. Dan aku juga menyesal karena aku sudah memiliki perasaan sedikit kepercayaan akan dirimu bagiku perasaan ini seperti lah sampah. Terima kasih karena kamu sudah memberikan luka ini dan luka yang aku rasakan ini mungkin aku tidak akan pernah bisa untuk aku melupakannya. Dan satu hal lagi yang perlu kamu ketahui.
Kemudian Bintang pun melepaskan cincin berlian yang melekat disalah satu jari tengah Bintang. Setelah berhasil melepaskannya bintang pun kemudian menunjukkannya tepat dihadapannya Tristan.
" Dan satu hal lagi yang aku lupa dan harus kamu terima. Karena aku sudah tidak butuh lagi cincin ini karena bagiku cincin ini sudah tidak ada artinya lagi jadi ambillah ini!"
Dengan sengaja bintang pun melemparkan cincin tersebut tepat dihadapan Tristan. Melihat tindakan apa yang dilakukan Bintang saat ini, Tristan hanya bisa menatapnya dengan tatapan tajam tanpa ada suara mau pun berlawanan yang dilakukannya.
"Dan untuk denda yang harus aku tebus kamu tenanglah aku akan menebus semuanya karena aku sudah tidak perlu dengan banyaknya uang yang kamu berikan kepadaku, selamat! Selamat atas kehancuran yang akan kamu capai nanti Tuan Tristan!"
Tanpa mengucapkan satu kalimat lagi pada Tristan, Bintang pun akhirnya membalikkan tubuhnya dan membelakangi mereka. Langkahnya pun perlahan-lahan mulai meninggalkan mereka tidak ada ucapan mau pun kata yang terlontar pada mulut bintang dan yang bisa ia lakukan sekarang hanya berjalan dan berjalan menjauhi mereka.
"Tristan kenapa kamu hanya diam saja, kenapa kamu tidak mengejarnya?"tanya Sandra yang seketika membuyarkan lamunan Tristan yang sedari tadi telah melamun-kan sesuatu.
"Sudahlah biarkan saja dia pergi, dia sendiri yang sudah memutuskan jadi untuk apa aku harus mempertahankannya. Jadi sudahlah lupakanlah mendingan kita pergi dari sini sekarang," ajak Tristan yang kemudian Sandra pun menyetujuinya. Sama-sama saling membelakangi Tristan dan Sandra pun akhirnya ikut pergi tapi berbeda arah.
__ADS_1
"Akhirnya berhasil juga aku menyingkirkan Wanita itu jadi Nyonya di Rumah,"batin Sandra dengan tersenyum sinis
"Bagiku ini adalah keputusan yang paling tepat untuk aku ambil. Aku tidak masalah jika harus menjanda mau pun hidup terlunta-lunta, karena bagiku hidup didalam Rumah mereka itu lebih menyakitkan yang ada aku malah bakal ma*i secara perlahan karena ulah mereka. Maafkan hamba Tuhan maafkan hamba, maafkan hamba jika hamba harus mempermainkan yang nama pernikahan maafkan hamba.
Langkah yang pelan, ditambah lagi awan mendung yang nampak terlihat gelap, tetesan hujan pun perlahan-lahan mulai bergombolan menjadi satu yang akhirnya dalam hitungan menit, tetesan hujan itu menjatuhi tubuh Bintang hinga membuatnya basah kutub.
Rasa dingin akibat tersiramnya air hujan tidak membuat langkahnya terhenti. Ia terus berusaha berjalan dan berjalan untuk menemukan tempat yang cocok untuk ia beristirahat.
Akan tetapi belum juga ia menemukan tempat yang cocok, sebuah mobil berwarna putih pun melaju dari arah belakangnya dengan kecepatan cukup tinggi.
Entah disengaja atau tidak, mobil itu pun telah menubruk Bintang hinga tubuhnya pun terpental, bahkan koper yang ia gandeng kini pun melayang ditengah jalan.
Dipenuhi dengan rasa takutnya, tanpa memperdulikan kondisi Wanita yang dalam keadaan tergeletak dan berlumuran banyak darah, orang itu pun dengan teganya meninggalkannya sendiri tanpa mau menolongnya terlebih dulu.
Sesaat orang itu pergi meninggalkan tempat kejadian, ada seseorang mengendarai mobil hitam yang kebetulan lewat jalan itu, dan melihat ada seseorang yang tergeletak tak berdaya di tengah jalan.
"Tuan, kayaknya di lokasi ini rawan pembegalan, coba Tuan Richard lihat ditengah jalan ada seseorang yang tergeletak apa itu salah satu rencana dari si pelaku begal untuk menjebak kita agar kita keluar?"tanya balik supir.
"Kamu yakin kalau ini salah satu taktik cara pembegalan?" tanyanya yang tidak percaya.
"Iya saya yakin. Karena sudah banyak cara para pelaku begal yang bertindak dengan cara sama seperti ini,"balasnya lagi.
"Mendingan sekarang kamu lajukan kendaraan ini tepat di samping seseorang yang tergeletak itu?"pinta yang kemudian sahutan terkejut dari supirnya.
__ADS_1
"Tapi Tuan? Ini sangat berbahaya?"
"Apapun yang terjadi, saya sudah menerima resikonya jadi cepat kita samperin seseorang itu. Aku sudah punya penjagaan beberapa senjata jadi jika ini beneran taktik para begal, maka langkah cepat kita menyerangnya balik," ucap Richard yang kemudian Maikel menjalankan lagi laju kendaraannya.
"Sudah Tuan, sekarang apa yang ingin Tuan lakukan? Haruskah kita turun dari dalam mobil?"tanya supir yang nampak cemas dengan kewaspadaannya.
"Jika kamu tidak berani untuk keluar, biar aku aja yang keluar!" balasnya yang kemudian Richard pun segera turun. Sesampainya ia ditempat seseorang itu ia pun segera membalikkannya, betapa terkejutnya dia saat ia tahu jika seorang itu adalah seorang Wanita.
"Astaga apa yang terjadi pada wanita ini? Apa dia jadi korban tabrak lari, denyut nadinya masih ada, dia masih bernyawa aku harus memanggil ambulance sekarang!"ucap seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah Richard ,
"Tuan apa yang terjadi? Apa dia sungguhan sedang terluka?"tanya Supir dengan wajah kepanikannya.
"Iya, dia sungguhan terluka, aku rasa dia korban tabrak lari segera panggilkan ambulance sekarang!" perintahnya.
"Baik Tuan saya akan segera memangilnya," balasnya yang kemudian ia pun menghubunginya.
Tak berapa lama mobil ambulance pun akhirnya telah sampai di Rumah sakit Citra medika yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian tadi. Dan hampir 30 menit lamanya Bintang telat mendapat pertolongan, wajah Bintang yang tadinya segar, kini pun terlihat sangat pucat.
Bintang yang berada diatas brankar Rumah sakit dengan cepatnya orang-orang pun langsung memasukkannya keruang ICU lantaran kondisinya yang sudah sangat memperihatinkan, dan harus segera ditangani segera.
Dokter dan Suster yang melihat kondisi Bintang, dengan segera mereka pun memeriksanya dan tak lupa memasangkan infus.
" Pasien sudah banyak kehilangan darah, dan sekarang detak jantungnya sudah mulai melemah, kita harus memberi pertolongan pertama dengan melakukan tindakan operasi saat ini juga, jadi cepat kamu keluar dan beritahu keluarganya sekarang. Karena kita sudah tidak punya banyak waktu!"perintah Dokter yang menanganinya.
__ADS_1
"Baik Dokter!" balas Suster yang tanpa menunggu lagi, ia pun keluar dari ruang ICU.
BERSAMBUNG.