ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( " 18-19 Akankah Bagas akan benar melakukannya " )


__ADS_3

"Aku rasa ini kesempatan tepat untuk aku gunakan, dia terlihat Wanita bodoh karena serasa dia sangat mengagumi-ku lantaran wajahku yang sangat mirip dengan mantan Suaminya. Apa aku gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan uang darinya saja?"batin Bagas yang terus memperhatikannya dengan tatapan liciknya.


"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu?"tanya Bintang yang membuyarkan lamunannya.


"Baiklah jika itu mau kamu aku akan menerima tawaranmu itu, aku cukup sulit mendapatkan gaji besar apalagi hutang padamu sebesar 100 juta dengan dana sebanyak itu apa aku bisa membayar semua itu jadi baiklah aku menerimanya."


"Baiklah jika kamu sudah bersedia, Andra?" Memangil Andra, kemudian Andra pun menghampirinya.


"Iya Nyonya?"


"Berhubung aku sudah mendapatkan seseorang yang aku inginkan kamu gak masalah kan kalau jabatan kamu akan aku ganti? Tapi kamu tenang aja sebagai gantinya kamu bisa menjadi Supir sekaligus Bodyguard dengan bayaran yang sama seperti dulu kamu bersedia? Karena sekarang aku ingin Bagas lah yang menjadi sekretaris-ku jadi gimana apa kamu bersedia?"


"Baik Nyonya jika itu sudah jadi pilihan Nyonya saya bisa apa,"balas Andra yang hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Baiklah kamu bisa pergi sekarang, aku sekarang belum meminta kamu untuk bekerja jadi pulanglah dan temui Rasya aku rasa dia sudah sangat merindukan ayahnya,"pinta Bintang.


"Baiklah." Tanpa berkata mau pun menunjukkan sifat terima kasihnya, dirinya segera pergi dari hadapan Bintang dan juga Andra.


"Apa nyonya yakin ingin memberikan jabatan itu padanya? Bukannya saya tidak setuju tapi ini terlalu cepat Nyonya, bukan lagi kita belum ada bukti jelas apa dia benar-benar saudari Tristan apa Nyonya serius dengan keputusan anda ini?"


"Ini sudah jadi pilihanku, Jika dia benar-benar bukanlah kembaran Tristan aku sudah terima akan resikonya nanti."


"Tapi apa Nyonya sadar resiko terbesar yang akan nyonya dapatkan? Nyonya akan lebih sulit melupakan Tuan Tristan, dengan memandang setiap hari Bagas maka itu artinya Nyonya akan selalu terbayang-bayang akan wajah Tuan Tristan yang akhirnya membuat Nyonya malah semakin tambah menyukainya, jadi sebelum semuanya terjadi Nyonya harus menghentikannya dan mungkin jika cara itu tidaklah berhasil, dengan menghindar kontak mata dengannya Nyonya akan bisa menghambat masa-masa itu, aku harus pergi kabari saya kalau nyonya membutuhkan saya Nyonya permisi!"


"Baiklah,"balas Bintang yang tak terasa untuk berfikir akan nasehat yang diberikan Andra barusan


"Sekarang hari pertama kamu kerja disini jadi selama jadi anak baru aku ingin kamu mematuhi semua permintaan aku termasuk apapun yang aku minta apa kamu bersedia?"


"Baiklah apapun yang kamu minta aku akan mempersetujuinya jadi sekarang apa yang harus lakukan?"

__ADS_1


"Berhubung hari ini aku ada jadwal bertemu dengan rekan bisnis yang ingin merencana kerja sama, aku putuskan semuanya kamu yang menghandlenya apa kamu tidak keberatan?"


"Apapun permintaan kamu aku akan aku menyetujuinya


"Tapi alangkah baiknya kamu panggil aku dengan sebutan Nyonya karena kamu kan sekretaris-ku jadi tidak sepantasnya kamu memanggilku dengan sebutan kamu atau apalah itu?"


"Baiklah.


"Tapi sebelum kamu berangkat ambillah ini?" Memberikan satu buah jas hitam mewah, Bagas yang melihat nampak tercengang kenapa Bintang memberikan untuknya.


Ditambah lagi hadirnya beberapa pegawai salon yang tiba-tiba datang membuat Bagas yang tidak tau menahu nampak bingung dengan apa yang akan terjadi.


"Ini apa maksudnya kenapa nyonya memberikan aku jas mewah ini? Mereka? Untuk apa mereka juga datang kesini?"tanyanya.


"Sebelum kita menemui rekan bisnis aku harus terlebih dulu merubah penampilan kamu, agar kamu tidak mempermalukan aku jadi masuklah mereka akan merubah penampilan kamu!"


"Apa ini harus? Bukannya yang ingin menemuinya Nyonya sendiri kenapa harus aku yang di make'over?"


"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan Nyonya saya bersedia menerima semua saran Nyonya.


Jika kebanyakan orang akan merubah penampilan Wanita untuk mempercantik dirinya, kini apa yang dilakukan Bintang berbeda jauh dari kebanyakan orang. Setelah hampir beberapa menit pihak salon melakukan kewajibannya untuk merias sekaligus merubah penampilan akan diri Bagas dari yang sebelumnya.


Tak menunggu lama akhirnya pihak salon keluar dari dalam ruangan tersebut, menghampiri Bintang yang sedari tadi sibuk dengan membaca buku majalah tersebut.


"Nyonya kami sudah melakukan apa yang nyonya minta silahkan keluarlah!"Memangil seseorang dari dalam ruangan yang tak lain adalah Bagas sendiri.


Pandangan Bintang yang tadinya sibuk pada buku majalah yang sudah tersedia untuk pelanggan, kini lirikan Bintang beralih menatapnya, pandangannya yang menatapnya dengan tatapan ketulusan melirik kebawah sampai keatas ia nampak takjub akan rupa wajah Bagas yang sangat-sangatlah mirip dengan Tristan tanpa ada perbedaan sekali pun.


Mengenakkan jas hitam bersetelan kemeja putih, dirinya nampak terlihat sangatlah tampan, Bintang yang sedari tadi tak henti-hentinya memandanginya kini langkahnya perlahan-lahan mulai menghampirinya.

__ADS_1


Melangkah kakinya mendekati arah dimana Bagas berdiri dengan tegaknya, tangan Bintang kemudian ia arahkan untuk menyentuh dagu Bagas yang seakan-akan seseorang yang ia pegang adalah Tristan sendiri.


Bagas yang hanya bisa terdiam ketika Wanita lain menyentuh dagunya, ia nampak sedikit kukuh bahkan tatapan yang diberikannya nampak ikut menikmati dan menghormatinya.


"Biar pun seseorang yang aku lihat bukanlah dirimu yang asli? Tapi aku cukup senang akhirnya bisa melihat wujud yang sama ... Mata yang sama biar pun pada aslinya apa yang aku lihat bukanlah asli seseorang yang sebenarnya yang aku inginkan sudahlah ayo kita berangkat!"


"Baiklah!"


"Sekali lagi terima kasih atas bantuan semuanya,"ucap Bintang yang kemudian mendapatkan anggukan dari beberapa pelayan salon yang telah ia sewa


"Iya sama-sama nyonya,"balasnya secara bersamaan.


Ketiganya yang berada dalam mobil nampak tak terdengar akan suara saling bersahutan yang terjadi antara Bintang, Bagas dan juga Andra yang sedari hanya terdiam fokus pada urusannya masing-masing.


Sesaat kemudian Bagas yang merasa diasingkan, pandangannya mulai ia arahkan pada arah dimana mobil ini membawanya pergi.


"Arah ini? Kenapa kita mengarah kemari apa maksud dan rencana kalian sebenarnya?"tanya Bagas pada kedua seseorang yang ada dihadapannya.


"Aku sengaja mendatangi Perusahaan ini karena aku ingin melihat seperti apa tanggapan dari kedua orang penghianat yang sudah menghancurkan dirimu sehingga membuatmu takluk akan mereka. Aku cukup penasaran melihat tanggapan bahkan ekpresi mereka saat melihatmu dengan penampilan dan gelar yang berbeda ?"ucap Bintang.


"Maksud kamu? Kamu ingin membohongi mereka dengan berkata jika akulah CEO dari perusahaan ini?"


"Iya? Aku memang sedang merencanakan ini. Aku sengaja mengatur semuanya karena aku ingin kamu menunjukkan siapa kamu pada mereka, biar pun ini hanya sesaat aku ingin kamu melihat apa Wanita yang kamu cintai sungguhan mencintai kamu atau mungkin dia hanya mencintai akan kekayaan saja? Aku tau kamu ditakdirkan menjadi miskin tapi aku tau dari dalam hati kamu kamu bukanlah seperti itu jadi sudahlah nurut sama apa perkataan aku paham kan?"


"Baiklah Nyonya saya akan mematuhinya,"balas


REKOMENDASI CERITA SERU DAN MENEGANGKAN MAMPIR YA


__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2