
Dengan berusaha Tristan pun menekan jantung Bintang hingga beberapa kali. Dan akhirnya apa yang Tristan inginkan pun terkabul juga, Jantung Bintang yang tadinya telah terhenti, secara tiba-tiba tak lama kemudian denyut nadinya pun kembali muncul bahkan Bintang akhirnya bisa mengeluarkan semua air yang tadinya masuk dalam tubuhnya.
"Alhamdulillah Bintang kamu sudah sadar kembali?"ucapnya yang kemudian membopong tubuh Bintang ia ajak pergi.
****
"Gimana Dok keadaan Istri saya ini apa dia kondisinya udah mulai membaik?"tanya Tristan pada salah satu dokter laki-laki yang baru aja memeriksa Bintang tadi.
"Anda tidak perlu kawatir, keadaanya udah mulai membaik sekarang. Dan Istri Tuan juga sudah tersadar hanya saja dia masih merasa sangat lemas lantaran kebanyakan kemasukan air akibat tengelam tadi?"
"Oh syukurlah kalau gitu?"
"Baiklah kalau gitu saya tinggal dulu, dia harus banyak istirahat jadi saya harap istri anda jangan diganggu dulu?"
__ADS_1
"Baik dok kita tidak akan menggangunya, sekali lagi terima kasih?"
"Iya sama-sama ya sudah silahkan masuk. Dan tengok istri anda tapi ingat jangan ada yang membuat keributan ya?"
"Baiklah Dok!"
"Ya sudah mari saya tingal dulu,"ucap Dokter.
"Baik Dok,"balasnya berlalu Tristan pun masuk sesaat Dokter pun pergi.
"Apa maksud kamu kenapa kamu malah memarahiku seperti ini, aku sungguh-sungguh tidak berniat ingin berenang mau pun menceburkan diri kesana, sesampainya ditempat itu tanpa kesadaran aku ternyata ada orang yang dengan tiba-tiba langsung memukulku dengan mengunakan sebuah balok kayu, yang akhirnya seketika itu juga aku tidak sadarkan diri?"balas Bintang dengan cara berkata yang masih terlihat lemas.
"Maksud kamu? Ada seseorang yang sengaja memukulku? Apa kamu sempat melihat siapa wajah seseorang itu?" tanya Tristan yang seketika membuat pandangan Bintang mau pun Sandra pun beralih menatapnya.
__ADS_1
"Tidak. Aku tidak tahu seperti apa wajah dari seseorang itu. Apa mungkin kamu Sandra orang yang telah memukulku tadi?" tanya Bintang yang spontan membuat pandangan Tristan pun beralih menatap kearah Sandra.
"Apa maksud kamu, kamu tidak bisa menuduhku tanpa adanya bukti, biar pun kita ini tidaklah dekat tapi mana mungkin aku melakukan tindakan sejahat itu?"timpal Sandra yang mencoba menahan raut wajah takutnya.
"Kamu itu ceroboh bisa aja kalau kamu itu sedang terpeleset dan akhirnya kamu itu jatuh ke Kolam, jadi gak seharusnya kamu harus menyalahkan aku, lagian kamu tidak punya bukti jadi kamu belum cukup untuk menuduhku paham!"
"Tapi aku berani jujur, aku tidak lagi terpeleset pada waktu itu. Aku benar-benar sadar jika sungguh-sungguh ada seseorang yang telah memukulku. Baiklah kalau kamu tidak percaya kamu bisa memeriksa pundak-ku apa ada bekas lebam merah yang masih tertinggal disana?"
"Sini biar aku yang melihatnya!"
Perlahan-lahan Tristan pun membuka sedikit kain yang berada pada lingkaran leher Bintang dan benar nyatanya.
"Ini beneran luka akibat pukulan benda tumpul, jadi benar kalau Sandra-lah orang yang melakukan semua ini? Apa dia sudah tau jika aku telah membohonginya?" batin Tristan yang kemudian ia pun memberi tatapan sedikit tajam kearah Sandra dan juga Bintang.
__ADS_1
BERSAMBUNG.