ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( " 10 Mengetahui semuanya " )


__ADS_3

Terlihat seorang Wanita berjalan sendiri sembari kedua tangannya yang membawa dua bingkisan tas sehabis shopping dari dalam tempat tersebut. Seseorang yang tak lain adalah Revi, dirinya lalu menurunkan barang belanjaannya dan mengambil ponselnya setelah sadar jika ada seseorang yang barusan memberikan pesan lewat WhatsApp.


"Itu pasti Alex?"ucapnya lalu ia pun membuka dan membawa satu persatu isi dari pesan tersebut.


"Aku tunggu kamu di hotel cepat datanglah mumpung aku tidak ada kerjaan." Beberapa ketika telah Revi baca, wajah bahagianya nampak terlihat jelas dari raut wajahnya saat ini.


"Alex memang tipe laki-laki yang selama ini aku cari, dia memang selalu ada dan akan selalu ada disaat aku sedang membutuhkan tidak seperti Pria yang sekarang menjadi Suamiku,"gumamnya yang yang terlihat menyunggingkan bibirnya.


Dirinya lantas hendak akan masuk kedalam mobil, belum juga dia masuk, seseorang yang bersama satu temannya mengendarai sepeda motor langsung menjambret ponsel yang masih di genggaman Revi, alhasil ponsel yang tadinya aman ditangannya kini pun raib dibawa dua penjambret tersebut.


Berteriak meminta bantuan pun hasilnya sia-sia lantaran tempat yang dia tempati sangatlah sepi, hanya terlihat langkah beberapa orang yang cukup jauh dari langkahnya saat ini.


"Ponselku? Gila penjambret itu bisa-bisanya dia menjambret ponselku mana sepi lagi? Sudahlah aku harus menemui Alex agar aku bisa meminta ponsel baru,"celetuknya yang kemudian ia pun bergegas masuk kedalam mobil setelah semuanya ia masukkan kedalam.


Dilain tempat, seseorang yang terlihat sendirian menunggu akan hadirnya seseorang disalah satu taman, dua orang yang tak lain si penjambret tadi terlihat mulai menghampirinya. Dan seseorang yang sedang menunggu yang tak lain adalah Bagas sendiri.


"Ini aku sudah menjambret ponsel yang kamu perintahkan ada apa Bagas apa kamu ada masalah sehingga kamu menyuruhku untuk menjambret ponsel milik Istrimu sendiri?"tanya seseorang yang tak lain adalah sahabatnya.

__ADS_1


"Aku sengaja menyuruhmu untuk membantuku mendapatkan ponsel ini karena dari dalam sinilah semua fakta bakal aku dapatkan nanti, termasuk rahasia apa yang sudah disembunyikan Revi,"balas Bagas.


"Aku akan selalu mendukungmu apa yang kamu mau dan kamu lakukan saat ini, sebagai sahabat aku hanya mampu memberikan bantuan-ku lewat ini, jadi sekarang lakukan apa kamu inginkan aku harus pergi karena aku tidak mau ada seseorang yang akan mengenaliku gara-gara menjadi seorang penjambret dadakan?"


"Baiklah sekali lagi terima kasih atas bantuannya, berhati-hatilah!"


"Iya sama-sama Bagas, ya sudah aku cabut dulu!"


Pergi dari pandangan Bagas, Pria yang tak lain adalah temannya terlihat celingak-celinguk memperhatikan suasana aman. Sedangkan Bagas yang sudah mendapatkan apa yang dia mau, dia melihat ponsel hitam yang sudah ada digenggaman-nya.


"Bukan aku yang berani main curang seperti ini Revi, tapi kamu sendirilah! Kamu sendirilah yang menginginkan semua ini. Dan dari dalam sinilah aku bakal tau apa sebenarnya rahasia yang sudah kamu sembunyikan dariku,"batinnya dengan tatapan tajamnya.


Mengecek salah satu aplikasi yang tak lain adalah WhatsApp, dirinya lalu mencari nama-nama yang tertera pada layar ponsel milik Revi sendiri.


Setelah mengecek beberapa nomor yang dirasa dia mengenalnya, dia kemudian dikejutkan dengan nada dering yang tiba-tiba berbunyi, tak diselimuti rasa curiga lantaran yang menelfon adalah Alex sahabatnya sendiri. Akan tetapi tak lama dia terlihat mencurigai lantaran nama yang tertera pada ponselnya adalah Alex Q


"Alex untuk apa dia menelfon Revi? Dan nama yang tertera pada ponsel Revi kenapa ada ada tambahan Q,"batinnya yang kemudian dia pun mengangkatnya.

__ADS_1


📞" Sayang kamu itu lama sekali sih jawabnya aku kangen tau. Oh iya aku minta kamu segera datang kesini ya karena aku sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu datang ya?" Bagaikan tersambar petir disiang bolong, Bagas yang tadinya sama sekali tidak menaruh rasa curiga sama sekali, kini jantungnya serasa ingin berhenti setelah mendengar akan ucapan Alex yang mengatakan panggilan sayang pada Istri sahabatnya sendiri.


"Ini tidak mungkin? Ini tidaklah mungkin?"batinnya.


📞" Sayang kamu kenapa malah diam aku ini sedang berbicara denganmu apa kamu ada masalah? Baiklah kalau kamu sedikit ngambek padaku karena aku abaikan kamu seharian besok kamu datang aja ke hotel-ku disana kamu akan mendapatkan balasannya nanti.


Tak tahan mendengar semuanya, jari Bagas seketika mematikan sambung telfonnya. Sedangkan Alex sendiri yang belum banyak berbicara, dirinya nampak terkejut melihat sambungan teleponnya yang seketika langsung terputus.


"Aku sama sekali tidak akan menyangka kamu akan setega ini sama aku Lex? Kamu sahabatku tapi kenapa harus kamu yang menjadi orang ketiga dalam kerusakan rumah tangga sahabat kamu sendiri kenapa?"


Dipenuhi rasa amarah sekaligus emosi yang sudah semakin membuat amarahnya memuncak, tangannya yang sudah tak terkendali, tak tahan lagi akhirnya ia lepaskan hinga beberapa kali memukul setir mobil yang berada dihadapannya.


"Tidak Bagas kamu tidak boleh lemah karena melampiaskan semua kemarahan kamu pada tubuhmu sendiri kamu tidak boleh melakukannya." Melajukan dengan segera laju kendaraan menuju ketempat yang ingin dia tuju, berbeda dari Bagas, Alex yang terlihat melamun dan merenung memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Revi barusan.


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN CERITA INI, ALANGKAH BAIKNYA SEMPATKAN JUGA UNTUK MAMPIR DISALAH SATU KARYA YANG TAK KALAH KEREN. DAN PASTINYA SETIAP EPISODE AKAN BIKIN JIWA KALIAN AKAN MERONTA-RONTA. YUK SINGGAH DULU DISINI


BERIKUT BLURNYA

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2