
Lantaran tidak mau mendekam di Rumah sakit terlalu lama. Akhirnya Sandra pun meminta ijin pulang lebih pulang. Dan setelah berhasil merayu Tristan ia pun akhirnya dapat persetujuan juga untuk meninggalkan Rumah sakit itu.
Setelah membaringkan Sandra diatas ranjang tempat tidurnya, Tristan pun mengatakan sesuatu pada Adiknya yang sedari tadi berada disampingnya.
" Andara saya minta tolong mulai sekarang aku minta jaga Kakak ipar kamu dengan sangat baik. Dan aku juga minta sama kamu tolong awasi gerak-gerik Bintang mulai saat ini dan jangan biarkan dia untuk memasuki kamar Sandra karena aku tidak ingin kejadian seperti kemaren terjadi lagi jadi kamu paham kan?"
"Iya Kak aku paham. Dan aku akan menjaga Sandra dengan baik mulai sekarang,"balas Andara yang sesekali ia pun menatap balik kearah Bintang dengan tatapan sinisnya.
"Se'takut itukah kamu jika Sandra akan terluka?"timpal Bintang yang seketika membuat pandangan Tristan pun berganti balik menatapnya.
"Iya. Karena di Rumah ini ada penjahat sepertimu apa kamu paham?"timpal Tristan yang tanpa menunjukkan wajah senyumnya pada Bintang, beralih dirinya pergi dari pandangan Bintang.
Terduduk di bangku dekat cermin riasnya sembari meratapi nasibnya dan menatap wajahnya yang terpantul didalam cermin itu.
"Semakin hari dia tambah semakin tidak mempercayaiku, harusnya aku sadar semua ini tidak akan mungkin terjadi jika aku tidak melakukannya secara ceroboh. Jika waktu itu aku tidak mendatangi tempat itu mungkin kesalahpahaman ini tidak akan berlanjut lebar seperti ini. Dan Sandra dia Wanita yang sangat licik, dia bisa aja menggunakan beberapa cara licik untuk mendapatkan apa yang dia mau termasuk menyogok Satpam itu.
Dan aku yakin Satpam itu bukanlah Satpam asli melainkan dia adalah Satpam gadungan yang ditugaskan Sandra untuk melancarkan aksinya ini. Bintang ayo bangkitlah! Ayo bangkitlah aku yakin kamu pasti bisa bangkit dari kehancuran ini aku yakin kamu pasti bisa bangkit. Jika aku hanya berdiam diri seperti ini yang ada Sandra akan tambah menjadi, dan yang perlu aku lakukan sekarang aku harus lari dari semua ini dan aku harus membuktikan pada Tristan kalau dia salah karena dia telah mempercayai bajingan itu seperti Sandra. Sekarang aku harus cari ide untuk bisa menjebak Sandra agar dia mau mengaku semuanya, iya aku harus menjebaknya." bangkit dan tempat duduknya dan mengusap air matanya ia pun akhirnya tersenyum untuk menjalankan aksinya ini.
__ADS_1
Melihat Sandra yang masih terbaring diatas ranjang dengan keadaan bersantai, bintang yang melihatnya ia pun akhirnya sudah tidak tahan lagi yang kemudian dengan cara paksa ia pun menarik Sandra agar bangkit dari tempat tidurnya.
"Ayo ikut aku!"tegas bintang yang tanpa memberi ampun dia langsung menarik tangan Sandra dengan sangat kasar dan tidak memperdulikan jika Sandra merasa kesakitan akibat cengkraman kasar yang Bintang lakukan.
"Apa yang kamu lakukan. Dan kemana kamu akan membawaku, kenapa kamu membawaku kesini, apa kamu berniat inggin mencelakai ku lagi?"tanya Sandra yang terkejut melihat Bintang yang membawanya naik keatas blangkon.
"Diam. Aku sudah cukup bersabar menahan semua ini, dan aku sudah cukup bersabar menghadapi Wanita licik sepertimu jadi cepat katakan padaku, semua ini rencana licik kamu bukan! Rencana licik yang kamu gunakan untuk membodohi Tristan cepat katakan!" tegas Bintang dengan dia yang sengaja mengancam Sandra dengan inggin mencekik Sandra yang dimana belakang Sandra hanyalah pagar pembatas dari blangkon tersebut.
"Bintang apa kamu inggin membunuhku sekarang?"tegas Sandra yang terlihat ketakutan melihat Bintang terlihat sangatlah marah.
"Iya memang aku sengaja menjebak-mu karena aku inggin mendapatkan Tristan seutuhnya tanpa harus berbagi Suami denganmu. Dan awalnya aku memang sengaja inggin membunuhmu tapi setelah itu aku sadar jika tempat itu terdapat-lah Cctv yang pengintai di wilayah tersebut.
Dan sekejab aku pun mendapatkan ide yang dimana didalam kejadian itu seakan-akan kamulah yang sengaja inggin membunuhku dan semua berhasil dengan sangat sempurna bukan, dan sekarang rencana-ku berhasil dengan sangat sempurna karena aku bisa dengan sangat lega lantaran bisa puas melihatmu menderita dan menderita secara terus menerus.
Apalagi Melihat Tristan yang sangat membencimu aku tambah semakin semangat untuk menghancurkan hubungan kalian ini,"balas Sandra dengan menunjukkan sinisnya. Tak terima mendengar perkataan yang barusan dikatakan Sandra, Bintang pun akhirnya memberikan satu tamparan tepat mengenai pipi kanan Sandra.
Plak..
__ADS_1
"Kamu, berani sekali kamu memukulku?" ucap Sandra yang begitu terkejut lantaran Bintang yang dengan beraninya memberikan tamparan itu kepadanya.
Baru aja Sandra inggin menampar Bintang dengan tangan kanannya yang sudah melayang dan siap menimpa pipi Bintang. Bintang yang melihatnya ia lantas Langsung menangkap dan mencengkram tangan Sandra dengan sangat kasar lagi.
"Ingat jangan coba-coba kamu berani menyentuhku lagi. Karena aku tidak akan sudi pipiku yang lembut ini akan tersentuh oleh tangan kotor-mu jadi singkirkan itu!" bentak Bintang yang tanpa aba-aba ia pun langsung menghempaskan tangan Sandra.
"Berani kamu berkata seperti itu. Apa kamu tidak lupa dengan siapa kamu berhadapan sekarang?"
"Kenapa apa aku harus takut ketika berhadapan dengan Wanita ular sepertimu, dan untuk apa aku harus takut. Ingat Sandra, Bintang yang kamu kenal sekarang bukanlah Bintang yang dulu yang hanya akan diam dan diam ketika kamu tindas. Karena yang jelas Bintang Yang sekarang telah berubah menjadi Bintang yang kuat. Dan jika kamu menginginkan Tristan baiklah ambillah karena aku sudah tidak inggin lagi memperdulikan itu jadi kamu paham-kan sekarang?"
"Bintang ... Bintang... Kamu bersikap seperti ini. Karena kamu inggin mengelabuhi-ku bukan. Dan bilang aja kamu bersikap seperti ini karena kamu sudah tidak inggin berhadapan denganku lagi, atau bisa dibilang kamu sudah menyerah dengan kekalahan kamu, itu kan kata yang sebenarnya inggin kamu ucapkan.
"Aku sudah tidak ada waktu lagi untuk meladeni omong kosong kamu jadi dari pada aku harus berada disini dan melihatmu, lebih baik aku pergi saja?"langkahnya yang kemudian membelakangi Sandra.
"Akhirnya sekarang kamu mengalah juga dari peperangan ini ngomong-ngomong gimana perasaan yang kamu rasakan saat ini? Sesakit apa luka yang kamu rasakan saat ini?"ejek Sandra dengan tawa sinisnya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1