
"Baiklah karena keadaan kamu sudah mulai angsur-angsur membaik bolehkah saya melepaskan perban ini sekarang ?"
"Iya silahkan Dok, saya tidak masalah lebih cepat lebih baik aku juga sudah tidak sabar untuk melihat semuanya.
"Baguslah saya suka dengan semangat seseorang seperti anda. Ya sudah saya buka ya?"
"Iya Dok, silahkan.
Perlahan-lahan Dokter akhirnya membuka perban yang telah terpasang di kepala Bintang. Dengan langkah pelan dan berhati-hati. Dan tak lama akhirnya Dokter pun berhasil melepaskannya.
Setelah terlepas Dokter berlalu menyuruhnya untuk membukanya secara pelan.
"Gimana apa kamu bisa melihat semuanya?" tanya Dokter akan tetapi respon Bintang hanyalah diam tanpa terucap.
"Nyonya apa yang terjadi. Apa nyonya bisa melihat kita semuanya," tanya Andra yang kemudian Bintang pun berkata.
"Ini..aku gak lagi bermimpi kan. Aku..aku bisa melihat lagi," ucap Bintang yang merasa sangat tidak mempercayainya.
Melihat aura wajah bahagia yang telah pancar dari wajah Bintang membuat orang-orang yang melihatnya ikut merasa senang dan bahagia.
"Syukurlah kalau kamu sudah bisa melihat lagi.
"Syukurlah Nyonya saya ikut senang melihat nyonya bisa melihat kembali.
"Andra...
"Iya Nyonya ada apa?"
__ADS_1
"Apa kamu bisa mengantarkan ku ke pemakaman dari seseorang yang sudah berbaik hati mau mendonorkan kornea matanya buat aku. Karena aku ingin pergi ke makam seseorang itu untuk mengucapkan terimakasih padanya.
"Tapi Nyonya, keadaan Nyonya kan belum pulih total apa Nyonya serius ingin pergi sekarang.
"Iya saya serius jadi kamu bersedia kan.
"Baiklah saya akan mengantarkan Nyonya tapi tidak sekarang, keadaan nyonya masih belumlah pulih jadi saya akan mengantarkan anda besok jadi gimana Nyonya tidak keberatan kan?"
"Baiklah saya tidak masalah, asalkan saya masih bisa menjenguk makam itu saya sudah sangat lega karena anda tau umurku tidak akan lama lagi jadi sebelum saya pergi aku harus melihat seperti apa makam dari seseorang yang memiliki hati yang sangat baik itu.
"Baik Nyonya ya sudah saya pergi dulu."
"Baik nyonya.
"Maaf Sus saya cukup bosan jika berada didalam ruangan ini secara terus-menerus. Apa Suster tidak keberatan jika membantu saya mengantarkan saya di taman?"
"Terima kasih Sus.
"Baik sama-sama ya sudah mari saya tingal dulu panggil suster yang lain jika anda ingin kembali masuk ya
"Iya Sus, sekali lagi terima kasih atas bantuannya ya?"
Melihat pemandangan yang sangat cerah setelah dirinya dinyatakan buta, seseorang yang tak lain adalah Bintang wajah kebahagiannya tidak bisa terhindar lagi. Dirinya terus saja tersenyum setelah apa yang ia inginkan dan ia miliki akhirnya berhasil ia gapai.
Tak lama seseorang dari arah sampingnya memandangnya dengan tatapan sedikit mencurigakan, tadinya Bintang yang sangat bahagia dan terus tersenyum tanpa henti, kini lirikan matanya terfokuskan pada dua orang tersebut.
"Kasihan sekali ya orang yang kemaren, padahal Pria itu sangat menyukainya tapi sangat disayangkan kepergiannya begitu tragisnya."
__ADS_1
"Iya betul tapi sudahlah yang namanya musibah kita tidak ada yang tau, ya sudah kita kembali kesana sekarang,"ucapnya dengan menggandeng teman satunya.
"Ada apa dengan mereka kenapa mereka memperhatikan aku sampai segitunya? Bahkan ucapannya tadi apa maksud dari ucapannya itu?"gumamnya yang merasa bingung sendiri, tak lama tepukan tangan seseorang yang ia dapat dari arah belakang telah mengagetkan dirinya.
"Kak Bintang apa yang kakak lakukan kenapa kakak disini sendiri sendirian?"tanya Andara.
"Ini Andara aku cukup bosan jika harus berada didalam terus, oh iya tadi aku mendengar ada seseorang yang membicarakan ruangan rawat 19? Bukankah itu ruangan yang aku tempati sebelumnya ada apa? Ada apa dengan ruangan itu sebelumnya kami apa yang terjadi?"
"Sampai saat ini kak Bintang belum tau apa yang terjadi pada Kak Tristan, jika dirinya sampai tau aku tidak tau apa yang akan terjadi dengannya, apalagi melihat kondisinya yang belum pulih seperti ini aku tidak ingin membuat resiko besar jika aku sampai mengatakannya,"batinnya.
"Andara ada apa kenapa kamu malah melamun?"tanya Bintang.
"Maaf kak aku malah melamun, aku tidak papa kok aku hanya berfikir saja dan seingat-ku memang ruangan kakak barusan saja ada kejadian tak mengenakkan. Dan yang aku tau ada seorang penjahat yang kabur, dirinya masuk keruang kakak berniat ingin mencelakai kakak, setelah kejahatannya diketahui oleh Polisi dan akhirnya tembakan pun terjadi dan penjahat itu seketika meninggal hanya itu yang aku tau,"balas Andara.
"Iya aku ingat, memang beberapa waktu lalu aku ingat ada langkah kaki seseorang yang masuk, dan kemudian aku tidak ingat apapun jadi itu masalah yang terjadi selanjutnya?"
"Iya kayaknya itu masalah yang selanjutnya terjadi selanjutnya kak,"balas Andara.
"Oh iya selain itu apa kamu ada kabar dari kakak kamu? Apa kakak kamu baik-baik saja disana kenapa aku perhatikan dia tidak pernah menghubungiku atau pun memberikan kabar?"
"Soal itu Andara juga kurang ngerti kak, terakhir kemaren Kak Tristan bilang dia sangat sibuk karena Andra tidak ikut dengannya jadi mungkin karena hal itu Kak Tristan jarang menghubungi Kakak, kakak yang sabar aja nanti juga Kak Tristan akan ada kabar buat kakak
"Baiklah oh iya kamu mau kan membantu kakak masuk lagi?"
"Baiklah Andara akan bantu, maafkan aku Kak! Maafkan aku karena aku sudah berbohong sejahat ini sama kakak, maafkan aku!"batinnya yang yang secara diam-diam ia mengucap air matanya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1