
Setelah beberapa jam Bintang akhirnya tersadar, sesaat ia tersadar ia melihat Tristan.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu bisa ada disini? Aw!"ucapnya berbarengan dengan rintihan sakit ketika ia menggerakkan tangan kanannya.
"Tangan-ku? Kenapa tanganku bisa terluka seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi tadi malam, kamu?"ucapnya dengan tegas memandang kearah Tristan.
"Itu tidaklah penting, yang terpenting sekarang kamu harus mengatakan yang sejujurnya apa penyebab kenapa kamu ingin melakukan bunuh diri dengan melukai tangan kamu?"ucapnya
"Bunuh diri maksud kamu apa?"tanya Bintang.
"Apa kamu ada masalah atau mungkin sesuatu ada sesuatu yang sedang menghancurkan hatimu yang akhirnya membuat-mu jadi seperti ini?"tegas Tristan.
"Baiklah aku tidak punya cukup bukti yang kuat, tapi aku bisa membuktikannya dengan CCTV yang ada dikamar ini, kamu bisa melihatnya sendiri jika kamu merasa tak percaya dengan apa yang aku katakan ini, tapi yang jelas bunuh diri bukanlah cara yang tepat untuk kamu menyelesaikan permasalah kamu. Dan yang lebih penting dengan cara bunuh diri kamu malah akan menambah masalah baru, belum lagi akulah ujung-ujungnya yang akan kena imbasnya jadi aku harap tadi malam terakhir kalinya kamu melakukan hal bodoh seperti itu paham!"tegas Tristan lagi.
"Sekarang pertanyaan-ku? Apa yang kamu lakukan tadi malam? Aku sedang dalam pengaruh alcohol dan aku sangat yakin kamu pasti telah melakukan sesuatu termasuk untuk menjebak-ku jadi katakan apa yang barusan kamu lakukan tadi malam?"
"Apa kamu sangat ingin tau apa yang barusan aku lakukan tadi malam? Apa kamu sangat penasaran?"
"Jangan banyak bertanya! Cepat katakan apa yang barusan kamu lakukan?"
"Sudahlah itu tidaklah penting yang terpenting sekarang kita tidak bisa berlama-lama. Aku ada acara dadakan dimana salah satu teman-ku bakal mengadakan acara resepsi sekarang jadi kamu mau kan menemaniku?"
"Tidak! Aku tidak mau karena aku tau apa isi dari otak kamu jadi seperti yang aku katakan tadi aku tidak mau apa anda mengerti!"
__ADS_1
"Baiklah jika kamu tidak mau mendampingiku apa kamu bersedia dengan ikhlas jika aku akan membeberkan foto ini?"ucapnya dengan menunjukkan salah satu foto pada Bintang.
"Foto apa itu?"tanya Bintang.
"Baiklah kalau kamu tidak sabaran aku akan mengirimkannya lewat WhatsApp jadi lihatlah aku sudah mengirimnya,"balas Tristan dengan percaya dirinya.
Melihat mengunakan kedua mata telanjangnya, raut wajah Bintang berubah sekejab mata setelah ia tahu seseorang yang tak lain adalah dirinya telah terbaring diatas ranjang dengan didampingi seorang Pria yang menindihnya dengan wajah asli seorang Pria yang tidak terlalu jelas lantaran dalam keadaan tengkurap.
"Gimana? Apa kamu terkejut apa kamu masih ingin membangkang dengan semua ajakan-ku ini?"tanya Tristan dengan senyum liciknya.
"Itu tidak mungkin! Bukan akulah Wanita yang ada disamping seorang Pria itu bukan aku! Bukan aku!"
"Sudahlah kamu tidak perlu terkejut seperti itu, laki-laki itu tidak melakukan hal diluar perintah-ku! Dia hanya menjalankan apa yang aku minta yaitu tidur satu ranjang denganmu hanya itu jadi janganlah cemas!"
"Sudahlah buang jauh-jauh air mata kamu karena aku paling benci melihat seorang Wanita nangis dan bersikap cengeng seperti-mu usaplah! Sudah aku tunggu diluar aku mau dalam satu jam lagi kamu harus selesai bersiap-siap jika kamu tidak ingin foto ini tersebar jadi paham kan!"
"Apa yang kamu rasakan ini Tristan kenapa kamu malah jadi sesak ketika melihat air mata dari Wanita yang sangat kamu benci terjatuh tepat dihadapan kamu kenapa?"batinnya lalu ia pun keluar dari dalam ruangan hotel ini.
Memandang foto yang barusan ia kirim, dan kemudian mengingat akan kejadian itu. Bayang-bayang Tristan seolah-olah bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya sekarang.
FLASH BACK
"Tuan? Ada apa kenapa Tuan menyuruh-ku untuk datang ke kamar? Dan Istri Tuan? Apa Nyonya sedang sakit?"tanya salah satu Wanita pegawai hotel.
__ADS_1
"Anda jangan punya pikiran yang tidak-tidak, aku hanya membutuhkan bantuan anda untuk memfoto diriku dan juga Istriku yang masih terbaring diatas ranjang dengan foto yang mesra seolah-olah kami sedang melakukan hubungan badan jadi kamu tidak keberatan kan?"pinta Tristan yang membuatnya jadi geleng kepala.
"Jujur saya sama sekali tidak keberaran tapi yang membuat saya sedikit heran apa maksud tuan menyuruh saya untuk melakukan semua itu dan apa alasannya?"tanya pegawai itu.
"Apa setiap kali pelanggan meminta bantuan pada anda? Apa anda akan membangkang seperti ini? Saya hanya meminta foto dan tidak lebih mau pun kurang apa itu salah?"tegasnya dengan rasa kesal.
"Baik Tuan saya akan melakukannya,"balas pegawai yang hanya menundukkan kepalanya.
"Ini Tuan saya sudah merekam permintaan apa yang anda inginkan tadi,"balas pegawai, tak lama Tristan memberikan dua lembar uang pecahan 100 ribu pada seseorang itu.
"Ini upah kamu jadi sekarang saya minta anda pergilah dan ingat jangan sampai memberitahu soal ini pada Istri saya jadi anda paham!"tegasnya.
"Baik Tuan saya paham! Tapi apa upah yang Tuan berikan tidak kebanyakan?"tanya Pegawai yang tak percaya mendapatkan imbalan sebanyak itu.
"Jika kamu merasa kebanyakan kamu bisa mengembalikannya, sudah pergilah itu upah untukmu jadi cepat pergilah!"balasnya.
"Baik Tuan sekali lagi terima kasih! Terima kasih!"ucapnya yang hanya dengan menundukkan kepalanya.
FLASH BACK
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN EPISODE CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA DENGAN ( NAMA PENA : MERPATI MANIS ) KARYANYA GAK KALAH SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN SAMPAI LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA MASIH 🥰🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.