
Wajah Bintang seketika terkejut setelah ia tahu siapa orang yang telah membawanya ketempat sempit seperti ini.
" Kamu? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah menolongku dan membawaku kesini? Apa kamu ingin menyerahkanku pada mereka lagi?" tanya Bintang dengan menunjukkan tatapan sinisnya. Yang kemudian Tristan yang mendengarnya ia seketika langsung membungkam mulut Bintang.
"Jangan banyak bertanya.Disekitar sini masih ada mereka yang mengincar-mu jadi kamu diam-lah," perintah Tristan yang seketika membuat Bintang pun terdiam.
"Kamu pikir kamu siapa? Apa kamu pikir aku bakal percaya lagi dengan semua tipuan kamu ini?" bentaknya yang langsung menghempaskan tangan Tristan darinya.
Tak perduli akan perkataan yang dilontarkannya. Dengan segera Tristan segera menggenggam erat tangan Bintang. Dan membawa kabur dan menyembunyikannya disalah satu gang sempit perasaan Bintang tiba-tiba jadi kurang tenang.
Mendengar ada suara seseorang yang bertanya pada salah satu seorang penguna jalan, Bintang menatap kearah Tristan dengan tatapan bingung. Tristan lantas gak ada pilihan lain lagi ia pun segera melepaskan jaket yang ia kenakannya dan memakaikannya pada Bintang .
"Apa yang lakukan?" tanya Bintang yang merasa sedikit marah, akan tetapi melihat Tristan yang menatap dirinya dengan tatapan serius Bintang dibuat terkejut lantaran Tristan yang semakin menatap dirinya. Sekaligus perlahan lahan Tristan semakin mendekatkan wajahnya ke arah Bintang yang seketika membuatnya tambah semakin bingung.
"Kamu? Aku bilang apa yang ingin kamu lakukan, kenapa kamu menatap-ku dengan tatapan seperti itu?" tanya Bintang yang kemudian dia pun berjalan mundur perlahan-lahan. Melihat Bintang yang nampak cemas, Tristan dengan langsung ia malah semakin mendekatkan dirinya pada Bintang yang akhirnya membuat Bintang tambah semakin terdesak lantaran dia sudah sangat terpojok lantaran posisi belakangnya sudahlah tembok.
Melihat wanita dihadapannya bingung dengan menunjukkan tatapan sinisnya, tanpa berkata lagi Tristan langsung menci*m bibir Bintang secara perlahan.
Tersadar dengan apa yang dilakukan laki-laki ini sekarang, tubuh Bintang rasanya seperti terikat bahkan mulutnya gak mampu untuk dia ucapkan satu kalimat pun lagi. Bahkan untuk memberontak rasanya ia tak sanggup.
__ADS_1
Berusahalah ia ingin melepaskan dua bibir manis yang sama-sama bermain. Tristan malah semakin menjadi dan terus ******* bibir terseksi tersebut hinga hampir tak terlihat.
"Gimana apa kamu menemukan wanita itu?"
"Tidak. Kayaknya ia berhasil melarikan diri dari kejaran kita," balasnya yang kemudian tak sengaja melihat dua sejoli yang sedang berci*man.
"Hm..apes banget ya malam-malam gini melihat pemandangan kaya gini?" balasnya yang melihat kearah dua seseorang yang sedang berciuman.
"Sudah-sudah ayo kita pergi, lagian disini tidak ada apa-apa lagi, sudah ayo cepat pergi," ajaknya yang kemudian dua pria itu pun bergegas pergi dari tempat ini.
Setelah para penjahat itu pergi akhirnya pergi meninggalkan mereka tanpa ada rasa curiga sama sekali. Bintang yang melihat kepergian mereka, dia pun merasa sangat lega sekarang tapi merasakan dua bibir yang masih tertempel dalam satu sama lain bintang seketika terdiam
Menyadari jika bibirnya masih dilahab oleh Tristan tanpa henti. Bintang dengan kasar ia langsung mendorong tubuh Tristan.
"Aku tidak tahu apa maksud anda bermain-main seperti ini? Aku juga tidak tahu apa maksud anda menyelematkan ku sekarang ini. Tapi yang jelas biar pun anda sudah jadi pahlawan-ku jangan harap jika aku akan berbalas budi pada anda karena itu tidak akan pernah terjadi," balasnya kemudian ia yang hendak akan pergi.
Akan tetapi lagi-lagi langkahnya terhenti setelah Tristan yang dengan langsung menarik tangannya dan membuat tubuh Bintang lagi-lagi jatuh tepat dihadapan Tristan. Pandangan yang tidak bisa dihindari lagi-lagi membuat dua mata yang sama-sama berpandangan itu pun tak bisa dihindari lagi, Tristan yang sadar akan tatapan mereka, ia segera menarik tangan Bintang untuk ia ajak pergi.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu menarik-ku dan membawaku kabur lepaskan,"gertaknya yang langsung menghempaskan tangan Tristan darinya.
__ADS_1
"Baiklah jika kamu tidak ingin aku menyelamatkan-mu setidaknya sekarang kamu harus ikut tingal bersamaku," balasnya yang spontan membuat pandangan Bintang beralih menatap dirinya.
"Maksud kamu apa. Bukankah selama ini kamu memang sangat membenciku bahkan pernikahan yang kita jalankan hanya karena nikah kontrak semata, kenapa sekarang kamu beralih bertingkah layaknya seorang pahlawan!"gertaknya yang tanpa memberikan waktu Tristan untuk melanjutkan buat berkata.
"Baiklah terserah kamu, kamu mau bilang apa tapi yang jelas jika kamu tingal sendiri ada kemungkinan para pria jahat itu akan terus mengejar-mu. Dan mungkin hal yang lebih menakutkan lagi mereka mungkin akan memberimu pelajaran lebih kasar apa kamu mau menanggung semua itu? Tapi kita tidak tingal dikediaman yang ada Mama dan Sandra kamu harus ikut aku ke-suatu tempat?"
"Maksudmu?"
"Malam ini kita harus bermalam di hotel, jika aku membawamu pulang dan Sandra merasa curiga jika aku telah menolong mu dia akan marah, dan pastinya dia akan menghukum ku jadi paham kan kamu maksud aku?"
"Pertanyaan ku kenapa harus di hotel? Apa kamu sengaja ingin menjebak ku lagi masuk kedalam hotel agar dengan mudahnya kamu memangil para pria hidung belang untuk menikmati tubuhku disana?"
"Baiklah terserah kamu mau mengatakan apa tapi yang jelas itu permintaan aku, mau ikut atau tidak itu terserah kamu,"timpalnya.
Merasa takut akan ancaman yang diberikan Tristan padanya. Bintang menatap wajah Tristan dengan wajah seriusnya.
"Baiklah untuk keselamatan-ku sendiri aku mau kembali satu rumah sama kamu, termasuk tingal satu hotel sama kamu" balasnya yang tanpa berkata .
"Baiklah kalau itu sudah jadi keputusan kamu ayo kita berangkat sekarang!"ucap Tristan yang langsung menarik Bintang, Bintang yang hanya menurutinya ia mengikuti akan langkahnya
__ADS_1
BERSAMBUNG.