
"Akting yang sangat bagus bukan? Bahkan orang luar dengan bodohnya akan tertipu akan aktingku ini!"batinnya dengan senyum sinisnya.
Sedangkan disisi lain Tristan yang mendapatkan kabar akan kecelakaan yang dialami Sandra, dirinya segera ke-rumah sakit dan menemui Sandra, sesampainya.
"Sandra gimana keadaan kamu? Aku dengar kamu mengalami kecelakaan kamu terluka? Janin yang kamu kandung baik-baik saja kan?"
"Apa perasaan cemas kamu itu hanya kamu tunjukkan karena adanya janin yang aku kandung ini? Apa sesungguhnya kamu sudah tidak ada rasa perduli lagi selain pada janin ini?"tanya Sandra dengan tatapan memelas-nya.
"Apa maksud-mu?"tanya Tristan dengan tatapan tajam yang ia tunjukkan pada Sandra.
"Tuan tenang saja Istri anda kondisinya baik-baik saja, dia hanya mengalami luka yang tak cukup serius dan janin yang ia kandung juga baik-baik saja jadi anda tidak perlu cemas, ya sudah saya tingal dulu permisi!"
"Baik Dok!"
"Sekarang aku tidak perlu cemas lagi karena adanya hamil bohongan ini aku masih bisa memanfaatkan Tristan termasuk mendapatkan apa yang aku mau,"batinnya dengan wajah puasnya.
"Oh iya Tristan kondisi-ku cukup membaik, aku juga hanya mengalami luka lecet sedikit jadi kamu mengijinkan kan untuk aku pulang dari Rumah sakit ini aku tidak betah berada disini?"
"Apa kamu serius kamu sudah cukup membaik?"
"Iya aku sudah cukup membaik jadi kamu tidak perlu cemaskan itu."ucap Sandra.
"Baiklah kalau gitu aku akan membayar biaya rumah sakit tunggulah!"
"Baiklah!"timpal Sandra.
Didalam ruangan yang hanya ada Richard mau pun Bintang yang berada didalam ruangan kerja, keduanya nampak sibuk dengan urusan masing-masing antara Bintang yang sibuk dengan laptop yang ada dihadapannya, sedangkan Richard yang sibuk menanda tangani beberapa laporan kerja.
Pandangan Richard akhirnya teralihkan setelah melihat Bintang yang nampak melamun, dirinya yang akhirnya mulai angkat bicara yang akhirnya pandangan Bintang beralih menatapnya.
"Bintang?"
__ADS_1
"Iya!"balas Bintang.
"Maafkan aku gara-gara aku kamu harus bertemu dengan Suamimu yang kasar itu,sekarang aku paham kenapa kamu memutuskan untuk pergi dari Rumah karena apa yang kamu lakukan dan kamu putuskan ini semua sangatlah benar, di dunia ini tidak ada seorang wanita mau pun seorang laki-laki yang akan tingal diam jika ia sudah tidak hargai oleh orang yang dicintainya. Karena bagaimanapun yang nama rumah tangga itu sudah jadi keputusan bersama. Sedangkan dia...aku lihat dia bukanlah laki-laki yang perduli dan dia terlihat hanya mementingkan dirinya sendiri, terus kapan kamu akan menceraikannya?"
"Aku rasa cepat atau lambat aku akan segera menggugatnya karena tidak ada gunanya rumah tangga seperti ini diperjuangkan, jadi mungkin dengan cara inilah yang tepat untuk aku lakukan?"
"Apapun keputusanmu aku akan selalu mendukungku. Dan beritahu aku jika kamu membutuhkan bantuan ku dan janganlah sungkan mau pun ragu karena aku akan ada di sampingmu kapan dan dimana pun kamu akan membutuhkan bantuan ku."
"Terima kasih...terima kasih karena kamu udah mau jadi orang yang pertama mau memberiku selamat, terima kasih," balasnya yang kemudian Bintang pun memberikan satu senyuman padanya.
"Iya sama-sama aku juga senang bisa membantumu," balasnya yang kemudian Richard pun membalas senyuman tersebut.
Berada dalam satu ruangan dan pandangan keduanya yang henti-hentinya tersadar. Akhirnya tak lama lamunan mereka pun tersadar juga setelah seseorang yang datang dengan mengetok pintu terlebih dulu.
tok...tok..tok...
"Siapa?" tanya Richard yang kemudian seseorang itu pun membalasnya.
"Maikel ada apa? tumben kamu pagi-pagi sudah menemui saya apa ada masalah? tanyanya yang kemudian Maikel pun membalas.
"Ini Tuan aku hanya ingin memberitahukan pada Tuan kalau nanti malam Tuan Samuel menggundang Tuan untuk bisa menghadiri acara pembukaan perusahaannya.
"Baiklah, kapan acara itu berlangsung?
"Sekiranya pukul 19:00 malam Tuan.
"Baiklah tidak masalah nanti malam aku akan menghadiri acara ini.
"Baiklah ya sudah kalau gitu saya pamit pergi dulu
"Baiklah," balas Maikel yang kemudian ia pun bergegas pergi dari ruangan ini, sedangkan Richard nampak wajahnya yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. Bintang yang melihatnya ia pun lantas bertanya.
__ADS_1
"Tuan kenapa? Kenapa wajah Tuan terlihat murung gitu ada apa? Apa ada yang bisa saya bantu, atau mungkin Tuan lagi ada masalah?
"Sebenarnya ini bukankah masalah yang besar, tapi bisa dibilang ini masalah yang sangatlah kecil tapi berubung nanti malam adalah hari valentine jadi setiap tamu diharapkan membawa pasangannya sedangkan aku...," ucapnya yang tiba-tiba terhenti setelah Bintang menyahutnya.
"Jadi masalah itu yang membuat Tuan terlihat bingung?"
"Oh iya apa kamu mau membantuku? Apa kamu mau jadi pasanganku nanti malam, ini hanyalah pasangan dansa jadi kamu tidak perlu punya pikiran yang tidak-tidak.
"Tuan Richard adalah orang yang paling baik yang pernah aku temui. Dan dia juga sudah membantuku dalam banyak hal, jadi mana mungkin aku tega membiarkannya tanpa memberikan bantuan ketika ia sedang membutuhkan bantuan ku,"batinnya dengan tatapan yang masih fokus memandanganyw.
"Baiklah tidak masalah aku sadar dan tahu kamu kan sudah bersuami jadi tidak seharusnya aku berkata seperti ini, maafkan aku...maafkan aku kalau aku telah lancang berkata seperti itu tadi maafkan saya," timpal Richard yang kemudian ia pun memalingkan pandangannya sesaat ia sadar akan pertanyaannya tadi.
"Kenapa Tuan malah berkata seperti itu. Apa diamnya seorang wanita menunjukkan jika ia tidak mau?" timpal Bintang yang sesaat membuat Richard pun berbalik memandangnya.
"Maksud kamu?" tanya Richard yang tidak percaya.
"Maksud aku, aku mau membantu Tuan dan menemani Tuan dalam acara itu,"
"Apa kamu serius? Kamu gak lagi bercanda kan?" tanyanya lagi.
"Tidak, untuk apa aku harus bercanda ucap yang pernah aku ucapkan tidak mungkin aku ingkari. Nanti malam aku siap menemani Tuan untuk datang ke acara itu.
"Baiklah sekali lagi terima kasih, terima kasih atas bantuan mu,"ucap Richard.
"Iya sama-sama Tuan, harusnya aku yang berterima kasih pada Tuan karena Tuan lah orang yang sering membantuku. Dan mungkin dengan cara inilah aku bisa membalas semua bantuan Tuan," balas Bintang yang bisa tersenyum lagi setelah ia berhasil membuat ekspresi wajah Richard yang kembali bisa tersenyum.
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN DARI CERITA BINTANG DAN TRISTAN. MAMPIR DULU DI- KARYA PUNYA KAKAK DENGAN NAMA PENA : Pipih Permatasari , DENGAN JUDUL "Bertahan Terluka " DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH DAN SANGAT COCOK UNTUK WAKTU LUANG KALIAN TERIMA KASIH 🥰🥰🥰
BERSAMBUNG.
__ADS_1