
Menatap satu persatu meja yang sudah penuh akan seseorang, pandangan Richard beralih fokus pada meja nomor 5 yang terbilang meja khusus yang telah disiapkan. Melihat dua orang laki-laki menunggu akan kehadirannya, dirinya dan juga Bintang akhirnya perlahan-lahan mulai menghampirinya.
Seseorang laki-laki tampan, dengan rambut sedikit keputihan layaknya seorang oppa Korea terlihat sedang menunggu akan kehadiran nya sedari tadi. Bersandingan dengan asisten pria itu yang memiliki ciri khas dengan kumis tebal yang dimilikinya.
"Apa benar ini dengan saudari Kim Hae Jhun?"tanya Richard beralih kedua Pria yang tak lain ialah Tristan dan Andra pun bangkit dari tempat duduknya, dengan penyamaran keduanya nampak tak terkenali akan Richard mau pun Bintang yang sama-sama saling berhadapan satu sama lain.
"Iya benar dengan tuan sendiri duduklah,"pinta Andra yang menjadi juri bicaranya.
"Maaf apa tuan Kim Hae Jhun tidak bisa jika harus berbahasa Indonesia seperti kita?"tanya Richard.
"Maksudnya?"tanya Lee/ Andra.
" Gini, saya tidak bisa jika harus berbahasa korea atau bisa dibilang saya belum terlalu fasih untuk mengunakan bahasa itu?"
"What? Bukannya anda itu asli Korsel tapi kenapa anda tidak bisa untuk berbahasa Korea apa anda disana hanya menetap sebentar? Atau mungkin bukan warga asli?"tanya Andra.
"Em gini saya memang asli Korea selatan, tapi karena sudah beberapa bulan ini saya menetap disini saya lupa akan bahasa saya sendiri disana?"
"Oh seperti itu rupanya baiklah saya sendiri yang akan menjadi juru bicara tuan Kim nanti, tuan Richard tidak perlu khawatir."
"Ada apa Lee apa ada masalah?"museun il-iya issi, munjelado iss-eo?"tanya Kim yang tak lain adalah Tristan sendiri.
"Gini tuan,tuan Richard tidak bisa untuk berbahasa Korea seperti kita tapi tidak masalah biar saya yang akan jadi juru bicara kali ini?"
"jeogiyo, lichadeu ssineun ulicheoleom hangugmal-eul moshaneunde ibeon-e jega daebyeon-in-eul haedo doelkkayo?
"Ok baiklah itu tidak masalah?"
"joh-a, gwaenchanh-a, geugeon munje eobsni?"
"Ya sudah kita lanjut untuk pembahasan kali ini, pertama saya sangat senang sekaligus kagum akan tuan Richard karena mampu mendirikan perusahaan ini. Dan tujuan saya datang kesini karena saya ingin menawarkan kerja sama seperti yang saya inginkan sejak sedari awal pembicaraan kita jadi gimana apa Tuan bersedia?"
"ye, ibeon-edo non-uileul gyesoghaessseubnida. meonjeo Richard ssiga i hoesaleul seollibhal su issge doen geos-e daehae maeu gippeugo nollabseubnida. geuligo jega yeogi on mogjeog-eun jega wonhaessdeon hyeoblyeog-eul jegonghago sipgi ttaemun-ibnida. uliga daehwaleul sijaghan ihulo eotteohge hasigessseubnikka, seonsaengnim?
"Gini tuan Richard, Tuan Kim baru saja mengatakan jika beliau sangat kagum akan kerja keras dan hebatnya anda karena sudah berhasil mendirikan perusahaan ini dengan hebatnya. Jadi dia hanya ingin tau apa Tuan Richard bersedia menjalankan kerja sama ini tanpa adanya rasa paksaan diantara keduanya?"tanya Lee/ Andra.
"Baiklah katakan pada beliau saya bersedia menerima tawaran kerja sama itu, karena yang saya tau Perusahaan Tuan Kim sudah berdiri terlebih dulu ketimbang Perusahaan saya ini jadi saya bersedia?"
"Baik Tuan saya akan menyampaikannya?"
"Gini Tuan Kim, tuan Richard bersedia menerima tawaran kerja sama yang anda tujukan dan dia sangat senang
__ADS_1
"gim ssi, licheodeu ssineun dangsin-i jeanhaneun hyeoblyeog jean-eul gikkeoi bad-adeul-igo maeu gippeohabnida
"Baiklah katakan padanya saya, juga senang bisa bertemu dengan anda
"jeodo mannaseo bangawoyo
"Siapa sebenarnya Pria ini? Kenapa aku merasa tak asing melihat wajahnya dan kenapa juga aku kaya merasa kenal tapi siapa?"batin Bintang yang terus memandang Tristan, sesekali Tristan berbalik memandangnya dan spontan Bintang langsung mengalihkan pandangannya.
"Ada apa dengan Bintang? Kenapa dia menatapku dengan tatapan curiga seperti itu apa dia sudah mulai curiga akan siapa aku?"batin Tristan.
"Oh iya sebagai awal persahabatan baru kita apa anda bersedia saya memberikan nomor saya pada anda?"
"a geulae, uliui saeloun ujeong-ui sijag-eulo nae beonholeul julkka?
"Gini tuan Richard? Tuan Kim berkata apa tuan Richard bersedia jika Tuan Kim memberikan nomornya pada anda?"
"Baiklah saya bersedia berapa nomornya biar saya memasukannya?"
"Akan lebih baik biar saya aja yang mengirimkannya langsung pada anda? Apa anda bersedia memberikan ponsel anda pada saya?"
"geunyang jigjeob bonaemyeon deo johgessjyo? haendeupon jom jusillaeyo?
"Tuan mengatakan jika dirinya sendiri yang ingin mencantumkannya apa anda mengijinkannya?"
"Kalah boleh tau apa password-nya?"
"Bimilbeonhoga mwonji al su eobsnayo?
"Tuan bertanya apa kunci sandi anda?"
"Katakan Kata sandiku adalah nama Bintang?"
"Bintang?"tanya Lee/ Andra secara balik.
"Iya entah namaku selalu terbayang dalam benak pikiranku, jadi aku sengaja mengunakannya agar ingatanku selalu ingat?"balas Richard yang sesekali dirinya melirik kearah Bintang, begitu juga sebaliknya Bintang menatapnya dengan tatapan tak percayanya.
"Apa Erlangga sungguh-sungguh sudah mulai mencintai Bintang maka karena itu dia mengunakan nama Bintang sebagai kata kuncinya?"batin Tristan.
"Baiklah tuan ketika nama Bintang, beliau memberikan nama itu karena seseorang itu aku rasa dia sangat menyayanginya?"
"algessseubnida. bintang-ilaneun ileum-i geu salam ttaemun-e jieojun ileum-inde jeongmal salanghaneun geos gat-ayo?
__ADS_1
"Baiklah anda sangat romantis,"
"joh-ayo dangsin-eun maeu nangmanjeog-ibnida"
"Kenapa Richard memakai namaku sebagai kata kuncinya apa dia sungguh-sungguh sudah mulai nyaman berada di sisiku? Atau itu hanya nama yang membuatnya gampang ingat?"batin Bintang dengan menatapnya secara diam-diam Richard.
"Oh iya dari tadi kita hanya membahas kerja sama ini, alangkah baiknya kita lanjutkan dengan makan-makan?"
"Tepat sekali aku akan memangilnya?"
Richard yang sibuk berbicara dengan pelayan dan mengatur pesanan mereka, Tristan yang melihat keadaan mulai aman ia lantas menukar ponselnya dengan ponsel asli milik Richard yang sama-sama memiliki kemiripan.
"Maaf saya tidak menawarkan yang lain, menu yang saya pesan paling enak dan banyak digemari disini jadi saya rasa kalian juga akan sangat menyukainya?"
"Tidak masalah, Tuan Kim juga orangnya tidak terlalu pemilih dalam soal makanan, jadi saya rasa anda sudah benar?"
"Baiklah kita tunggu tidak akan lama pesenan juga akan datang.
Beberapa pelayan yang datang membawa beberapa hidangan mentah yang cara prosesnya memasak
Dirinya yang hendak ingin mengembalikan ponsel milik Richard, tangannya tak sengaja bertabrakan dengan Richard yang akhirnya ponsel itu pun jatuh kedalam kubangan air mendidih yang nantinya akan mereka buat santapan makanan pada siang hari ini.
"Astaga ponselku?"sergah Richard yang langsung mengambilnya dengan mengunakan sesuatu.
"Astaga maaf-maaf saya tidak sengaja maafkan saya?"
"Maafkan tuan saya taun Richard,tuan Kim sama sekali tidak sengaja melakukannya maafkan beliau."
"Tidak masalah ponsel itu juga sudah lama jadi tidak masalah kalau rusak anda jangan sungkan atau pun bersedih saya tidak apa-apa lupakanlah kita nikmati makanan ini, untuk ponsel biar aku nanti membeli lagi tidak apa-apa
"Sekali maafkan saya ... Maafkan saya.
"Tidak masalah mari kita lanjutkan makannya,"balas Richard.
"Baiklah,"balas Lee/ Andre.
"Rencana yang tepat,aku tidak perduli jika aku harus membuang atau pun merusak ponselku sendiri. Karena sesungguhnya inilah yang aku dapatkan,"batin Tristan yang dengan diam-diam dirinya langsung memasukkan pada kantung celananya.
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN CERITA INI, MAMPIR DULU DISALAH SATU KARYA MILIK KAK " Cimai " ATAU DENGAN NAMA Cimai. DENGAN JUDUL " Janda Kembang Pilihan CEO Duda " CERITANYA SANGAT SERU JADI PASTINYA SANGAT COCOK BUAT WAKTU LUANG KALIAN MAMPIR YA TERIMA KASIH 🥰🥰🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG