ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
109 " Akankah Bintang suatu saat nanti akan sembuh "


__ADS_3

Disalah salah tempat yang tak lain Perusahaannya sendiri, Tristan dan juga Andra menatap layar Tv dengan tatapan serius setelah mereka melihat berita yang mulai tersebar kemana-mana mengenai ucapan jujur yang barusan Bintang ucapkan kemaren dalam acara pesta itu.


Bahkan bukan hanya pada pemberitaan telivisi saja, dalam media sosial juga viral akan pemberitaan tersebut.


"Tuan sekarang apa yang harus kita lakukan? Adanya berita yang sudah beredar luas telah tersebar kemana-mana, jika Nyonya Bintang tak kunjung memberikan alasan atau pun penjelasan dari ucapan yang ia ucapkan kemaren, nama Perusahaan Tuan sendiri yang akan hancur apa yang harus kita lakukan?"tanya Andra pada Tristan yang sedari tadi berdiri dibalik jendela ruangannya.


"Apa Beberapa rekan bisnis yang sudah bersedia menandatangani surat kerja sama juga membatalkan niatnya itu?"tanya Tristan.

__ADS_1


"Seperti yang tuan lihat, semua kekacauan sudah tersebar luas ketelevisi bahkan media sosial pun viral akan pemberitaan ini jadi kemungkinan besar rekan bisnis kerja sama tuan pasti tidak akan mau rugi dan beralih mereka pasti membatalkan rencana kerja sama itu!"jelas Andra.


"Semua ini gara-gara Bintang jika dia bisa menjaga mulutnya mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, mungkin nasib perusahaan ini akan aman tanpa adanya ancaman kebangkrutan seperti ini? Tristan kamu harus pakai cara licik? Kamu harus mengancam Bintang agar dirinya mau memberikan penjelasan palsu mengenai perkataannya kemaren dengan begitu perusahaan kamu akan aman kamu harus melakukan sesuatu?"tegas Sandra yang nampak panik.


"Semuanya sudah terlambat! Jika aku pakai cara licik apalagi mengancamnya dia tambah akan melakukan tindakan lebih dari parah dari ini? Dia masih mempunyai rekaman video mesum kita, jadi jika itu sampai tersebar maka tidak akan menunggu Minggu atau pun bulan perusahaan-ku sudah akan hancur jadi sudahlah lupakanlah aku sudah menyerah apa yang sudah aku tanam memang sudah sepantasnya untuk aku petik, tapi bodohnya aku apa yang aku tanam yang tambah membuat-ku hancur dengan sendirinya dan mungkin jika dari awal kita tidak pernah menikah ini semua tidak akan pernah terjadi!"


"Apa maksud kamu Tristan apa kamu menyesal kamu sudah menikahi ku?"

__ADS_1


"Tristan kamu tidak bisa melakukan semua ini sama aku Tristan!"tegas Sandra mencoba menghentikannya tapi sia-sia.


"Sial! Semuanya sudah hancur aku berniat ingin menguasai kekayaan Tristan tapi jika dia bangkrut percuma dong rencana yang sudah aku susun selama ini. Dan anak? Jika Tristan sampai tahu janin yang ada dikandungan-ku mengalami keguguran dia pasti akan langsung menceraikan-ku jadi kamu harus cari cara Sandra kamu harus cari cara?"ucap Sandra dengan mengepalkan kedua tangannya.


Disisi lain Bintang yang berada di ruangan kerja Richard, dirinya nampak fokus pada laptop yang ada dihadapannya dan terus mengetik laporan yang sudah ditugaskan oleh Richard.


Fokusnya yang sedari tadi hanya ia fokuskan pada laptop depannya, tak lama pandangannya mulai buram dan rasa pusing yang tiba-tiba Bintang rasakan membuatnya tak nyaman, segera ia pun mengambil beberapa obat yang sudah ia bawa sebagai penjagaan.

__ADS_1


"Aku pasti kecapean makanya penyakit-ku sering kambuh pada hari belakangan ini,"batinnya dengan meminum beberapa pil dan beberapa tegukan air.


BERSAMBUNG.


__ADS_2