
Sudah diperbolehkan pulang dari Rumah sakit, Sandra dan Tristan yang berada dalam satu mobil, keduanya tak dengar akan suara yang saling bersahutan seperti yang biasanya, yang ada hanyalah keheningan keduanya yang sama-sama terdiam.
Tak lama Tristan terlihat menatapnya dengan tatapan yang cukup seriusnya, sesekali ia juga memandang kearah perut Sandra yang dimana masih rata. Menyadari akan lirikan yang dilakukan Tristan, Sandra kemudian mulai membuka mulutnya dan memulai obrolan keduanya.
"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu?"tanya Sandra yang sedari tadi memperhatikan Tristan yang terus- menerus menatapnya sembari memegang laju kendaraannya.
"Kenapa kamu harus tanya, bukannya aku sudah sering melakukan semua ini termasuk memperhatikanmu dengan cara-cara seperti ini?"timpal Tristan yang kemudian Sandra pun berkata.
"Tristan?"tanya Sandra yang kemudian Tristan pun menjawabnya.
"Iya?"
"Apa kamu sudah mulai memaafkan-ku. Dan memaafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu termasuk dengan beraninya aku memakai cara kejam seperti itu? Jujur aku tidak ada niat apalagi membahayakan nyawa Mama, aku sangat menyayanginya sudah seperti Mama kandung-ku sendiri jadi apa mungkin aku setega ini melakukannya?"tanya Sandra yang spontan membuat Tristan pun memberhentikan laju kendaraanya.
"Memang bagiku ini sangatlah susah untuk memaafkan-mu apalagi ini menyangkut soal Mama tapi mulai sekarang aku akan berusaha untuk melupakan semua itu. Apalagi dengan adanya calon anakku yang ada dikandungan mu jadi hal itulah yang membuatku harus memaafkan-mu."
__ADS_1
"Jika sekarang kamu sudah mulai memaafkan-ku. Apa itu artinya perasaan cinta kamu untukmu itu juga sudahlah kembali seperti semula. Seperti dulunya kamu mencintaiku dan perduli akan kondisiku. Bukannya melihat apa yang kamu lakukan tadi itu sudah membuktikan kalau perasaan kamu belumlah hilang dari dalam hatimu?".
"Soal pertanyaan kamu itu aku belum bisa menjawabnya, jadi lebih baik kita cepat kembali ke Rumah!" timpal Tristan yang mencoba mengalihkan pembicaraannya. Dan bergegas ia pun melajukan lagi laju kendaraannya.
"Baiklah kalau kamu memang belum siap untuk mengatakan itu?"balas Sandra yang kemudian ia pun tersenyum kearah Tristan, akan tetapi Tristan tidak menyadarinya.
Setibanya mereka dikediaman mereka, Tristan mau pun Sandra sudah ditunggu Bintang mau pun Mamanya yang gimana Keduanya sudah menunggunya sedari tadi.
"Gimana keadaan kamu sayang apa kamu baik-baik saja? Kamu ingin makan apa biar Mama yang siapkan?"
"Mama?" balas Sandra yang tanpa berkata se'ucap kata, dirinya langsung memeluk Mamanya.
"Kamu tidak perlu minta maaf sayang, kamu tidak salah kamu melakukan semua itu karena pikiran kamu telah dipenuhi rasa amarah dan kecewakan yang kamu rasakan selama ini, jadi tidak apa-apa Mama mengerti kok jadi sudah jangan nangis ya?"
"Iya Ma sekali lagi maafkan Sandra ya Ma! Maafkan Sandra!"ucapnya yang terus memeluk Mamanya tanpa henti.
__ADS_1
"Aku tau Tristan, mungkin kamu sampai sekarang masih belum percaya kalau anak yang aku kandung adalah anak kamu, jadi aku tidak masalah jika kamu akan tidur bersama dengan Bintang jadi tidurlah ini sudah malam aku akan pergi ke kamar sekarang!"ucap Sandra berlalu langkahnya mulai ia langkahnya kearah kamarnya dan memasukinya.
"Jujur aku tidak tahu apa Sandra sudah memang berubah atau memang dia hanya bermain-main seolah-olah aku adalah Wanita bodoh yang dengan mudahnya tertipu akan omongan manisnya, tapi yang aku pikirkan sekarang aku malah kasihan dengan janin yang ia kandung, janin yang tidak berdosa yang Tuhan anugerah kan kepada Wanita yang penuh ambisi dan ke obsesinya belaka, jadi jika Tristan ada di-pihaknya mungkin dia bisa menjaga janin itu biar pun aku sendiri tidak tau apa isi asli janin atau hanya tipuan yang ia rencanakan untuk membodohi kita semua,"batinnya.
"Alangkah baiknya kamu tidur bersama Sandra saja, dia sekarang lagi dalam kondisi mengandung jadi pastinya sangat butuh pengawasan apalagi ini kehamilan pertamanya jadi temani-lah dia!"ucap Bintang berlalu ia masuk kedalam kamarnya tanpa se'ucap kata yang ia lontarkan lagi. Sedangkan Tristan yang belum mengatakan apa-apa ia hanya terdiam yang akhirnya masuk kedalam kamar Sandra.
Berjalan dengan langkah kaki pelan tanpa adanya semangat yang tertanam dalam dirinya dan hati yang rasanya masih tertinggal disana. Akhirnya setelah memutuskan semuanya Tristan pun sampai juga didepan kamar Sandra. Dengan membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dulu, ia pun masuk dan mendapati Sandra yang sudah terbaring diatas ranjang.
"Tristan kamu kok kesini, bukannya tadi aku menyuruhmu untuk tidur bersama Bintang saja?"tanya Sandra dengan pandangannya yang merasa bingung.
"Dia tidak masalah jika aku harus tidur bersama denganmu, jadi sudahlah lupakan saja. Dan ini juga sudah malam jadi cepat tidurlah."perintah Tristan yang kemudian Tristan pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang yang tak jauh disamping Sandra dengan kondisi tubuhnya yang Tristan sengaja sedang dalam keadaan membelakanginya.
"Ide yang sangat sempurna, baru satu langkah saja aku sudah berhasil membuat mereka berpisah ranjang. Jadi aku rasa rencana-ku ini akan sangat sempurna, jadi nikmatilah masa-masa sendiri Bintang dan bersiaplah untuk tersingkir dari Rumah sebesar ini!" batin Sandra dengan tersenyum sinis.
NIH ADA REKOMENDASI CERITA SERU DAN PASTINYA SANGAT COCOK BUAT MENGISI WAKTU ISTIRAHAT KALIAN. YUK MAMPIR DI-KARYA DENGAN JUDUL "ISTRI PILIHAN ALIKA " DENGAN NAMA PENA : DECHE " PASTINYA BIKIN NAGIH MAMPIR YA 🥰🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.