ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 57 " Kembali ke pemilik semula " )


__ADS_3

Dunia ini memang cepat sekali berputar. Orang-orang yang dulunya menjadi penyebab pertama kita terjatuh, kini siapa sangka orang itu malah berbalik memberikan penyemangat buat kita.


Aku tau kamu aslinya memanglah baik tapi sayangnya hanya dengan kebaikan perasaan itu tak mampu lagi membangkitkan hati akan seseorang yang terlanjur rapuh.


Kamu memang sangatlah mirip dengannya tapi sayangnya hatiku sudah terlanjur tertanam akan benih cinta dari kakak kamu yaitu Tristan.


Memandangnya dengan tatapan ketulusan, Bagas yang akhirnya sama-sama melirik kearah Bintang mendapati Bintang yang juga memandangnya, kini tatapan keduanya sama-sama mereka alihkan, menghindar dari tatapan yang tak sengaja mereka lakukan.


"Aku tau di-dunia ini memang sangatlah sulit bagi seseorang untuk memiliki dan mengharapkan apa yang dia mau? Aku juga tau dari dalam hatimu masih terselip berlian untuk kak Tristan yang mungkin sampai saat ini berlian itu masih tersimpan rapi didalamnya.


Aku tau yang namanya hati tidak bisa dipaksakan, memaksakan kehendak dari seseorang yang tidak pernah mengharapkan kita juga akan berpengaruh buruk pada kehidupan yang akan kita jalankan nanti.


Aku sadar dan sekarang aku akan melepaskan semua itu, aku jujur jika aku mengatakan kata-kata seolah-olah aku menyukaimu, sebenarnya kata-kata itu hanyalah taktik supaya aku tau apa kamu akan tergoda akan godaan laki-laki yang memiliki wajah yang sangatlah mirip dengannya setiap kali kamu mendapatkan godaan.

__ADS_1


Dan memberikan godaan sekaligus kekayaan aku berfikir cara itu mampu menipumu tapi aku salah kamu bukanlah wanita yang gemar uang dan tergoda akan yang namanya harta beruntung kak Tristan pernah memilikimu, sekali lagi maaf jika aku telah menipumu maafkan aku!"


"Aku akan kembali pada jalanku yang sebelumnya yaitu menjadi pria miskin, memang memiliki banyak harta impian setiap orang tapi apa gunanya memiliki segalanya jika hati kita masihlah kosong. Aku tau tidak mudah membuka hati yang terlanjur rapuh hancur hinga lebur tapi aku sadar yang namanya kehidupan itu selalu berputar. Jadi sekarang aku telah menyerah, maafkan aku jika aku telah mengecewakan kamu jadi sebagai gantinya ambillah ini!"


Memberikan satu berkas yang sama percis disaat ia menanda tangani surat kemaren. Pandangan Bintang tak percaya dengan apa yang ia lihat dan tatapan saat ini.


"Ini apa maksudnya bukankah berkas-berkas ini sudah berpindah tangankan atas nama kamu?"tanya Bintang tidak percaya.


"Kamu salah Bintang! Aku sama sekali tidak pernah memindahkan tangankan jabatan kamu atas namaku. Dan tanda tangan yang aku paksa kemaren sejujurnya surat itu hanyalah surat pengumuman biasa yang tanpa adanya materai asli atau pun berkas asli yang selama ini kamu pegang.


Bahkan disaat aku menculik dan menyuruhmu untuk tanda tangan aslinya mereka sudah tau akan misi ini. Sekarang yang seharusnya kamu dapatkan sudah kembali ke tangan kamu, hanya beberapa hari aku merasakan gimana rasanya jadi bos tapi aku sadar bos yang mereka inginkan itu adalah kamu, jadi ambilah! Dan jalankan kembali Perusahaan yang membutuhkan akan dukungan-mu!"


"Kamu? Aku ... Aku sama sekali tidak percaya jadi selama ini apa yang sudah kamu rencanakan hanyalah sebuah rencana kebohongan untuk menipu Revi dan juga membohongiku? Kamu aslinya tidaklah sungguh-sungguh ingin menguasai balik harta kekayaan yang dimiliki almarhum kakak kamu?"

__ADS_1


"Biar pun aku dan juga Kak Tristan tidak pernah bertemu atau pun bercanda disaat dirinya masih hidup. Aku tidak sejahat itu sampai-sampai punya niatan ingin menguasai semuanya, kamu harus kembali demi wasiat yang ditujukan kak Tristan kamu harus kembali?"


Tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini, wajah Bintang masih nampak polos, ia terlihat terdiam merasa apa yang barusan ia dengar hanyalah sebuah mimpi, tapi nyatanya mimpi itu sungguh-sungguhlah terjadi.


"Tuan sudah saatnya,"timpal seseorang yang menghampiri Bagas maupun Bintang.


"Kamu harus kembali ke Perusahaan itu, aku sudah menyuruh pak supir untuk mengantar kamu jadi cerita-lah pergi!"


"Terus dengan kamu sendiri?"


"Aku masih punya satu tugas yang harus aku selesaikan, jadi jangan pedulikan aku pergilah!"


"Baiklah, kali ini aku berharap kamu mau membantuku membangkitkan kembali Perusahaan ini, jadi aku tunggu kamu disana,"timpal Bintang segera ia pun masuk kedalam mobil yang sudah sedari tadi dibukakannya.

__ADS_1


"Sebelum aku pergi aku harus menyelesaikan satu permasalahan yang harus aku selesaikan saat ini!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2