ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
97 " Mulai merasakan rindu "


__ADS_3

"Akhirnya hari ini aku sudah boleh pulang juga dari Rumah sakit itu, tapi sekarang kemana lagi aku harus melangkah. Karena aku sendiri juga tidak tau arah mana yang bakal aku tuju?"batin Bintang yang merasa risau.


Ia pun meneruskan lagi perjalanannya. Akan tetapi belum juga iya menemukan kontrakan yang ia cari, seseorang pun datang.


"Hei cantik sendirian aja? Mau abang anterin gak ini kan sudah mau malam," tawarnya dengan raut wajah yang sedikit menyeramkan.


"Iya atau mau abang temenin sebentar, kayaknya kamu lagi kecapean?" timpal laki-laki lain yang mulai mendekati Bintang.


" kalian? Kalian jangan macam-macam sama saya, jika selangkah kalian berani mendekatiku maka aku akan teriak," ucapnya yang merasa sangatlah cemas.


"Teriak saja, kan disini tidak ada orang sama sekali jadi mau minta pertolongan sama siapa kamu? Ayo tunggu apa lagi bawa dia sekarang!" perintahnya yang kemudian kedua preman itu pun mulai menarik Bintang.


"Kalian mau ngapain lepasin aku! tolong ... Tolong ... lepasin aku! Tolong ...."


Beberapa tendangan pun tepat mengenai dua preman tersebut yang akhirnya membuat kedua preman itu pun tersungkur secara bersamaan.


"Dasar bajingan berani sekali anda menganggu kesenangan kita," ucapnya yang baru aja mau melangkah untuk melawannya, dalam sekejab niat seseorang itu pun berubah setelah kedua preman itu mendengar suara mobil polisi.


Lantaran terkejut dan tidak mau dipenjara, mereka akhirnya spontan berlari melarikan diri.


Sedangkan seseorang yang memukulnya ia beralih menghampiri Bintang.


"Kamu? Kamu tidak apa-apa kan? Apa kamu terluka?" tanya seseorang itu yang tak lain adalah Richard.


"Tidak! Aku tidak apa-apa kok. Apa kamu terluka?"tanya Bintang.

__ADS_1


"Tidak aku baik-baik saja kok,"balas Richard.


"Tunggu? Ngomong-ngomong apa yang kamu lakukan sekarang kenapa kamu ada disini? Bukannya tadi pagi kamu bilang kamu akan pulang ke-rumah kamu, tapi kenapa kamu malah berkeliaran disini?" tanyanya yang membuat Bintang pun terdiam.


"Apa yang harus aku katakan sekarang?" batinnya yang kemudian Richard pun membalasnya.


"Kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak mempunyai tempat tinggal,makanya kamu masih keluyuran disini?"tanya Richard lagi.


"Iya sebenarnya aku tidak punya tempat tinggal, jadi aku bingung harus pergi kemana sekarang,"balas Bintang.


"Astaga terus kenapa kamu tidak bilang sama aku dari awal!"balas Richard.


"Soalnya Tuan itu terlalu baik sama saya, jadi saya tidak mau merepotkan Tuan lagi," balasnya yang masih menundukkan kepalanya.


"Ya sudah mendingan sekarang kamu ikut aku," ajaknya.


"Sudahlah nanti kamu juga akan tahu, ayo cepat masuklah kedalam mobilku," ajaknya lagi.


"Tapi ...."


"Sudah jangan membangkang," balas Richard yang kemudian ia dengan segera memasukkan koper Bintang kedalam jok mobilnya.


Tanpa berfikir, Bintang akhirnya ikut dengan Richard setelah ia mendapat tawaran baiknya.


Sedangkan disalah satu kediaman yang cukup besar dan mewah terdapat seseorang yang baru saja turun dari mobil mewahnya. Dan berlalu seseorang itu pun memasuki kediaman Rumah mewah tersebut. Dan seseorang itu yang tak lain adalah Tristan.

__ADS_1


Malam yang sunyi entah apa yang ada dipikiran Tristan saat ini setelah ia pulang kerja tubuhnya merasa menyuruhnya untuk pulang. Dan sesampainya ia di Rumah ia hanya bisa meratapi Rumahnya yang kotor lantaran tidak ada orang yang membersihkannya. Bahkan lantai terlihat banyak debu ditambah lagi pakaian yang pada tergeletak kesemua sudut arah. Membuatnya tak nyaman ia lantas memungutnya satu persatu.


Setelah rasa telah sudah mulai menyerang ototnya, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak disalah satu sofa ruang tamu. Dengan merebahkan tubuhnya pandangnya akhirnya tertuju pada salah satu arah yaitu kamar Bintang.


Bayang-bayang pun mulai hadir dalam pikirannya , dan ia pun mengingat sesuatu.


FLASHBACK


"Kamu dari mana aja kenapa pagi baru pulang?" tanyanya yang kemudian Tristan pun membalas tanpa melirik kearahnya.


"Tadi malam aku lembur jadi tidak bisa pulang," balasnya yang hendak akan maju, tapi lagi-lagi langkahnya terhenti setelah Bintang mengatakan sesuatu.


"Tapi kan seenggaknya kamu itu kan bisa kabari aku dulu, aku kan Istrimu apa kamu tidak bisa menghargai ku sedikit saja? Apa kamu tahu sedari malam aku nungguin kamu bahkan semua makanan jadi Mubazir karena tidak ada yang makan?"timpal Bintang.


"Terus apa masalahnya denganku? Aku kan tidak menyuruhmu untuk menungguku, lagian siapa suruh kamu tungguin aku kan aku bukan anak kecil lagi udahlah aku capek mau istirahat," balasnya yang kemudian ia langsung pergi masuk kedalam kamarnya.


"Hanya itu balasan yang kamu berikan setelah hampir 7 jam aku menunggumu disini tanpa kepastian," ucapnya yang keluar, dengan berbarengan air mata Bintang yang jatuh secara bersamaan.


FLASH BACK


"Kenapa sekarang aku malah jadi kepikiran Bintang lagi? Kira-kira dimana dia sekarang," ucapnya yang kemudian ia pun merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN DARI CERITA BINTANG DAN TRISTAN. MAMPIR DULU DI- KARYA PUNYA KAKAK DENGAN NAMA PENA : Alya lii, DENGAN JUDUL "Kaget Nikah " DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH DAN SANGAT COCOK UNTUK WAKTU LUANG KALIAN TERIMA KASIH 🥰🥰🥰


__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2