ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
89 " Untung Tristan tidak mempercayainya "


__ADS_3

Meratapi tulisan nama yang tertera pada batu nisan dengan nama Nina Verlanta anjalini, hati Tristan seketika hancur berkeping-keping bahkan ia tidak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya sendiri.


Air matanya mengalir dengan sangat deras sampai-sampai ia tidak sanggup untuk mengatakan sepatah kata pun lagi selain hanya menunjukkan air matanya.


"Mam? Kenapa Mama begitu cepat ninggalin Tristan kenapa? Mama belum sempat melihat cucu Mama kenapa Mama malah terlebih dulu meninggalkan kami kenapa?"


"Kamu yang sabar Tristan, semua ini jadi jadi rahasia Tuhan. Nyawa, harta kita tidak tau kapan dan dimana Tuhan mampu mengambilnya. Mama pasti akan sangat terluka disana jika dirinya tau Putra dan Putrinya hancur seperti ini? Aku tahu di-dunia ini tidak ada orang yang tidak akan sedih jika kehilangan orang yang paling ia sayangi terutama orang itu adalah Mama kita sendiri kamu yang sabar ya?"ucapnya dengan memeluk Tristan.


"Siapa sebenarnya pelaku yang sudah tega melakukan semua ini sama Mama? Apa semua ini ada hubungannya sama Erlangga? Apa dia orang yang sudah melakukan semua ini sampai-sampai tega menghabisi nyawa Mama dengan cara membunuhnya dengan gunting itu?"batinnya yang serasa bertanya-tanya.


Seseorang datang dan menepuk pundak Tristan, melihat siapa yang datang Tristan berlalu melihat kearahnya.


"Andra?"

__ADS_1


"Saya turut berduka cita atas meninggalnya Nyonya besar Tuan. Dan kedatangan saya kesini, saya ingin memberitahu tuan mengenai kasus meninggalnya Nyonya besar. Benar dugaan Tuan jika meninggalnya Nyonya semua ini bukan murni kecelakaan tapi meninggalnya Nyonya karena seseorang yang telah sengaja membunuhnya. Bahkan melihat bekas luka yang ada perutnya telah membuktikan jika nyonya besar mengalami penusukan parah seperti yang Dokter katakan pada waktu itu. Belum lagi meninggalnya Nyonya itu di-lokasi yang tak lain adalah paviliun milik tuan sendiri, semua ini sudah membuktikan jika dalang dibalik semua ini adalah kaitannya dengan Erlangga! Dialah orang yang sudah merencanakan semuanya."


"Paviliun milik-ku? Tapi untuk apa Mama datang kesana jika dirinya sama sekali tidak pernah datang ketempat itu?"timpal Tristan.


"Itu yang masih jadi pertanyaan saya Tuan! Belum lagi Erlangga kan pergi ke Seoul jika bukan dia yang melakukannya maka ada pihak kedua yang membantunya melancarkan aksinya ini?"


"Dan sekarang giliran aku yang bertanya? Aku tahu Mama meninggal disana karena aku mendapatkan pesan yang dimana pesan itu dikirim Mama sendiri sebelum ajal menjemputnya. Dan yang membuat-ku heran pesan itu bertuliskan " TRISTAN TOLONG MAMA ... TOLONG MAMA ... BINTANG BERENCANA INGIN MEMBUNUH MAMA TOLONG MAMA ...


"Apa nyonya Sandra serius dengan ucapan barusan nyonya?"tanya Andra.


"Tidak! Kenapa malah jadi bawa-bawa aku? Aku sama sekali tidak tau dengan hal ini? Aku juga tidak kenal sekali pun sama Pria yang bernama Erlangga jadi untuk apa aku harus melakukan semua ini sampai-sampai membunuh Mama itu semua tidak benar? Itu tidaklah benar!"timpal Bintang yang mencoba melakukan pembelaan.


"Bintang kita kan hanya menerima dugaan awal bahkan aku mau pun kita belum menuduh atau pun berkata apapun sama kamu tapi kenapa kamu malah se'tegang ini ada apa? Kenapa?"

__ADS_1


"Aku percaya kalau bukan Bintang pelakunya!"timpal Tristan seketika pandangan Sandra beralih menatapnya.


"Apa maksud kamu Tristan?"tanya Sandra.


"Jika ini benar-benar Mama yang menuliskan untuk apa dia capek-capek mengirimkan pesan panjang lebar bahkan pakai huruf kapital jika kondisinya sendiri dalam kondisi sakaratul maut. Jika Mama sendiri yang mengirimkannya untuk apa Mama tidak memakai metode rekam suara bukankah itu lebih mudah?"timpal Tristan.


"Iya benar juga yang Tuan katakan! Orang yang lagi terpojok apalagi dalam kondisi memprihatikan pasti tidak akan sampai kepikiran untuk mengetik panjang lebar, belum lagi ada metode rekam suara yang lebih gampang aku rasa semua ini tidak masuk akal jika benar Nyonya Bintang lah pelakunya. Belum lagi handphone milik Nyonya besar masih ada dalam keadaan utuh tanpa rusak sekalipun aku rasa tidak ada hubungannya jika pesan ini benar-benar Nyonya besar yang mengirimkannya,"timpal Andra lagi.


"Mama tenang saja cepat atau lambat aku pasti bakal tau siapa seseorang yang sudah dengan beraninya bertindak sejahat ini sama Mama? Jika suatu saat nanti aku sudah menemukannya maka Mama akan melihat aku menghabisinya dengan caraku sendiri karena nyawa harus dibayar dengan nyawa Mama tenanglah di-alam sama,"ucap Tristan dengan mengelus-elus batu nisan tersebut.


"Sial! Kenapa rencana yang sudah aku susun matang-matang malah jadi berubah seperti ini? Rencana-ku aku sangat berharap jika Tristan akan percaya jika memang benar Bintang-lah pelaku yang sudah membunuh Mamanya tapi kenapa dia malah sama sekali tidak ada rasa curiga mau pun percaya dengan bukti itu?"batinnya yang merasa kesal.


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN DARI CERITA BINTANG DAN TRISTAN. MAMPIR DULU DI- KARYA PUNYA KAKAK DENGAN NAMA PENA : StrawCakes, DENGAN JUDUL "Dipersunting Tuan Barun " DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH DAN SANGAT COCOK UNTUK WAKTU LUANG KALIAN TERIMA KASIH 🥰🥰🥰

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2