
"Baiklah berhubung hari ini hari ulang tahun kak Bagas, gimana kalau sebagai perayaannya kita makan-makan di Restoran, anggap saja ini sebagai perayaan istimewa ini?" Ide Andara yang akhirnya mendapatkan persetujuan dari Bagas.
"Baiklah aku rasa itu ide yang tepat, yuk kita berangkat!"
Tak berselang lama mereka akhirnya telah sampai disalah satu Restoran yang terbilang cukup ramai. Bahkan restoran ini mendapatkan julukan rising star lantaran aneka menu yang terdapat disini rasanya sudah bisa diberikan nilai Bintang 5 sangking enaknya Belum lagi harganya yang tidak menguras dompet membuat restoran ini menjadi tempat andalan nomor 1.
"Terima kasih ya kak karena kak Bagas sudah membawa kita ke restoran seindah dan senyaman ini,"timpal Andara.
"Oh iya sembari menikmati menu makanan ini ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan sama kamu Bintang." Beralih Bintang yang mendengar ucapan Bagas, pandangannya pun beralih fokus pada Bagas mau pun kedua seseorang yang ada disampingnya.
"Kak Bagas ingin menunjukkan apa pada kak Bintang?"tanya Andara nampak penasaran, sesekali ia mencolek Bintang seakan-akan memberikan sebuah isyarat.
"Kamu ingin menunjukkan apa padaku?"tanya Bintang nampak malu.
"Aku ingin kamu berdiri di sampingku saat ini?"pinta Bagas.
"Berdiri disamping kamu untuk apa?"tanya Bintang yang berpura-pura seolah-olah tidak paham.
"Ayolah berdiri,"ucapnya yang kemudian ia pun mengandeng tangan Bintang dan mengajaknya untuk bersanding dengan dirinya.
__ADS_1
"Ada apa Bagas kamu ada masalah?"
"Aku sengaja membawamu kesini karena ada satu hal yang ingin aku bicarakan sama kamu. Dihadapan banyaknya orang ini, aku tidak perduli jika apa yang akan kamu katakan akan membuatku kecewa lantaran malu. Tapi aku tak perduli dengan semua itu, yang terpenting aku sudah melakukannya bagiku itu sudah lebih dari cukup dan mampu membuat perasaan-ku lega.
"Apa yang dimaksud Bagas sekarang ini? Apa dia bermaksud ini menyatakan cintanya padaku? Dihadapan banyaknya orang yang sudah memperhatikannya?"batinnya dengan lirikannya yang ia arahnya pada pandangan semua orang.
Kemudian Bagas yang tadinya berdiri dihadapannya, Bagas terlihat sedang menekuk kedua kakinya, berlutut pada pandangan Bintang sembari tangan Kanannya yang memegang tangan Bintang dengan eratnya.
"Aku mencintaimu Bintang? Aku tau mungkin bagimu aku tidaklah pantas untuk mengatakan ini, aku tau mungkin sekarang ini perasaan kamu belumlah ada untukku karena aku juga tau perasaan kamu paling dalam, dalam hatimu masih terukir jelas akan sosok mantan suami kamu yang sangat-sangat sulit untuk kamu lupakan.
Dan sekarang aku ingin membuktikannya jika aku sungguh-sungguh tulus mencintai kamu melebihi rasa cinta yang dulunya pernah diberikan oleh kakak-ku.
Aku sangat-sangat mencintai kamu jadi aku mohon beri aku kesempatan untuk menata kembali bongkahan yang sudah sedari lama rapuh akan adanya luka yang lama yang kamu alami aku mohon?"
"Bagiku menahan malu sudah jadi makan keseharian semua orang termasuk diriku, tapi jika harus menunggu dan terus menunggu sampai bertahun-tahun lamanya, itulah yang membuat kesengsaraan sekaligus rasa sakit yang tiada habisnya jika harus terjadi berulang-ulang lagi.
Jadi jika aku disuruh memilih aku lebih memilih menahan malu ketimbang harus menahan rasa rindu yang rasa tidak sabar jika harus tetap menunggumu. Aku sengaja berlutut seperti ini aku hanya ingin tau apa jawaban yang akan kamu ucapkan dan sepenuh hati aku akan menerima dengan lapang dada akan perasaan yang akan kamu berikan nanti. Jika kamu menolak-ku aku tidak akan pernah membenci mau pun dendam padamu.
Tapi jika aku sampai mendapatkan hati kamu akan aku tunjukkan pada semua orang segitu spesialnya kamu. Dan segitu beruntungnya aku karena berhasil mendapatkan permata yang sangat indah ini jadi gimana? Apa tanggapan kamu, apa kamu akan menolak-ku?"
__ADS_1
"Jujur aku sendiri tidak tau harus mengatakan apa padamu saat ini? Kamu orangnya terlalu nekat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi jika aku sampai menolak-mu? Tapi yang namanya hati kita tidak bisa memaksakan dan sekarang dan hari ini maaf aku tidak bisa menerima kamu sebagai pacar atau pun kekasihku aku tidak bisa!"
Bagaikan tersambar petir dalam siang bolong, Bagas yang tadinya raut wajahnya yang sudah terpenuhi rasa bahagia sekaligus penasaran ya tidak bisa ia pikirkan sebelumnya.
Dirinya yang habis menerima jawaban tersebut, tangannya yang tadinya menggenggam erat tangan Bintang, kini tangan kini kembali terlepas dengan ekspresi wajah pasrah yang dihasilkan oleh Bagas sendiri
"Aku tidak akan marah jika jawaban yang barusan kamu berikan cukup membuatku terkejut, tapi setidaknya aku cukup lega karena aku sudah mendengar akan isi hati kamu yang sebenarnya Bintang?"
"Kenapa kamu semudah itu putus asa? Apa dengan kata-kata ku yang mengatakan aku menolak-mu untuk menjadi kekasih kamu! Kamu akan langsung menyerah dan pasrah seperti ini? Apa kamu lebih memilih aku menjadi pacar sekaligus kekasih yang hanya akan menjadi hubungan yang tanpa adanya kepastian yang pasti? Apa kamu tidak berniat untuk meminang-ku langsung contohnya menjadikan aku sebagai Istrimu, misalnya?"
"Maksud kamu? Maksud kamu apa yang barusan kamu katakan tadi kamu sudah siap jika aku akan langsung meminang kamu tanpa harus menjalankan masa pacaran seperti orang-orang?"
"Menjalankan masa pacaran dengan status pasang kekasih aku rasa hubungan itu tidak akan memungkinkan kita akan menuju ke pelaminan langsung. Aku sadar ini terlalu cepat tapi aku tau kamu orangnya baik dan tulus, jadi mungkin karena ketulusan inilah yang menyadarkan aku dan mendorongku untuk mau menerima perasaan kamu ini?"
"Aku sungguh-sungguh tidak akan menyangka akan mendapatkan jawaban yang sangat-sangat tidak pernah aku bayangkan. Sebelumnya aku masih ragu jika langsung mengajak kamu untuk hidup bersama, tapi penjelasan yang barusan kamu katakan aku rasa penjelasan itu semua sudah membuktikan jika kamu memang mencintai-ku juga baiklah jika itu mau kamu apa kamu mau menjadi istriku?"
Berbarengan dengan tangan Bagas yang mengeluarkan sepasang cincin yang dia keluarkan dari dalam sakunya, menunjukkan Langsung dihadapannya sekaligus banyaknya orang yang sedari tadi menunjukkan rasa bahagianya.
"Iya aku bersedia pasangkan saja cincin-cincin ini dijari-ku?"ucap Bintang dengan senyumannya yang terukir secara tulus, menjulurkan tangannya pada hadapan Bagas membuat raut wajah Bagas yang melihatnya hanya bisa membalas senyuman tulusnya.
__ADS_1
Kedua pandangan yang sama-sama teralihkan pada keduanya, senyuman manis yang sama-sama terukir dari keduanya telah membuktikan jika cinta diantara mereka memang benarlah ada.
BERSAMBUNG.