ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 47 " Memulai permainan " )


__ADS_3

"Bagas kamu akhirnya datang juga! Apa segitu beraninya kamu sampai seberani ini menginjakkan kakimu di wilayah ku ini?"tegas Alex dengan muka garangnya.


"Sudahlah jangan basa basi lagi! Tujuanku datang kesini hanya untuk menjemput Revi! Apa Lex? Apa yang membuatmu jadi sangat terobsesi untuk menghancurkan rumah tangga dari sahabat terbaik kamu sendiri? Apa melihat hubungan ku bersama dengan Istriku kembali bersatu kamu masih bersikeras ingin menghancurkannya? Apa kamu tidaklah sungguh-sungguh ingin memberikan kebahagiaan pada kami? Sekarang Revi sudah mengandung anakku apa kamu masih belum percaya juga dan berniat ingin memisahkan kami?"ucapnya berbarengan dengan memelas.


"Aku tau Lex aku memang sangatlah jahat karena mengabaikan kamu seperti ini, tapi aku mohon kali ini biarkan aku untuk memutuskan kebahagiaan ku sendiri bersama dengan Bagas aku mohon ijinkan aku! Diluar sana masih banyak wanita yang lebih cantik dan lebih baik dariku jadi aku rasa diluar sana kamu pasti menemukan pengganti diriku jadi aku mohon berikan kamu kesempatan untuk berbahagia aku mohon! Apa harus kita bersujud di kaki kamu agar kamu mau memaafkan aku dan memberikan kami kesempatan apa harus!"


"Baiklah jika kali ini, ini sudah jadi pilihan kamu aku bisa apa! Apapun yang terjadi aku hanya bisa memberikan dukungan, aku tau aku memang jahat karena tega mengkhianati sahabat aku sendiri demi ego dan nafsu jadi maafkan aku! Maafkan aku kalau aku sudah membuatmu kecewa maafkan aku! Kali ini aku akan pergi dari kehidupan kalian jadi berbahagialah!"


Melangkahkan kakinya pergi dari pandangan Bagas mau pun Revi, keduanya yang menatap Alex dengan tatapan kelegaan yang terdapat dari kedua pandangan seseorang itu. Sedangkan Alex yang terus saja berjalan tanpa menolehkan pandangannya kearah belakang.


"Semudah inikah kamu percaya dengan semua tipuan ini? Aku sudah tidak sabar untuk memulainya?"batin Revi dengan tatapan liciknya, sesekali ia memandang kearah Bagas yang terdiam terdiam memandangi langkah Alex yang mulai menjauh dari pandangan keduanya.


"Sayang, kali ini hubungan kita kembali terjalin tanpa adanya seseorang yang berniat jahat pada kita. Aku sangat bahagia akhirnya kita mampu bertahan dari gempuran ombak yang sudah hampir saja membuat hubungan kita hancur lebur, jadi sekali lagi terima kasih! Terima kasih atas kepercayaan kamu yang masih mengharapkan akan diriku untuk tetap disamping kamu terima kasih.


Oh iya soal kehamilan ku kamu tau darimana kalau aku mengandung anak kamu? Maksudnya aku kan tidak pernah mengatakan apa-apa soal kehamilan ini, aku berniat ingin memberikan kamu sebuah kejutan yang spesial tapi melihat kamu sudah mengetahuinya aku rasa kejutan ini sudahlah gagal, tapi yang membuatku sedikit bingung kenapa kamu bisa tau dari mana kamu tau siapa yang memberi kamu?"


"Sebenarnya aku tau kalau kamu mengandung ini semua dari nyonya Bintang, dialah orang yang memberitahuku,"balasnya dengan pandangannya yang mengarah kearah Revi.


FLASHBACK


Berada dalam satu ruangan kerja yang sama, Bagas mau pun Bintang yang terlihat sibuk dengan kerjaannya masing-masing. Ditambah lagi dengan banyaknya laporan kerja yang membuat keduanya tak henti-hentinya berpaling dari pandangan satu sama lain lagi.


Sesaat Bintang yang tak sengaja melirik kearah Bagas, ia mendapati Bagas yang sedang mengigit ujung bulpoin-nya sembari fokus pada pandangan bawahnya yang seakan-akan sedang ada sesuatu yang ia pikirkan.

__ADS_1


Lamunan Bagas yang sedari tadi dipanggil olehnya pun tidak kunjung ada balasan hinga Bintang melemparkan kertas yang sengaja ia genggam kemudian ia gunakan buat menyadarkan akan lamunannya.


Terkejut Bagas spontan melirik kearah Bintang dengan wajah terkejutnya.


"Maaf Nyonya ada apa? Apa Nyonya memanggilku?"tanyanya dengan wajah cukup bingung.


"Kamu kenapa? Apa kamu ada masalah yang terjadi denganmu?"tanya Bintang, Bagas yang mendengar ia hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kamu hanya menggelengkan kepala apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?"tanyanya lagi.


"Tidak ada apa-apa kok Nyonya, saya hanya ada masalah sedikit yang saya pikirkan ini tidak terlalu penting jadi gak perlu dibahas lagi,"timpalnya tapi terlihat Bagas masih memikirkan akan sesuatu.


"Bagas saya tahu kalau kamu ada masalah, pertama kamu tumben tidak fokus dengan pekerjaan kamu? Kamu ada masalah ayo katakan?"


"Baiklah kalau kamu memang tidak ada masalah, oh iya ngomong-ngomong selamat ya?"


"Selamat? Selamat untuk apa nyonya?"tanya balik Bagas dengan wajah terheran-nya.


"Kok untuk apa, apa kamu belum tau sesuatu dari Revi, maksudnya dia belum berkata apa-apa kalau dia lagi mengandung anak kalian yang kedua?"


"Apa!"


Jantung yang seketika ingin berhenti berdegup kencang mendengar kabar yang tidak seharusnya dia ketahui, Bagas yang sama sekali tidak percaya ia terlihat tak merespon akan ucapan yang diucapkan Bintang barusan, Bintang yang merasa bingung ia lantas menepuk pundaknya.

__ADS_1


"Ada apa Bagas kenapa kamu malah terlihat sangat terkejut? Kamu tidak suka dengan kabar kehamilan istri kamu sendiri?"


"Sejak kapan nyonya tau kalau Revi telah mengandung seperti yang nyonya katakan barusan?"tanya Bagas tanpa pandangannya yang mengarah kearah Bintang.


"Aku kemaren tidak sengaja berpapasan dengannya, bahkan dia sendiri yang bilang kalau dia sedang mengandung, dia belum memberitahumu karena katanya dia ingin memberikan kejutan untukmu, kenapa? Apa kamu benar-benar sejahat ini sampai-sampai tidak suka mendengar akan kabar kehamilan dari istri kamu sendiri?"


"Sudahlah lupakan! Sekarang nyonya turun!"ucapnya sesaat dirinya sadar sudah sampai didepan apartemen Bintang.


"Baiklah aku akan turun, sekali lagi terima kasih atas tumpangannya dan tadi aku benar-benar berterima kasih karena kamu sudah mau menolongku, berhati-hatilah!"ucapnya.


Tanpa membalas akan ucapan yang barusan diucapkan Bintang, Bagas yang tanpa memberikan ucapan balik atau pun kata pamit dirinya berlalu melajukan kembali kendaraannya.


"Ada apa dengan Bagas? Kenapa dia terlihat sangatlah sedih mendengar kabar kehamilan Revi, apa jangan-jangan apa yang ada dipikirannya benar-benar sama yang aku pikirkan sekarang ini?"


FLASHBACK


"Iya aku ingat nyonya Bintang tau kehamilan ku waktu aku pertama kali aku mengetahui kalau aku telah mengandung, untungnya Bintang tidak berkata yang tidak-tidak jadi aku rasa akan aman,"batinnya dengan tersenyum sinis.


"Sayang apa yang kamu pikirkan?"


"Tidak! Tidak ada apa-apa kok sayang, ya sudah karena ini sudah malam kita pulang yuk?"


"Baiklah ayo pulang!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2