ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
107 " Apa mungkin ada kemungkinan bagi Bintang untuk memaafkannya"


__ADS_3

Melihat Tristan yang terlebih dulu pergi tanpa memperdulikannya, langkah kaki Sandra akhirnya ia percepat untuk bisa sampai ditempat Tristan yang langkahnya menuju ke-mobil, tapi sesampainya usahanya pun sia-sia Tristan sudah terlebih dulu meninggalkannya dengan menginjak laju kendaraan tanpa memperdulikan Sandra yang masih tertinggal.


Berusaha keras Sandra meneriakinya tapi usahanya pun sia-sia kendaraan hitam itu sudah semakin jauh dari langkah dan pandangan dimana Sandra berdiri saat ini.


"Gila! Apa Tristan sudah gila bisa-bisanya ia meninggalkan aku aku sendiri seperti ini Tristan!"teriaknya tapi sama sekali tak ada respon dari mobil tersebut.


Berbeda dari tempat lain, lebih tepatnya didalam satu mobil yang ada dia seseorang, akan tetapi tidak terdengar dari suara yang bersahutan diantara keduanya lantaran Bintang yang sedari tadi sedang terdiam melamun-kan sesuatu. Sedangkan Richard yang tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya ia lantas bertanya.


"Bintang kamu kenapa? Apa kamu masih kepikiran dengan perkataan yang barusan dikatakan Suamimu tadi?" tanyanya yang kemudian Bintang pun tersadar.


"Sudahlah aku tidak mau menanggapi masalah itu. Dan aku juga tidak mau memikirkannya," balas Bintang yang terlihat murung lagi.

__ADS_1


"Kamu bisa membohongi aku Bin, tapi nyatanya kamu tidak bisa membohongi perasaan kamu dan juga hatimu sendiri. Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan saat ini," batinnya yang kemudian ia bertanya balik.


"Melihat ekpresi wajah kamu sekarang, aku jadi kepikiran akan sesuatu. Apa diamnya kamu karena kamu itu benar-benar masih sangat mencintainya?"tanya Richard.


"Apa?"tanya balik Bintang.


"Bukan itu maksudku? Aku hanya ingin tau saja,"balas Richard.


"Terus jika suatu saat nanti ia akan berubah menjadi baik dan perduli mau pun perhatian pada dirimu. Apa kamu akan memberikan dia kesempatan kedua?" tanya Richard yang membuat Bintang berbalik arah melihatnya.


"Aku sadar hidupku tidaklah akan lama, jadi cepat atau lambat penyakitku ini perlahan-lahan akan mulai menguasai diriku jadi mungkin jalan yang paling tepat adalah menyendiri. Karena dengan menyendiri kamu tidak akan terluka mau pun melukai orang lain," batinnya yang kemudian Richard lagi-lagi mengagetkannya

__ADS_1


"Bintang? Apa kamu masih mendengar perkataan ku? Apa dengan diamnya kamu ini, kamu akan memberikan dia kesempatan kedua. Ingatlah Bintang orang yang sudah terlanjur suka mempermainkan hubungan dan perasaan seseorang pada akhirnya sampai nanti dia juga tidak akan berubah menjadi orang baik, jadi janganlah kamu mudah untuk terprovokasi akan ucapannya."


"Tuan tenang aja aku bukanlah orang yang mudah termakan akan rayuan mau pun gombalan seorang laki-laki, jadi sekali aku dikhianati aku tidak akan dengan mudahnya memaafkannya jika suatu saat nanti ia berubah mungkin itu akan membuatnya sadar gimana kehilangan seseorang yang paling ia cintai. Ya sudah kita sudah sampai terima kasih karena Tuan sudah mau mengantarkan ku,"ucapnya yang kemudian ia pun segera turun dari mobil.


"Iya sama-sama kabari aku kalau kamu membutuhkan bantuan ku!"


"Baiklah."


JANGAN LUPA LIKE-NYA YA KAK 🥰🥰


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2