ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
108 " Jangan terlalu berharap "


__ADS_3

"Apa kamu sadar Bintang, kalau cinta memang pada dasarnya tidak pernah mengenal usia mau pun derajat seseorang jika seseorang sudah sangat mencintai Wanitanya, maka dengan cara apapun laki-laki itu pasti akan terus berjuang dan terus berjuang untuk mendapatkan cinta itu. Tapi apa aku pantas untuk memilikimu karena aku sadar ternyata aku diam-diam ternyata telah menyukaimu, tapi ...." batinnya yang kemudian ia pun kembali melajukan laju kendaraannya tanpa melanjutkan ucapannya barusan.


Setelah perginya Richard dari kos-kosan, Richard pun kembali melanjutkan lagi laju kendaraannya. Sedangkan Bintang yang sudah berada didalam Rumah, dengan segera ia pun merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"Jujur jika aku disuruh jujur aku juga tidak tahu perasaan apa telah aku rasakan saat ini, tapi apapun yang terjadi nanti aku sudah siap menerima semuanya. Apalagi melihat waktuku yang sudah tidak banyak lagi membuatku merasa engan. Karena cepat atau lambat penyakit yang aku alami perlahan akan menggigit dan menguasai diriku.


Belum juga ucapan yang diucapkan Bintang terhenti, tiba-tiba terdengar ketokan pintu yang terdengar dari luar kos-kosannya, merasa bingung lantas ia membukanya. Setelah berhasil membukanya betapa terkejutnya Bintang lihat siapa seseorang yang bertamu sekarang.


"Kamu? Kamu tahu dari mana kalau aku tingal disini?"tegas Bintang ketika ia tahu Tristan-lah orang yang ada dihadapannya.


"Itu tidaklah penting aku dapat darimana alamat tempat tingalmu. Karena yang jelas sekarang aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dariku ayo kamu ikut aku sekarang!" ajaknya yang tanpa aba-aba Tristan langsung menariknya.


"Apa maksud kamu? Punya alasan apa kamu berani membawaku pergi dari tempat ini. Apa kamu lupa kita ini sudah memutuskan akan bercerai apa kamu lupa dengan semua itu?" gertaknya yang langsung menghempaskan tangan Tristan darinya.


"Tristan paling tidak suka sama orang yang memaksakan kehendaknya. Dan aku pertegaskan ke kamu? Aku tidak akan pernah menceraikan mu kalau bukan aku sendiri yang menceraikan kamu apa kamu mengerti!"


"Apa se'egois inikah kamu jadi orang! Apa kamu sadar kamu itu hanya mementingkan dirimu sendiri, kamu egois! Kamu egois karena kamu hanya mementingkan kebahagiaan kamu sendiri jadi mendingan sekarang kamu pergi karena aku tidak akan mau sudi menampung laki-laki sepertimu, biar pun kita masih sah jadi suami istri tapi aku tidak akan pernah mau tidur atau pun tingal satu atap denganmu lagi apa kamu mengerti! Jadi cepat kamu pergi, ayo pergi!"

__ADS_1


"Terus Kalau aku tidak mau gimana?"tegas Tristan dengan menantang.


"Kalau kamu tidak mau pergi itu artinya kamu memilih dengan caraku sendiri untuk mengusir-mu, ayo cepat kamu keluar dari sini ayo cepatlah keluar!"


Dengan berusaha Bintang pun mendorong tubuh Tristan untuk keluar dari dalam kos-kosannya. Akan tetapi belum juga ia berhasil mengusirnya ia sudah dibuat terkejut setelah Tristan yang dengan tiba-tiba langsung mendorongnya.


Bintang yang tidak tahu lagi harus berbuat apa, ia lantas memberikan satu tamparan untuknya.


Plaaakk!


Sebuah tamparan melayang keras tepat di pipi kanan Tristan,hampir tersungkur ke belakang, hingga akhirnya Tristan pun mendorongnya hingga benar-benar terbaring di atas ranjang. Memegang kedua pergelangan tangan Bintang, mengunci dengan tangannya. Tristan menatap wajah Bintang dengan bringas. Memperhatikan pahatan indah dari wajah Istrinya itu, sekaligus lekuk tubuh menggairahkan yang masih terbalut gaun putih.


Sayang, belum sempat bibir itu meng*cap dan menguasainya, sebuah tendangan kasar mendarat tepat di antara tengah-tengah kaki Tristan yang membuat lelaki itu menjerit seketika. Dan tersungkur dari belakang dan saat itulah Bintang gunakan kesempatan itu untuk terlepas dari jeratan Tristan.


Tersungkur ke belakang. Hantaman dari lutut Bintang sangatlah kuat dan membuat Tristan pun menjadi tidak berdaya.


Ternyata rasa sakit itu tidak hanya terasa pada bagian ****** . Akan tetapi juga sampai ke perut yang membuatnya merasa sangat nyeri hinga ulu hati.

__ADS_1


"Aww sakit...."


Melihat Tristan yang masih terlihat menahan rasa sakit pada bagian *****, Bintang lantas langsung menyeret tubuh Tristan dengan sekuat tenaganya dan segera mengeluarkannya dari dalam kos-kosannya.


"Aku minta sekarang kamu pergi kalau kamu tidak mau aku akan berteriak memanggilmu dengan sebutan maling, jadi cepat pergilah sekarang ayo!" perintahnya yang tanpa berkata lagi, Bintang bergegas ia langsung masuk dan mengunci pintunya dari dalam ruangan.


"Baiklah jika sekarang kamu berencana untuk menghindar dariku. Aku pastikan kamu tidak akan berhasil melakukan itu, karena Tristan bukanlah Pria lemah yang akan diam dan menyerah dengan begitu aja. Dan Laki-laki yang bernama Richard aku akan pastikan laki-laki itu tidak akan pernah bisa mendapatkanmu karena aku tidak akan pernah membiarkan itu sampai terjadi," gertaknya yang terlihat masih menahan rasa sakitnya.


Dengan segera ia pun masuk kedalam mobilnya yang berlalu ia mulai melajukan lagi laju kendaraannya. Berada didalam mobil, Tristan pun terlihat gusar, ia mencengkram kemudinya dengan sangat erat. Tatapannya pun tak henti-hentinya menunjukkan wajah geramnya baru aja ia melihat jika Bintang sama sekali tidak mau memaafkannya. Akan tetapi bukanlah Tristan namanya kalau dia tidak akan berjuang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


Hatinya terasa panas. Darah dikepalanya seakan akan mendidih, bahkan raut wajahnya tidak bisa lagi dibohongi. Teringat akan apa yang telah ia lakukan selama ini membuatnya sadar jika apa yang dilakukan Bintang memang sangatlah benar, di dunia tidak ada seorang Wanita yang akan diam ketika harga dirinya selalu diinjak-injak oleh Suaminya.


Akan tetapi bodohnya Tristan karena ia baru menyadarinya sekarang sesaat semuanya sudahlah menjadi bubur. Rasa kecewa dan rasa sakit yang sudah terlanjur tertanam didalam hati Bintang membuatnya engan untuk mengucapkan kata maaf.


"Aku tidak akan menyerah. Aku akan mendapatkan-mu kembali Bintang,kamu hanya akan menjadi milikku. Selain Tristan aku pastikan tidak ada ada orang yang akan bisa memilikimu tidak akan bisa!" gumam Tristan dengan tatapan sinisnya.


JANGAN LUPA LIKE-NYA YA KAKAK 🥰🥰

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2