ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
Bab 102 " Dibodohi"


__ADS_3

"Sial! Kenapa sulit sekali bagi Tristan untuk membenci Wanita bernama Bintang itu yang jelas-jelas dia sudah punya penggantinya? Aku sudah capek-capek mengatur rencana agar dirinya yang merasa terpojok atas kasus pembunuhan Mama tapi kenapa dalam benak Tristan dia sama sekali tidak mempercayainya mau pun berfikir untuk membenci sampai menyiksanya seperti dulu kenapa? Sekarang malah aku yang ia tingal bukankah dia sudah sangat keterlaluan sial! Sial!"


Mengendarai sendiri mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sandra yang sudah diselimuti rasa kecemasan, kecewakan dan amarahnya yang terlalu tinggi ia tanpa memperdulikan sekelilingnya ia terus saja melajukan kendaraannya tanpa melihat sekitarnya yang kendaraan berlalu lalang.


Mengendarai mobil dengan sangat tinggi tanpa ada rasa kepedulian akan sekelilingnya sama sekali. Dan belum juga rasa emosinya mereda, mobilnya yang melaju dengan sangat tinggi tak sengaja berpapasan dengan mobil box yang tiba-tiba datang dari arah berlawanan, dirinya yang merasa panik setengah mati akibat kemunculan mobil itu seketika membanting setir ke kanan yang tanpa diduga ada pohon tegak dipinggir jalan yang sengaja ia tubruk hingga depan mobil Sandra terlihat penyok akibat hantaman kasar tersebut.


Suara rintihan terdengar dari mulutnya, bukan karena kepalanya yang merasa sakit akibat terbentur setir mobil, tapi dirinya merintih sakit berbarengan dengan wajah kagetnya setelah ia melihat darah yang mulai keluar dari sisi kanan mau pun kiri kakinya yang mulai deras.


Para pengendara mau pun penguna jalan yang kebetulan lewat mau pun melihat langsung kejadian kecelakaan itu, mereka berbondong-bondong menolong Sandra yang dimana kondisinya terlihat cukup lemas


Tak membutuhkan waktu yang lama, dirinya akhirnya sampai disalah satu rumah sakit Citra Medika yang lokasinya sangat dekat dari tempat terjadinya kecelakaan tadi, Suster mau pun Dokter yang melihatnya mereka berbondong-bondong memasukkan Sandra ke-salah satu ruang darurat.


Rintihan sakit yang dirasakannya akhirnya dengan terpaksa Dokter pun menyuntikkan obat penenang untuk menenangkan kondisinya.


"Dokter pasien pasti sedang mengandung jadi kemungkinan besar janin yang ia kandung tidak bisa terselamatkan,"ucap Suster.


"Dia mengalami benturan yang sangat keras, dan hal itulah yang mengakibatkan janin yang ia kandung tidak bisa terselamatkan, lakukan seperti pada biasanya saya akan mengecek pada bagian yang lain akibat benturan itu dan bersihkan bercak darahnya!"

__ADS_1


"Baik Dok!"


Beberapa menit kemudian kesadaran Sandra akhirnya mulai pulih,kedua matanya mulai terbuka dengan lebar dan melihat sisi kanan kirinya, ia melihat Suster mau pun Dokter yang sudah ada disamping akan memeriksa kondisinya.


Tersadar akan dirinya yang mengandung, rasa cemasnya akhirnya ia perlihatkan dan membuat kedua orang yang ada disampingnya mencoba menenangkannya.


"Anda sudah sadar?"


"Anda baru aja mengalami kecelakaan dan untungnya anda masih bisa terselamatkan apa anda merasakan sakit sekarang?"


"Dokter katakan apa janin yang saya kandung baik-baik saja? Janin yang saya kandung tidak terluka dan tidak kenapa-kenapa kan? Janin itu baik-baik saja kan?"tanya Sandra yang beralih Dokter perempuan mau pun suster itu pun sama-sama saling melihat kearah satu sama lain.


"Tidak! Itu tidak mungkin aku tidak mungkin keguguran itu tidak mungkin."


"Anda yang sabar ini takdir, anda tidak bisa menyalahkan diri anda anda yang sabar pasti akan ada penggantinya nanti anda yang sabar ya?"


"Aku keguguran jika Tristan tahu jika aku mengalami keguguran maka tidak akan membutuhkan waktu lama dia pasti akan menceraikan-ku aku tidak mau bercerai dengannya aku tidak mau!"batinnya dengan kecemasannya.

__ADS_1


"Kenapa semua ini harus terjadi padaku? Aku sudah mendapatkan perlakukan kasar dari suami-ku sampai-sampai dia tega mengancam akan menceraikan-ku jika aku sampai mengalami keguguran. Dan sekarang aku sudah keguguran apa yang harus aku lakukan gimana reaksi dia ketika dia tau aku sudah keguguran dan gagal menjaga calon anaknya apa yah harus aku lakukan?"


"Anda mendapatkan perlakukan kasar dari Suami anda tapi kenapa anda masih betah ingin bersama? Kenapa anda tidak meninggalkan Pria macam dia hanya karena alasan anak yang anda kandung? Dia sudah keterlaluan jadi harusnya anda meninggalkannya


"Dia mengancam-ku akan melukai keluarga jadi aku tidak ada pilihan lain, kalian bisa kan membantu aku untuk merahasiakan masalah ini dari Suamiku aku belum siap jika dia akan menceraikan-ku ada hal lain yang mengharuskan aku untuk tetap rumah tangga kita jadi aku mohon bantulah aku!"


"Anda tenang saja saya dan juga Suster akan membantu anda berbohong mengenai masalah keguguran ini, dia laki-laki kejam jika dia sudah sampai melukai pakai tangan akan lebih baik laporkan dia dalam tindakan kekerasan ini sudah melewati batas!"


"Saya tahu kalian berdua baik, tapi untuk melaporkan laki-laki seperti dia yang punya kekuasaan sangatlah susah jadi aku harus mendapatkan bukti jelas untuk mendapatkannya nanti sekali lagi terima kasih atas bantuannya terima kasih!"


"Iya sama-sama anda bersabarlah tidak akan lama laki-laki macam dia akan mendapatkan karma anda yang sabar!"


"Iya Dok, Suster sekali lagi terima kasih atas bantuan kalian Terima kasih


"Sama-sama ya sudah saya tingal dulu


"Baik Dok!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2