ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
38 " Siapa sebenarnya peneror itu "


__ADS_3

Keluar dari dalam kamar Bintang, Sandra yang tak sengaja memergoki langkah Tristan, ia menunggu Tristan akan pergi kemudian ia masuk dan melihat Bintang yang masih nyenyak akan tidurnya.


Melihat satu gelas air terdapat diatas nakas, Sandra dengan sigap ia mengambil dan menyiramkan tepat ke wajah Bintang yang masih nyenyak-nya akan tidurnya terkejut lantas bintang pun terbangun.


"Sandra apa yang kamu lakukan kenapa kamu menyiram-ku?"ucap Bintang dengan mengusap wajahnya lantaran basah kuyup.


"Apa kamu sudah puas sekarang? Ini kan yang kamu mau? Kamu pastinya sudah sangat bahagia kan karena mendapatkan pujian dari Tristan. Bahkan tadi malam kamu pastinya sudah mengambil kesempatan emas itu kan untuk bisa berada disampingnya?"gertak Sandra dengan tatapan tajamnya. Sedangkan Bintang yang melihat amarah Sandra memuncak, dirinya malah menunjukkan senyuman sinisnya dengan menyilangkan kedua tangannya, Bintang nampak menantang apa perkataan apa yang barusan diucapkannya.


"Sandra ... Sandra ... gimana perasaan kamu sekarang? Apa kamu sakit hati setelah tau Suami kamu memilih tidur dengan Wanita lain dan bukan dirimu? Apa kamu sudah merasakan semuanya sekarang? Jika kamu sudah merasakannya itu artinya kita sama-sama deal kan! Dulu kamu yang merebut dari dari aku, dia suamiku tapi dengan gampangnya dia tergoda akan rayuan dari mantannya ini jadi sekarang giliran aku yang membalas mu dan merebutnya darimu jadi deal kan?"balasnya dengan ikut sama-sama menunjukkan senyum liciknya.


"Dan satu lagi kamu berencana ingin menyingkirkan aku dari rumah ini begitu juga kamu ingin sekali hubungan rumah tanggaku hancur dengan begitu kamu bisa menikmati semuanya tapi satu hal yang belum kamu ketahui Sandra, aku bukanlah Wanita bodoh yang hanya akan diam melihat seseorang dengan mudahnya menginjak-injak harga diriku, jadi aku akan buktikan jika semua rencana kamu akan berbalik ke-kamu jadi mungkin dengan melihat Tristan mulai memperdulikan ku kamu sudah cukup panik kan dengan semua perubahannya ini?"tantang Bintang dengan senyuman liciknya.


"Ini gak bisa dibiarkan jika aku terdiam tanpa melakukan sesuatu kali ini aku yakin pasti kemenangan ada di pihaknya jadi aku harus melakukan sesuatu setidaknya aku harus berhasil membuat Tristan membencinya iya itu yang paling terpenting sekarang!"batin Sandra dengan rasa paniknya, berlalu ia pun pergi dari depan kamar Bintang


Sandra yang tiba-tiba seperti sedang memikirkan akan beban sesuatu, tanpa berkata satu kalimat pun padanya dirinya segera pergi dari pandangan Bintang dan tidak menghiraukan perkataan apa yang barusan diucapkannya.


"Akhirnya aku berhasil mematahkannya dengan kata-kata yang barusan aku ucapan tadi. Dan mungkin dengan kata-kata itu Sandra bisa berfikir dengan siapa ia berhadapan saat ini,"batinnya dengan tersenyum licik, kemudian Bintang yang tak mau memperdulikannya ia kembali masuk kedalam kamarnya.


Disisi lain Tristan yang melihat Sandra berjalan kearahnya, Tristan seketika mencegah langkah Sandra yang berniat ingin mengabaikannya dengan langsung pergi dari hadapannya.


"Sandra kamu sudah bisa memaafkan-ku kan untuk kesalahaan kemaren" tanya Tristan.

__ADS_1


"Iya aku sudah memaafkan-mu. Aku sadar aku mungkin yang sudah egois jadi aku juga minta maaf, ya sudah kita sarapan sekarang,"ajaknya yang langsung mengandeng tangan Tristan. Tristan yang setuju ia hanya menurut ketika Sandra mengandeng tangannya dan membawanya pergi.


Sandra dan Tristan yang sudah sampai dimeja makan, keduanya yang hendak akan duduk bergabung bersama Mamanya. Pandangannya dikejutkan dengan adanya suara keras yang terjadi dari dalam ruang tamunya.


Suara benturan bahkan pecahan yang sangat keras yang akhirnya membuat semuanya berdecak kaget dibuatnya.


PYAR..


"Astaga suara apa itu?" ucap Sandra yang seketika pandangannya pun teralihkan pada bunyi yang barusan ia dengar.


"Iya kayaknya berasal dari ruang tamu,"balas Tristan segera ia pun berlari.


Setelah Tristan dan keluarganya keluar, ada Bintang yang juga kebetulan keluar dari kamarnya setelah mendengar akan suara itu.


"Bintang kamu?"tanya Sandra, beralih Tristan menuju keruang tamu dan melihat kaca depan yang pecah akibat sebuah hantaman.


"Astaga siapa yang melakukan semua ini. Apa kamu orang yang sudah melakukannya?"bentak Tristan dengan tatapan tajamnya yang mengarah kearah Bintang tapi dengan sigap Bintang membantahnya.


"Apa maksud kamu menuduh aku berbuat seperti itu? Aku baru aja keluar dari dalam kamar jadi gimana maksudnya kamu seenaknya asal menuduh-ku seperti itu?" tegas Bintang.


"Terus kalau bukan kamu siapa? Di-rumah ini yang hanya menjadi ancaman kita itu kamu bukan kami,"balas Sandra tanpa memberinya waktu untuk berkata.

__ADS_1


"Ini kan batu, tapi kenapa terbalut dengan sebuah kertas seperti ini?"timpal Mamanya yang spontan mengalihkan pandangan mereka, beralih menatapnya dengan tatapan penasaran Tristan pun langsung memungutnya.


Perlahan-lahan Tristan pun membuka sebuah batu yang terbalut dengan selembar kertas putih ini. Dan tanpa ada rasa curiga sama sekali dia pun membukanya dengan perasaan biasa saja . Dan tanpa ada rasa takut yang menghantuinya. Dan ia pun akhirnya berhasil membukanya isi dari balutan kertas tersebut.


Akan tetapi pada saat dia sudah berhasil membukanya. Dan melihat apa isi dari kertas tersebut wajah Tristan pun seketika menjadi memerah. Amarahnya seketika memuncak setelah ia tau apa isi dari surat itu barusan.


Satu kata yang terdapat pada kertas putih polos itu. Dan dengan adanya satu foto yang berada didalamnya membuat Tristan yang melihatnya merasa cemas siapa seseorang yang mengirimkan teror ini padanya.


"KAMU AKAN MA*I!" DAN FOTO WANITA INI APA KAMU INGIN WANITA INI MATI DITANGAN KU?"


"Siapa seseorang yang dengan beraninya mengirimkan foto Sandra padaku. Dan apa maksud dia mengancam ku dengan cara seperti ini," tegas Tristan yang pandangannya mengarah kearah Bintang kemudian ia menghampiri Bintang, dan memojokkan tepat diujung tembok untuk berkata jujur mengenai hal ini Mencengkram dengan kasar tangan Bintang, tatapan Tristan terlihat marah serupa kali menatap Bintang dengan tatapan mencurigainya.


"lepaskan aku! Apa yang kamu lakukan kepadaku lepaskan aku!"gertak Bintang yang berusaha memberontak tapi cengkraman Tristan terlalu kasar hinga dirinya tidak bisa melakukan pemberontakan itu.


"Katakan yang sejujurnya kamu kan orang yang sudah merencanakan semua ini termasuk berani mengancam-ku seperti ini ayo katakan!"gertak Tristan dengan tegasnya.


"Apa maksud kamu aku tidak mengerti. Dan aku kasih tau bukan aku pelakunya paham!"ucapnya dengan menepis tangan Tristan darinya.


"Terus kalau bukan kamu siapa? Hanya kamu orang yang dibilang menjadi musuhku jadi siapa lagi kalau bukan kamu?"tegasnya yang tak memberikan Bintang waktu untuk ngomong.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2