ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( " 6 Akankah Bagas akan tahan " )


__ADS_3

Pandangan mata yang masih fokus menatap beberapa laporan kerja yang masih menumpuk diatas meja kerjanya, kedua mata Bagas terlihat mulai sayup-sayup menahan akan rasa kantuknya yang seketika menyerahnya, tapi biar pun begitu dia tidak ingin lemah kalah akan rasa kantuk yang sudah terlebih dulu menyerangnya.


"Ini sudah jam segini jadi aku harus percepat kerjaku agar aku bisa pulang dengan tepat waktu, sekaligus kamu harus bisa tahan rasa kantuk kamu agar kamu bisa pulang cepat Bagas jadi semangat lah!" gumamnya yang kemudian ia pun melanjutkan lagi pekerjaan, beberapa kali ia melihat jarum jam yang sudah berada dititik angka 7 malam.


Dengan giat dan penuh semangat 45. Akhirnya apa yang diinginkan Bagas telah terlaksana, pukul 20:00 tepat pekerjaan yang sedari tadi dia kerjakan akhirnya telah selesai tepat waktu, merasa badannya remuk setelah dirinya yang hanya duduk di-kursi tanpa berpindah ketempat manapun.


"Akhirnya pekerjaan ini selesai juga. Dan akhirnya juga aku tidak jadi lembur sampai pukul 22:00 malam untuk mengerjakan semua tugas ini jadi kini waktunya aku untuk pulang." Segera merapikan beberapa laporan yang sudah selesai ia kerjakan, dirinya kemudian menjunjung tasnya dan segera pergi dari ruangan yang terlihat hanya ada dirinya dan beberapa pekerja yang lain. Berpamitan pada yang lainnya, dirinya segera keluar setelah menyelesaikan semuanya.


Tidak membutuhkan waktu lebih lama, akhirnya tak berapa lama bagas pun akhirnya telah sampai di kediamannya. Baru aja ia menurunkan kakinya dari Mobil, sudah ada dua orang yang sedang memperhatikannya dari depan pintu Rumahnya.


Dan setelah bagas mulai berjalan dan menghampiri mereka, salah satu dari seseorang itu pun berlari dengan kencang dang langsung memeluk Bagas dengan erat. Dan tak lupa Bagas pun membalas pelukan yang diberikan seseorang itu barusan.


"Ayah....?"ucap anak kecil laki-laki yang usianya masih sekitar 5 tahunan.


"Rasya sayang...?" balas Bagas yang langsung mendekap tubuh anak kecil tersebut.


"Ayah..kenapa ayah pulangnya lama sekali, Rasya kangen sama ayah?"


"Maafkan Ayah ya sayang, ayah lagi sibuk soalnya, jadi ayah baru bisa pulang jam segini sekali lagi maaf ya?"


"Mama mana Yah?"tanya Rasya pada Bagas.


"Mama...?"balas Bagas yang kemudian ia menatap kearah perempuan yang berdiri disampingnya yang tak lain ia adalah Bibik, asisten rumah tangganya.


"Iya Tuan dari tadi Nyonya belum kunjung pulang, Bibik juga tidak tahu kemana Nyonya perginya?" balasnya.


"Rasya sayang, Rasya jangan cariin Mama ya, Mama lagi ada urusan nanti Mama Rasya juga akan pulang. Sebagai gantinya ini Ayah ada hadiah agar Rasya tidak sedih lagi?"ucap Bagas dengan memberi beberapa kotak pada Rasya.


"Hadiah apa ini Yah?".


"Tra..ra..."


Sebuah mainan mobil-mobilan dan juga Robot seketika membuat wajah ceria si tampan kecil pun kembali merekah.


"Mobil..mobil'lan ini buat Rasya kan Yah?"


"Iya dong, Ini pastinya buat Putra tampan Ayah,"balas Bagas.

__ADS_1


"Makasih ya Yah, ya sudah kalau gitu Rasya main dulu ya Yah?"


"Iya Rasya jangan jauh-jauh ya."


"Iya Yah."


"Bik jagain Rasya ya, aku mau menelfon Nyonya dulu?"


"Baik Tuan saya akan menjaganya?" balas Bibik yang kemudian ia pun mengejarnya.


"Kemana Wanita itu pergi. Apa dia lupa kalau dia itu punya anak, mana ponselnya dimatikan segala?"gertak Bagas yang terlihat kesal.


*****


Disisi lain lebih tepatnya didalam sebuah ruangan terdapat-lah seorang Wanita yang terlihat masih tertidur pulas dengan kondisi tubuhnya yang tanpa adanya pakaian yang menutupi tubuh polosnya. Dan Wanita itu yang tak lain dia adalah Revi istri dari Bagas sendiri.


Tidak tahu apa yang terjadi padanya dan kemudian setelah berjam-jam ia yang belum kunjung terbangun dari tidurnya, akhirnya sekarang dia pun telah terbangun juga, akan tetapi sesaat dia terbangun. dia pun dibuat terkejut dengan kondisinya yang tidur tanpa mengunakan sehelai baju yang menutupi tubuh polosnya. Atau bisa dibilang dia dalam keadaaan bertel*njang.


"Astaga apa yang barusan terjadi padaku? Kenapa aku tidak mengenakan pakaian sama sekali, Kenapa aku bisa bertelanjang seperti ini didalam kamar ini. Apa yang terjadi denganku. Dan kamar kamar ini?"gumam Revi yang terlihat masih bingung dan memegang kepalanya. Dan kemudian ia pun bangkit dari tempat tidur dan memungut satu persatu pakaiannya yang pada berserakan dilantai.


"Alex apa yang kamu lakukan kepadaku, kenapa aku bisa tertidur disini dan ini Hotel siapa?"tanya Revi dengan wajah kebingungannya.


"Astaga sayang kamu itu pura-pura lupa atau gimana sih, kan kamu sendiri yang tadi malam datang kesini. Dan akibat minuman alcohol yang kamu minum kamu jadi mabuk berat seperti ini. Dan soal tidur apa kamu juga lupa kalau semalam kita baru aja melakukan hubungan itu?"balasnya dengan tersenyum malu-malu.


"Apa. Apa kamu udah gila apa kamu menjebak ku, kalau Bagas sampai tahu kalau aku telah berselingkuh denganmu yang tak lain adalah bosnya sendiri gimana? Belum lagi kalau aku akan hamil anak kamu gimana, bisa-bisa ia akan membunuhmu nanti?"gertak Revi yang terus memukul Alex tanpa henti.


"Astaga sayang kita sudah berhubungan secara diam-diam seperti ini juga sudah ada satu tahun jadi jika Bagas akan curiga biarlah lagian jika dia tau dia bisa apa? Dia hanya anak buahku sedangkan aku? Jelas aku dan juga Bagas sangatlah berbeda level lagi jadi sudah jangan kamu pikirkan ini aku ada uang untukmu terimalah!"


"Kamu beneran memberikan aku uang lagi? Uang yang kemaren kan belum habis sayang?"


"Hay kamu ini Wanitaku jadi terserah aku jika aku ingin memberikan yang ini jadi sudah terimalah!"


"Terima kasih ya sayang kamu memang pria yang paling bisa ngertiin aku terima kasih ya!"ucapnya dengan memeluk Alex.


"Ini udah malam apa kamu gak inggin pulang?"


"Sebenarnya aku males banget untuk pulang, tapi kalau aku tidak pulang dia pasti akan curiga dan marah-marah jadi mendingan aku pulang aja sekarang. Dan besok aku akan kembali lagi?"

__ADS_1


"Baiklah kalau itu memang keputusan kamu?"


"Tunggu tapi sebelum kamu pulang, di pipimu ada apa itu?"


"Mana?".


"Ini!. ucap Revi yang dengan lancangnya ia langsung memberikan satu kecupan pada Pria itu.


"Astaga kamu itu ya?"


"Ya sudah aku pulang ya?"


"Baiklah!"


******


Setibanya Revi di Rumah, ia pun dikejutkan dengan adanya seseorang yang menghalangi langkahnya pun maju.


"Darimana aja kamu kenapa jam segini kamu baru pulang?"tegas Bagas yang langsung menarik tangan Revi.


"Sudahlah aku malas berdebat sama kamu, lagian kalau pun aku jelaskan ke kamu, kamu juga gak akan percaya kalau aku habis pergi ke pesta yang diadakan temanku," balasnya tanpa memandang Bagas.


"Jadi rupanya kamu lebih mementingkan urusanmu dengan teman sosialita kamu dari pada anak kamu sendiri. Apa kamu sadar kamu itu seorang Ibu sekaligus Mama dari Rasya jadi harusnya kamu itu lebih memperhatikan kebahagiaan anak kamu sendiri?"


"Curhat lagi ..curhat lagi... lama-lama aku bisa gila karena selalu mendapatkan curhatan darimu, sudahlah aku malah aku ngantuk aku inggin tidur!"


"Tunggu, kamu itu dengar gak sih perkataan yang barusan aku katakan tadi?"


"Tidak!"bentak Revi yang kemudian tanpa memperdulikan Bagas, ia langsung pergi dan meninggalkannya.


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN CERITA INI, ALANGKAH BAIKNYA SEMPATKAN JUGA UNTUK MAMPIR DISALAH SATU KARYA YANG TAK KALAH KEREN. DAN PASTINYA SETIAP EPISODE AKAN BIKIN JIWA KALIAN AKAN MERONTA-RONTA. YUK SINGGAH DULU DISINI


BERIKUT BLURNYA



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2