
"Akhirnya semuanya berjalan sesuai keinginan-ku dan aku pastikan tidak akan lama Wanita bernama Bintang itu aku rasa dia sudah tidak akan bisa menginjakkan kaki di rumah sebesar ini. Oh iya aku sudah lama tidak datang ke paviliun Tristan kenapa aku tidak kesana aja itung-itung melihat rumah yang nanti bakal jadi milik-ku seutuhnya jadi alangkah baiknya aku kesana aja,"batin Sandra dengan senyum sinisnya.
"Ma aku mau keluar sebentar ya? Mama gak papa kan kalau Sandra tingal?"ucap Sandra ketika melihat Mama mertuanya di ruang tamu.
"Sayang kamu mau kemana? Kamu dalam kondisi mengandung jadi kamu jangan suka keluar seperti dulu jaga janin kamu? Kamu disini aja biar Mama yang keluar jika kamu butuh keperluan?"
"Tidak bisa Ma! Sandra juga tidak akan lama nanti Sandra akan cepat-cepat pulang jadi Mama ijinkan aku untuk pergi ya?"
"Baiklah Mama akan ijinkan kamu tapi ingat kamu harus pulang cepat ya?"
"Iya Ma! Sandra akan pulang cepat kok ya sudah Sandra pergi ya?"
"Baiklah sayang,"balas Mamanya.
"Mau kemana anak itu pergi apa dia berniat ingin melakukan hal yang akan membahayakan janinnya? Akan lebih baik aku ikuti dia saja aku takut dia akan kenapa-kenapa?"batinnya yang secara diam-diam ia pun mengikuti langkah Sandra yang perlahan-lahan mulai menjalankan mobilnya.
Mobil Sandra yang terlihat mulai melakukan kendaraannya, Mamanya terlebih dulu masuk kedalam mobilnya yang perlahan-lahan ia membuntuti Sandra dimana ia akan pergi sekarang.
__ADS_1
Melihat sendiri dia mendatangi salah satu paviliun milik Tristan, Mamanya nampak bingung dengan apa yang akan dilakukannya saat ini.
"Paviliun ini? Untuk apa Sandra datang kesini tanpa memberitahu-ku mau pun memberitahu Tristan?"
Memandang Paviliun yang sangat mewah, wajah Sandra nampak berbinar-binar menyentuh beberapa benda yang mungkin tak akan lama benda-benda sekaligus semuanya akan jadi miliknya seutuhnya.
"Aku sudah tidak sabar untuk bisa menguasai semuanya, aku sudah membuat Tristan berbalik menyayangiku setelah adanya janin yang aku kandung ini. Jadi aku rasa adanya anak ini akan tambah mempermudah bagiku untuk mendapatkan semua kekayaan Tristan aku sudah tidak sabar dengan semuanya.
Ucapnya yang terus saja terucap tanpa ia sadari jika apa yang ia katakan secara diam-diam Mamanya telah mendengarnya. Dirinya yang terus saja menulusuri semuanya, pandangannya teralihkan pada ponsel genggam-nya yang tiba-tiba berdering.
"Erlangga? Kira-kira apa yang dilakukannya disana?"gumamnya kemudian ia pun mengangkatnya dengan santai.
📞"Thanks berkat kamu aku telah mendapatkan semuanya termasuk wajah baru yang menurutku tidak akan ada satu pun orang yang akan mengenaliku lagi jika aku tiba di Jakarta nanti?"
📞"Baguslah kalau kamu sudah puas! Kayaknya selain wajah baru kamu juga sudah mendapatkan suara baru yang berbeda dari suara kamu yang dulunya?"
📞"Iya seperti yang kamu dengar aku memang melakukan operasi pita suara karena dengan perubahan-ku total tidak akan ada satu pun orang yang tahu termasuk Tristan sendiri!"
__ADS_1
📞"Terus gimana denganku? Apa kamu tidak ingin menunjukkan padaku wajah yang sudah kamu ubah sekarang? Sejak kamu pergi ke Seoul bahkan sampai sekarang ini pun kamu juga masih merasakannya dariku jadi ayo tunjukkan?"
📞"Soal itu kamu tenang saja, jika tiba nanti aku di-jakarta aku akan memberitahumu soal perubahan wajahku ini jadi tunggulah!"
📞"Baiklah aku akan menunggu dan cepat kembalilah."
📞"Tenang saja tidak akan lama aku akan kembali dan menghancurkan kehidupan Tristan jadi kamu paham kan?"
📞"Okelah aku paham ya sudah aku tutup dulu."
📞"Baiklah."
"Apa sebenarnya rencana yang sudah ia siapkan kenapa dia sama sekali tidak memberitahu-ku? Dan perubahan wajahnya kira-kira seperti apa wajah dia setelah melakukan operasi itu, sedangkan disisi lain dia narapidana yang baru aja kabur dari penjara darimana ia punya uang sebanyak itu?"
"Sandra?" ucap seseorang yang dengan langsung seketika mengalihkan pandangannya dari seseorang yang baru saja memangilnya.
"Mama?" balasnya dengan wajah terkejutnya.
__ADS_1
" Apa yang kamu lakukan? Semua yang kamu katakan semua itu tidaklah benarkan? Kamu tidak mungkin bersekongkol dengan pria bernama erlangga itu kan? Kamu tidaklah sungguh-sungguh bekerja sama untuk menjatuhkan tristan kan?"tegas Mamanya yang membuat wajah Sandra diselimuti kecemasan.
BERSAMBUNG.