ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
46 " Malam yang panas "


__ADS_3

Dalam keadaan kurang sadar akibat obat perangsang yang diberikan seseorang pada minumannya tadi malam. Bintang pun tiba-tiba menjadi sangat kepanasan.


Dan rasanya dia sudah tidak kuat lagi untuk menahannya, bahkan dia sampai-sampai melepaskan semua baju yang sudah melekat ditubuhnya dan hanya menyisakan p4k4i4n dal4mnya, Tristan yang melihat lekuk tubuh Bintang yang begitu indah, Tristan hanya bisa men99i9it bawah b*birnya seakan-akan g41rahnya tambah semakin terpancar


Dan disisi lain tanpa Tristan sadari juga, ketika dia melihat wajah Bintang, tiba-tiba wajah itu berubah menjadi Sandra Istrinya, akibat pengaruh dari Alcohol tersebut, Tristan pun memberi senyuman kepadanya, akhirnya dia pun langsung memeluk tubuh Bintang yang seakan-akan dia telah mengira dirinya adalah Sandra.


"Sandra aku sangat mencintai kamu maafkan terima kasih karena kamu sudah selalu ada untukku dan maafkan aku jika aku tanpa sengaja telah melukai hatimu maafkan aku?"ucap Tristan yang kemudian membuat hati Bintang serasa tercabik yang sadar akan ucapan itu barusan. Menghempaskan tangan Tristan darinya.


"Sandra? Aku bukanlah Sandra aku Bintang apa kamu tidak bisa membedakan yang mana Sandra dan yang mana Bintang apa kamu memang sangat mencintainya sehingga kamu masih bisa menyebutkan nama itu dihadapan-ku?"


Serasa tidak memperdulikan dengan perkataan apa yang barusan diucapkannya, Tristan yang hanya menatapnya degan tatapan bringas dan bergairah.


Sedangkan Bintang yang ingin pergi, dirinya terhalangi setelah Tristan yang tiba-tiba menariknya dan tidak membiarkannya untuk bisa kabur dari hadapannya lagi.


Hinga tak lama terlihat Tristan mengendong tubuh Bintang dan mengeluarkannya dari dalam kamar mandi.


Menurunkan tepat disamping ranjang ,perlahan-lahan Tristan pun mendekati kearah Bintang. Bintang yang melihat dia pun mundur -mundur perlahan-lahan yang akhirnya dia pun terjatuh keranjang tempat tidurnya yang berada tepat dibelakangnya.


Ikut merebahkan tubuhnya tepat dihadapan Bintang, dengan posisi Tristan yang telah menindihnya


"Kamu? Apa yang kamu lakukan aku bukanlah sandra! Aku bukan Sandra?" ucap Bintang yang mulai melemah tapi Tristan tak menghiraukannya.


"Malam ini aku akan menjadikan malam ini sebagai malam yang indah untuk kita sayang, aku sudah pernah melukai hatimu jadi inilah kejutan yang akan aku berikan ke-kamu jadi nikmatilah,"


Perlahan-lahan Tristan yang mulai mendekati wajah bintang. Bintang pun akhirnya memejamkan matanya.

__ADS_1


Sedangkan Tristan g4ir4hnya seketika memuncak. Bahkan keringatnya yang mulai keluar ia akhirnya hilang kendali dan seketika langsung menikam b1b1r mungil Bintang yang sudah sedari tadi telah berada dihadapannya.


Berusahalah ia ingin melepaskan dua bibir manis yang sama-sama bermain. Tristan malah semakin menjadi dan terus ******* bibir tersebut hinga hampir tak terlihat, terbawa akan suasana Bintang malah ikut menikmati ci*man hangat tersebut.


Tangan Tristan yang mulai meraba mana-mana, tangannya mulai melepaskan tali B*a yang masih terpasang rapi pada tubuh wanitanya, hinga tangan itu tepat diujung bukit berkerumun yang masih tertutup akan sesuatu.


Dirinya kemudian langsung melepaskannya, sebuah gumpalan gundukan kenyal ia mainkan seakan-akan anak kecil yang sedang bermain dengan puasnya, dirinya terus saja memainkannya sehingga Wanita dari pemilik barang itu hanya bisa mengerang sakit, mengigit bibirnya sendiri.


Suaranya tambah semakin memancing Pria itu setelah si-pria yang mencoba menikmati dan mengisap cairan putih kental yang keluar dengan agak derasnya dan si Pria menikmatinya secara membabi buta.


Sang Wanita tangannya yang melingkari leher pria membuat ******* keduanya semakin menjadi, Tristan pun langsung meng1g1t leher kanan Bintang yang membuatnya rintihan des*han pun terdengar dari mulut keduanya lagi, keringat basah yang ikut hadir pada keduanya tambah menambah suasana akan malam hangat ini.


Bahkan sangking menikmatinya malam indah ini, keduanya tidak mendengar akan suara dering ponsel yang sudah sedari berdering hinga berapa kali pun , ponsel yang berada diatas meja itu pun hanya menjadi saksi akan manisnya hubungan malam harmonis mereka.


Pagi yang cerah telah terlihat telah menampakkan sinarnya hinga menembus gorden jendela. Sedangkan Bintang yang perlahan-lahan mulai menggerakkan badannya, sekaligus membuka matanya dia merasa seperti ada yang memeluk tubuhnya itu.


Membuka matanya secara perlahan sambil mengumpulkan nyawanya. Hampir saja dia berteriak saking kagetnya ia menyadari jika ada Tristan yang tertidur menghadapnya sambil memeluk pinggangnya dengan cukup erat.


Bahkan yang membuatnya tidak percaya, ia tidak percaya jika keduanya dalam keadaan bertel4nj4ng tanpa adanya kain sehelai pun dari tubuh keduanya.


Seketika Bintang pun menahan nafasnya, lantaran dia tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Sangatlah canggung walaupun yang memeluknya adalah Suaminya sendiri.


Bintang mencoba untuk melepaskan pelukan itu dengan berhati-hati. Akan tetapi kenapa tiba-tiba jantungnya berdegup kencang dan ini membuatnya sangat tidaklah nyaman.


Hampir saja tangan Tristan terlepas dari pelukannya, tapi lelaki itu sudah lebih dulu menariknya kembali. Wajah keduanya saat ini sangatlah dekat, bahkan hidung mereka sama-sama bersentuhan.

__ADS_1


"Astaga apa yang barusan terjadi pada tadi malam, bukankah tadi malam aku pergi ke pesta itu? Tapi kenapa sekarang aku malah tidur dengannya seperti ini?" batin Bintang yang terus-menerus memikirkan apa yang terjadi pada tadi malam.


"Aku harus pergi sekarang ia itu lebih bagus," batinnya yang kemudian ia memungut satu persatu pakaian yang pada berserakan dilantai.


Melihat Tristan yang masih dalam kondisi telanjang apa dia akan memakai-kan pakaiannya juga.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan, dia tidak mengenakan pakaian sama sekali tapi kalau aku membantunya dan dia akan sadar gimana, tidak itu ide yang buruk jadi akan lebih baik aku pergi saja," ucapnya yang selesai mengenakan pakaiannya tak lama ia bergegas pergi dari ruangan ini dan membiarkan Tristan masih tidur pulas diatas ranjangnya.


Dalam sebuah ruangan terdapat-lah seorang laki-laki tampan yang telah tertidur pulas dengan kondisi tubuh yang tanpa adanya pakaian yang menutupi tubuh polosnya. Dan laki-laki itu yang tak lain dia adalah Tristan sendiri.


Setelah sedari malam Tristan yang belum kunjung terbangun dari tidurnya, akhirnya sekarang dia pun telah terbangun juga, akan tetapi sesaat dia terbangun. dia pun dibuat terkejut dengan kondisinya yang tidur tanpa mengunakan sehelai baju yang menutupi tubuh polosnya. Atau bisa dibilang dia dalam keadaaan bertelanjang.


" Astaga apa yang barusan terjadi padaku? Kenapa aku tidak mengenakan pakaian sama sekali, kenapa aku bisa bertelanjang seperti ini didalam kamar ini. Apa yang terjadi?"gumam Tristan yang kemudian ia pun bangkit dari tempat tidur dan memungut satu persatu pakaiannya yang pada berserakan dilantai.


Setelah mengambil dan mengenakannya. Ia memutuskan berdiri didepan jendela sembari mengingat akan kejadian yang barusan terjadi tadi malam.


"Iya aku ingat kemaren malam aku sedang terpengaruh alcohol begitu juga sebaliknya jadi karena hal itu kita sama-sama tidak sengaja melakukan tindakan itu? Astaga Tristan apa kamu sungguh-sungguh melakukan semua itu padanya?"serasa seperti mimpi, Tristan yang tak percaya ia hanya bisa mengacak-acak rambutnya layaknya sedang frustasi dan segera pergi dari ruangan ini.


SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMANKU YA DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH KARENA JALAN CERITA SULIT UNTUK DITEBAK. YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰


BERIKUT BLURNYA



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2