ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
Bab 101 " Sudah kenalkah"


__ADS_3

Dan setelah hampir 20 menit mereka menunggu akhirnya tak lama Tristan pun memunculkan diri dihadapan mereka.


"Bintang?"ucap Tristan ketika dirinya melihat Bintang yang sudah ada di depan matanya.


"Kalian? Apa kalian sudah sama-sama saling mengenal?" tanya Richard yang kemudian Bintang pun membalas.


"Dia itu sebenarnya Suamiku Tuan,"balas Bintang.


"Apa? Suami kamu?" balasnya yang tidak percaya, sesekali ia pun menatapnya.


"Untuk apa anda datang kesini? Bukankah kita sama-sama tidak sama-sama saling mengenal jadi siapa yang membantu anda memutuskan pertemuan pada siang hari ini?"tanya Tristan.


"Tunggu!"ucap seseorang yang langsung datang dan melerai keduanya.


"Sandra kamu?"tanya Tristan.


"Maaf Tristan aku belum sempat memberitahu-mu soal ini. Aku sengaja menyuruh dia atau Tuan Richard karena saya ingin ajukan kerja sama Perusahaan ini kepadanya maafkan aku jika aku tidak memberitahu-mu maafkan aku!"ucap Sandra beralih dirinya menatap Bintang bersanding dengan Pria disampingnya.


"Bintang? Aku sungguh-sungguh tidak menyangka jika secepat ini kamu melupakan Tristan? Kalian masih Syah menjadi sepasang Suami-istri, bahkan kalian belum bercerai tapi kenapa secepat ini kamu menemukan laki-laki pendamping dan pengganti Tristan? Dia seperti Pria bodoh yang dengan mudahnya terpancing akan rayuan kamu! Kamu beri jimat apa Tuan Richard ini sehingga dengan mudahnya ia kukuh padamu jimat apa?"tegas Sandra.


"Dari suara anda? Aku kayaknya tidak asing dengan suara ini? Ini seperti suara yang beberapa waktu lalu aku menghubungi Pria bernama Tristan dan berniat ingin memberitahu dia jika Bintang kecelakaan! Iya suara ini beneran suara itu jadi kamu istri kedua Tristan yang bilang jika Bintang bukankah Istri Tristan bahkan sama sekali tidak mengenalnya ya kan suara itu beneran kamu kan?"


"Kecelakaan? Bintang kamu habis kecelakaan kamu tidak kenapa-kenapa kan?"tanya Tristan dengan wajah cemasnya.

__ADS_1


"Stop! Stop anda berpura-pura baik dan bertanya mengenai kondisi-ku? Pastinya pada waktu itu kamu ada disamping Sandra kan? Dan kamu yang menyuruhnya sendiri untuk mengatakan jika kamu tidak kenal padaku karena kamu tidak ingin aku mengganggu hidupmu ya kan itu mau mu?"timpal Bintang dengan tegasnya.


"Bintang apa maksud kamu? Aku sama sekali tidak tau kalau kamu habis kecelakaan? Bahkan Sandra sama sekali tidak bilang soal kecelakaan ini padaku?"tegas Tristan balik.


"Jika aku tahu orang yang berniat ingin kerja sama dengan perusahaan ku itu adalah kalian? Sejak awal aku tidak pernah datang kesini. Ayo Bintang kita pergi sekarang dan rencana kerja sama kita, anggap saja rencana kerja sama kita yang kita rencanakan semua itu gagal karena aku tidak akan sudi mau kerja sama dengan orang yang tidak punya hati nurani mau pun tidak bisa menghargai Istrinya sendiri," balasnya yang kemudian Richard pun menarik tangan Bintang untuk ia ajak Tristan yang ingin mengatakan sesuatu ia lantas membuat kedua langkah mereka pun terhenti.


"Tunggu, kamu itu masih Syah jadi Istriku apa kamu pantas jalan apalagi bergandengan bersama laki-laki lain yang jelas bukanlah pasanganmu! Dan sebagai Suami syah kamu aku tidak mengijinkan mu untuk bergandengan dengan laki-laki lain apa kamu paham itu!" bentak Tristan yang akhirnya membuat Bintang pun marah dan tak segan-segan ia melayangkan tangannya yang tepat mengenai pipi kanan Tristan.


PLAK...


"Apa belum puas anda menghina dan menginjak harga diri saya? Apa anda belum puas juga membuat hidup saya menderita sampai-sampai anda dengan beraninya melarang saya seperti itu. Dan yang pasti, sebelum anda berkata yang tidak masuk akal lihat dan sadarlah apa perkataan anda itu sudahlah maka apa bedanya dengan anda? Bukannya anda juga telah berselingkuh dengan mantan pacar anda sendiri bahkan sekarang dirinya sekarang sudahlah menjadi Istri dan mengandung anak kandung kamu bukankah itu lebih menjijikkan cepat atau lambat saya akan mengirimkan surat perceraian kita agar anda bisa lebih puas dan hidup bahagia dengan Wanita pilihanmu paham kan anda sekarang ayo Tuan kita pergi!"ucapnya yang langsung mengandeng balik tangan Richard.


"Berani sekali kamu berkata seperti itu?"tegas Sandra.


Luka. Setiap luka pasti akan ada obatnya ingat Bintang apa yang kamu katakan sangatlah benar jadi janganlah menangis, janganlah menangis hanya untuk laki-laki macam dia. Sadarlah hidupmu hanya menghitung waktu bahkan kapan aja kamu bisa pergi jadi lupakanlah dia ... Lupakanlah dia jika kamu ingin melanjutkan hidup kamu lupakanlah dia.


Tangannya yang menggenggam erat agar ia bisa menyembunyikan rasa sakit hati yang sedang ia rasakan saat ini. Akan tetapi Richard yang sadar akan situasi yang dialami Bintang, ia pun menggenggam tangan Bintang dengan berkata.


"Menangis lah! Menangis lah jika itu akan membuatmu merasa lega. Air tidak akan bisa tersembunyi jika pada dasarnya hujan sudah ditakdirkan untuk turun membasahi semua tanah yang ada dimuka bumi ini. Sama halnya dengan hatimu, janganlah kamu berusaha menyembunyikannya jika pada akhirnya rasa sakit itu akan berbalik menyerang hatimu dan membuatmu tambah semakin terluka, jadi menangis lah, menangis lah jika itu akan membuatmu merasa sangat lega.


Mendengar ucapan yang dilontarkannya membuat air mata yang tadinya ditahan Bintang dengan sudah payah akhirnya bisa jatuh membasahi kedua pipinya. Buliran demi buliran akhirnya mulai terjatuh hingga tidak terhitung berapa banyak buliran air mata yang berhasil terlepas dari persembunyiannya.


Sedangkan seorang laki-laki yang berada disampingnya telah menjadi saksi atas apa yang telah ia rasakan saat ini. Melihatnya menangis tanpa henti ia hanya bersikap tenang dan terdiam dan sesekali pandangannya pun menatapnya akan tetapi sama belumlah terlihat jika air mata itu akan lah surut dari mata Wanita yang berada disampingnya saat ini.

__ADS_1


"Sandra!"teriak Tristan dengan sekejab pandangan Sandra teralihkan menatap Tristan.


"Tristan kamu?"


"Sekarang cepat katakan apa maksud dari semua ini? Apa maksud kamu tidak mengatakan yang sejujurnya jika Bintang baru aja mengalami kecelakaan? Apa maksud kamu?"bentaknya.


"Ma ... Maafkan aku Tristan! Maafkan aku! Aku sengaja tidak memberitahumu karena aku tidak mau kamu selalu berfikir dan terus memikirkan Wanita itu lagi aku tidak mau!"


"Terus jika kamu tidak ingin aku terus saja memikirkannya apa maksud kamu menawarkan kerja sama perusahaan ini pada Pria bernama Richard itu?"


"Jujur sejak meninggalnya Mama aku merasa takut jika mental kamu akan goyah Tristan. Belum lagi setelah Bintang yang meninggalkan kamu, kamu seolah-olah lupa akan kewajiban kamu sebagai Suami dan calon dari anak kita apa kamu lupa aku sedang mengandung anak kamu apa kamu lupa?"tanya Sandra dengan wajah memelas-nya.


"Sekarang bukan saatnya untuk membahas kita atau pun anak kita! Tapi yang ingin aku bahas apa kamu tidak ada cara lain selain bilang jika Bintang bukanlah Istriku sampai-sampai kamu mempertemukan aku dan Bintang dalam kondisi seperti ini apa kamu tambah ingin memperkeruh suasana?"


"Maafkan aku Tristan! Maafkan aku!"


"Sudahlah aku malas aku harus pergi!"ucapnya yang tanpa sepatah dirinya berlalu pergi tanpa memperdulikan Sandra yang meminta untuk memaafkannya.


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN DARI CERITA BINTANG DAN TRISTAN. MAMPIR DULU DI- KARYA PUNYA KAKAK DENGAN NAMA PENA : Reni.t , DENGAN JUDUL "Hasrat Tuan kesepian " DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH DAN SANGAT COCOK UNTUK WAKTU LUANG KALIAN TERIMA KASIH 🥰🥰🥰



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2