ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 58 " Bercerai " )


__ADS_3

DUA EPISODE MENUJU AKHIR


"Untuk apa kamu datang kesini? Apa tujuan kamu datang kesini kamu ingin memaksaku untuk mau menanda tangani surat gugatan cerai itu? Tidak! Sampai kapan pun aku tidak mau, kamu pulanglah karena apa yang kamu inginkan tidak pernah akan aku lakukan pulanglah!"


"Aku tidak tau apa yang membuat kamu sangat bersikeras keras kepala seperti ini. Kamu tau aku bukanlah ayah kandung dari anak-anak yang kamu lahirkan, mereka memiliki ayah kandung yang juga sangat mencintai kamu, dia juga sama-sama sangat menyayangi anak kamu tapi kenapa harus aku orang yang kamu perjuangkan?


Aku sadar aku tidak punya hak untuk menghakimi kamu, aku pun tidak tau alasan yang jelas kenapa kamu membohongiku bahkan membohongi Alex sampai 6 tahun lamanya tapi apa kali ini kamu akan melakukan kesalahaan yang sama yaitu menjauhkan calon anak yang kamu kandung pada ayahnya sendiri?


Apa keegoisan yang kamu lakukan selama bertahun-tahun masih kurang untuk Rasya rasakan lagi? Apa kamu masih ingin membangkang, melampiaskan anak kedua kamu demi keegoisan kamu? Sadarlah! Sadarlah apa yang kamu lakukan sangatlah salah Rev sangatlah salah!


Kamu harus berubah pastinya kamu juga harus memikirkan masa depan dari anak-anak kamu nanti, jika kamu masih membangkang keras kepala apa yang akan terjadi pada janin yang kamu kandung ini? Apa kamu masih melahirkan disini ataukah yang lebih parahnya lagi kamu mau mengugurkan anak yang tidak berdosa ini?"

__ADS_1


"Cukup! Aku bilang cukup!"


"Cukup! Iya kata itulah yang mungkin akan aku katakan selanjutnya. Aku pun sama sudah sama-sama cukup dalam kehidupan yang cukup menurutku hanyalah sandiwara belaka. Bahkan apa kamu sadar kekayaan yang kamu anggap milikku aslinya semua itu bukanlah milikku.


Setelah kamu mendekam disini aku rasa kehidupan ku pun tidak seharmonis atau pun sebahagia dulu, jika dulu aku masih bertahan karena punya Rasya? Sekarang entah kenapa setelah aku tau kenyataan yang sesungguhnya aku pun jadi kehilangan semangat!


Aku sudah kehilangan semangat untuk bertahan, tapi aku sadar dengan menyerah bukan akan menolong kita tapi dengan menyerah malah akan memperburuk keadaan jadi ingat dan pikirkanlah permintaan aku untuk kita bercerai aku mohon!"


Aku sadar aku mungkin akan sangatlah kurang beruntung jika seseorang yang aku bodoh'i adalah orang lain, tapi sadar membodohi kalian itu sangatlah salah karena pada kenyataannya sampai saat ini kalian masih memberikan aku ruang maaf atas kesalahan yang pernah aku perbuat selama ini.


Aku egois karena demi kebahagiaan ku aku mengorbankan kalian Maafkan aku! Maafkan aku. Kali ini aku sudah sadar dan aku akan menanda tangani surat perceraian ini, dengan kita bercerai aku rasa kita masih mampu hidup sendiri, aku hidup dengan orang pilihanku sedangkan kamu? Kamu pastinya sangatlah pantas mendapatkan wanita lain yang lebih baik dariku jadi maafkan aku maafkan aku karena aku sudah membuat hidup kamu hancur maafkan aku!"

__ADS_1


Tanpa berkata ia langsung menandatangani surat yang sudah berada dipandangnya. Tanpa memikirkan kedua kalinya Revi akhirnya berhasil mencantumkan tanda tangan aslinya tepat pada lembaran-lembaran tersebut.


" Aku sudah menandatangani semua permintaan kamu apa kamu puas sekarang! Aku harap setelah keputusan kita ini, kita sama-sama bisa menjadi orang yang lebih baik lagi jadi terimalah! Sekali lagi maafkan aku! Maafkan aku!"ucap Revi dengan memberikan lembaran itu pada Bagas.


"Aku tau kamu salah, tapi sebelum kamu minta maaf aku sudah terlebih dulu memaafkan kamu, kita punya jalan sendiri-sendiri jadi aku rasa kamu juga bisa berubah, Alex akan mengunjungi dirimu setiap harinya jadi janganlah panik akan keadaan ini, kamu punya calon baby jadi jagalah kondisi kamu aku pergi dulu!"


"Sebelum kamu pergi apa kamu mengijinkan aku untuk memeluk kamu yang terakhir kalinya? Aku rasa setelah perceraian ini, kita tidak akan mampu untuk bersama atau pun bercanda bersama jadi apa kamu tidak keberatan?"


"Iya aku tidak keberatan." Memeluk Revi seperti pertama kali ia memeluknya dulu, kedua air mata sama-sama terjatuh dari kedua sisi matanya.


"Aku harus pergi permisi!" Tak tahan menahan air matanya yang terus saja menjatuhi pipinya, Bagas segera pergi tanpa memberikan pandangan sekali untuknya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2