ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
33 " Perlakuan yang berbeda-beda "


__ADS_3

Berdua dalam satu kamar. Itu artinya malam ini aku akan tidur seranjang dengannya. Astaga apa yang harus aku lakukan sekarang, aku lihat di YouTube banyak Pria tipe dia yang mencari-cari kesempatan didalam kesempitan seperti ini.


Jika dia sampai...astaga aku gak bisa bayangin apa yang akan terjadi pada malam nanti. Jika dia melakukan lebih dari itu, atau mungkin dia berusaha inggin membunuh? Atau memangil sekawanan Pria hidung belang disini gimana? Apalagi setelah dia yang waktu menembak ku aku rasa dia sangat membenciku.


Mendengar langkah suara seseorang yang ternyata adalah Tristan yang baru aja selesai melakukan ritual mandinya. Tatapan Bintang pun seketika terfokuskan pada laki-laki yang berada di hadapannya yang hanya menggenakan sehelai handuk untuk menutupi bagian tubuh bawahnya. Dan hanya menyisakan te*anjang dadanya.


"Apa yang kamu lihat. Apa kamu sedang memperhatikan badanku yang bertelanjang seperti ini. Cepat mandilah?"


Tanpa mengucapkan sepatah kata padanya, Bintang akhirnya bergegas berjalan menuju ke kamar kecil. Akan tetapi sesampainya ia disana rasa terkejutnya tambah menjadi sesaat ia melihat kamar mandi yang pengiring temboknya hanya terbuat dari kaca tanpa adanya tembok yang menutupinya.


"Apa ini serius. Kamar mandi ini tidak ada penghalang temboknya. Ini gak boleh terjadi." Gumamnya yang kemudian ia pun kembali ketempat semula.


"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu kembali apa kamu tidak inggin mandi?"


"Dari pada tubuh polos ku harus jadi bahan tontonan mu nanti, mendingan untuk malam ini aku gak mandi saja!" ucapnya yang seketika membuat Tristan pun menatapnya dengan tatapan heran.

__ADS_1


"Terserah lagian aku juga gak akan tidur satu ranjang denganmu jadi aku aman karena tidak akan mencium aroma tubuhmu nanti."


"Baiklah. Bahkan walaupun sudah berada satu kamar yang sama, ia bahkan tidak sudi jika harus tidur satu ranjang denganku." Batinnya yang menundukkan kepalanya kebawah.


" Buanglah wajah memelas-mu itu dihadapan-ku. Karena percuma aja kalau pun kamu menunjukkannya kepadaku. Aku juga gak akan pernah memperdulikan-mu." Sentak Tristan yang kemudian ia pun menggambil sebuah selimut putih yang kemudian ia menghampiri Sofa putih yang akan jadi tempat untuk tidurnya sementara.


Tanpa memperdulikan perasaan yang dirasakan Bintang yang menjadi Istrinya saat ini. Tristan pun memejamkan matanya yang kemudian ia pun mencoba untuk tertidur.


Tanpa memikirkan mau pun memasukkan ke hati, Bintang akhirnya merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan memalingkan wajahnya kearah kanan dan membelakangi Tristan yang sedang tertidur. Mencoba untuk kuat dan bertahan walau pun hatinya sedang rapuh dan air matanya yang secara diam-diam telah mengalir dari kedua sudut matanya.


Lagi dan lagi hari ini tidak akan pernah menjadi hari se'cerita seperti hari yang sebelumnya. Jika dulunya ada seseorang yang selalu memberikan semangat kepadanya, mungkin mulai saat ini semangat yang selalu ditunjukkan seseorang itu hanya akan jadi kenangan yang mungkin akan sangat sulit untuk dia lupakan.


Dan aroma parfum yang melekat pada tubuh pria itu mungkin hanya akan bisa ia sentuh dan cium lewat dalam mimpinya. Karena pada kenyataanya mempunyai seorang Suami tidak akan sepenuhnya membuat ia merasakan kebahagiaan yang ada yang ia rasakan hanyalah penderitaan dan air mata yang tidak bisa terhenti- hentinya meneteskan air matanya.


Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya, jam yang baru menunjukkan pukul 06:00 pagi Tristan sudah berpenampilan rapi dengan mengunakan jaket dan celana serba hitam dan tak lupa ia mengenakan masker dan topi yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya.

__ADS_1


Melihat Bintang yang masih tertidur pulas. Tristan pun sengaja menyiramnya mengunakan segelas air yang berada diatas nakas yang tepat mengenai wajah Bintang. Karena terkejut Bintang pun seketika bangun.


"Ada gunanya juga air itu untuk membangunkan-mu."


"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu menyiram-ku mengunakan air seperti ini. Jika kamu inggin membangunkan-ku kamu kan bisa menyentuh tubuhku dan membangunkan-ku dengan pelan."


"Berani kamu menasehati ku seperti itu. Mau aku siram , mau pun pakai cara pukul dan kasar sekalipun itu kan hak aku jadi terserah aku mau pakai cara. Kamu itu hanyalah istri tidak guna jadi jangan berharap aku akan memperlakukan kamu layaknya seorang Istri karena itu gak akan mungkin pernah terjadi apa kamu mengerti!"tegasnya dengan mencengkram dagu Bintang. Yang kemudian ia melepaskannya dengan kasar.


"Sudahlah ayo kita kembali kita tidak ada waktu ayo jalan!"perintahnya yang menekan kasar Bintang untuk segera bangkit dari ranjangnya.


"Kamu bisa gak sih jangan pakai cara kasar? Aku masih mampu untuk berjalan jadi tidak seharusnya kamu memperlakukan aku dengan kasar seperti ini?"


"Apa kamu sudah selesai ngomongnya? Kalau udah cepat jalan dan jangan membangkang paham!"ucapnya yang terlebih dulu ia pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ini. Melihat Bintang yang biasa tidak kunjung bangkit akan langkahnya, bentakan lagi-lagi ia lontarkan.


"Hey apa kamu mau aku tingal? Apa kamu masih mau tingal didalam lagi?"teriaknya yang langsung mengejutkan Bintang, segera ia bangkit dan menyusul keluar dari dalam ruangan ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2