
Bahkan mulut yang rasanya terkunci setelah Richard takjub akan penampilan baru Bintang yang membuatnya terlihat sangatlah berbeda dari Bintang yang sebelumnya.
"Astaga apa aku tidak salah lihat, dia ... Dia ... Beneran Bintang? Ternyata dia sangatlah cantik jika pake makeup seperti ini, sekarang aku baru sadar jika nama dan orangnya sama-sama sangatlah cantik," batinnya yang tak henti-hentinya menatapnya.
"Maaf apa kita bisa berangkat sekarang?" tanya Bintang yang kemudian membuat lamunan Richard pun teralihkan.
"Ha! Baiklah ayo kita berangkat sekarang," ajaknya yang kemudian mereka pun memasuki mobil, belum juga Richard melajukan kendaraannya ucapan Bintang terlebih dulu ia panjatkan yang akhirnya membuat Richard menunda akan keberangkatannya.
"Tunggu!"
"Ada apa? Apa ada yang ketinggalan?"tanya Richard.
"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama kamu? Awalnya tadi malam aku ingin bertanya tapi kelihatannya kamu sedang terburu-buru jadi sekarang aku ingin mempertanyakan semua ini sama kamu Richard? Apa alasan kamu mau menerimaku sebagai sekretaris kamu? Kamu kan tau aku hanya lulusan SMP jadi jujur untuk bertanggung jawab sebagai Sekretaris aku sedikit belum siap! Belum lagi aku tidak ada pengalaman sama sekali yang membuat-ku menentang keras permintaan kamu ini, jadi alangkah baiknya kamu jadikan aku sebagai Official grill saja itu sudah sangat membantuku jadi gimana?"
"Bintang? Berpengalaman atau pun tidak semua itu tidaklah penting asal ada niat sungguh-sungguh itu untuk melakukannya, orang itu pasti bisa termasuk dengan kamu sendiri? Aku tahu dalam diri kamu, kamu mempunyai kemampuan tersembunyi jadi mungkin inilah saatnya kamu bangkit jadi aku mohon jangan menolak ya?"
"Tapi?"
"Tidak ada tapi-tapian kamu mau ya?"
"Baiklah jika ini sudah jadi keputusan kamu,"balas Bintang.
__ADS_1
"Baiklah kalau kamu sudah setuju kita lanjutkan perjalanan lagi,"ucap Richard.
"Baiklah!"balas Bintang.
Setelah diangkat oleh Richard menjadi Sekretarisnya akhirnya mereka telah berangkat ketempat yang ingin mereka tuju.
"Oh iya habis ini apa Tuan akan mengajak saya langsung menuju ke perusahaan?"tanya Bintang yang spontan pandangan Richard beralih menatapnya.
"Tuan?"tanya Richard dengan tatapan tidak percayanya.
"Iya Tuan! Saya sengaja memangil anda dengan sebutan tuan karena ini sudah jadi hal pertama bagi seorang sekretaris pada atasannya jadi gak masalah kan Tuan?"
"Alangkah baiknya kamu panggil aku dengan sebutan nama saja, tapi jika kamu memutuskan untuk memanggilku dengan sebutan Tuan baiklah tidak apa-apa,"balas Richard.
Dalam perjalanan mereka menuju ke Perusahaan, situasi yang awalnya biasa aja kini dalam hitungan menit suasana pun berubah setelah Bintang menyadari kemana dan arah yang akan mereka tuju saat ini.
"Tunggu? Kenapa Tuan Richard malah mengarah kearah jalanan ini, ini kan jalanan menuju ke Perusahaan Tristan," batin Bintang yang kemudian ia pun bertanya pada Richard.
"Maaf Tuan kalau saya lancang, kenapa kita mengarah kearah sini memangnya siapa orang yang ingin Tuan temui? Atau mungkin arah ini arah yang sama menuju ke perusahaan Tuan?" tanya Bintang yang kemudian Richard pun membalasnya.
"Kenapa? Apa kamu keberatan kalau kita akan menuju ke Perusahaan PT. GENTABUANA RECORD atau mungkin ada hal yang ingin kamu tanyakan langsung kepada saya mengenai masalah ini?" tanya balik Richard.
__ADS_1
"Ti ... Tidak, saya tidak keberatan Tuan," balasnya." Astaga jadi orang yang inggin Tuan temui adalah Tristan, enggak Bintang kamu tidak boleh lemah kamu percaya kalau kamu bisa kamu pasti bisa," batin Bintang yang terlihat bersikap tegar.
"Kamu kenapa? Kenapa wajah kamu berkeringat?"tanya Richard.
"Tidak apa-apa Tuan, mungkin hawanya lagi panas makanya saya berkeringat sekarang," balasnya sembari menundukkan kepalanya.
"Oh baiklah."
Sesampainya mereka di Perusahaan Tristan, mereka pun akhirnya mulai memasuki ruangan khusus yang sedari tadi sudah disiapkannya. Sedangkan disisi lain lebih tepatnya di-ruangan Tristan, dirinya yang sedang sibuk menanda tangani beberapa berkas, Andra tiba-tiba hadir dan mengagetkan dirinya lantaran tidak mengetuknya terlebih dulu.
"Astaga Andra apa yang kamu lakukan bisa'kan kalau mau masuk itu mengetuk pintu dulu?"ucap Tristan.
"Maaf Tuan, saya sama sekali tidak sadar dan tidak tahu jika Tuan masih ada disini, sekalian saya ingin tanya kenapa Tuan tidak menemui tamu tuan yang baru aja datang?"tanya Andra sekejab Tristan berhenti dari pekerjaan yang barusan ia lakukan.
"Tamu? Tamu apa maksud kamu?"tanya Tristan yang merasa sedikit terheran.
"Jujur saya sendiri juga tidak tau tentang siapa tamu yang datang pada hari ini Tuan! Bahkan bisa dibilang saya tidak kenal dengan beliau. Saya baru sadar ketika nama seseorang itu ada didaftar pada laporan nama-nama rekan kerja Tuan dimana tanggal tuan akan melakukan pertemuan, saya kira tuan tau sendiri tentang laki-laki itu makanya saya tidak bertanya,"timpal Andra.
"Aku bahkan baru tau kalau ada tamu-ku yang baru aja datang berniat ingin menemui saya? Jika seseorang itu sama sekali tidak aku kenal bahkan tidak pernah bikin laporan pertemuan pada kita kenapa dia bisa masuk dengan mudah, apa ada seseorang yang memintanya untuk datang?"tanya Tristan.
"Itu dia tuan saya sendiri kurang tau tuan mari kita samperin beliau tuan,"ucap Andra.
__ADS_1
"Baiklah ayo kalau gitu,"balas Tristan berlalu ia pun beranjak dari tempat ia duduk tadi.
BERSAMBUNG.