
FLASHBACK
"Gimana Dok apa kornea mataku cocok buat Bintang. Apa aku bisa mendonorkan kornea mata ini buat Bintang?"
"Dari hasil tes mengatakan kalau kornea matamu memang cocok buat pasien, tapi permasalahannya Rumah sakit ini tidak akan mau menerima pendonor mata dari seseorang yang masih hidup karena itu akan berakibat fatal pada pendonor seperti anda jadi...
"Jadi maksud anda hanya orang yang sudah meninggal lah yang bisa mendonorkan kornea mata itu," sambungnya Tristan.
"Iya seperti itulah," balas Dokter.
FLASHBACK
"Tristan. Kamu masih ada di sampingku kan? "tanya Bintang yang kemudian membuat lamunan Tristan tersadar.
"Iya aku masih ada disini bagaimana mungkin aku bisa pergi ninggalin kamu sendiri kalau kamu masih ada disini, ya sudah ini sudah mau sore jadi kita balik ya," ajaknya.
"Baiklah ayo.
Hari demi hari sudah berlalu, entah waktu yang berjalan terlalu cepat atau emang kita sendiri yang mempercepat waktu itu sendiri.
Dan dalam sebuah ruangan yang hanya terdapat beberapa alat medis terdapat lah seseorang Wanita yang sedang terbaring diatas brangkar Rumah sakit.
Terlihat jelas jika Wanita itu sedang memikirkan sesuatu. Dan mungkin karena pikirannya yang sudah terpenuhi dengan rasa ketakutan sekaligus kecemasan karena itulah yang membuatnya terdiam tanpa terucap. Dan hanya mengatakan dalam hati untuk mencurahkan isi hatinya.
Dan kemudian lamunan itu pun tersadar setelah sesosok laki-laki datang dan memanggil namanya dengan sebutan sayang.
__ADS_1
Sayang mungkin kata itulah yang membuatnya sangat terkejut, lantaran selama lima bulan ia menikah dengan seorang laki-laki barulah sekarang kata manis itu baru terucap dari mulut dari seorang yang tak lain adalah Suaminya sendiri.
Bintang menengok ke arah sumber suara yang tengah memanggilnya, suara yang sangat dia kenal, sura yang akhir akhir ini tak pernah ia dengar, Bintang membuka matanya dengan pelan namun pasti.
Dan datang lah Tristan, Tristan yang melihat wanitanya tiba-tiba menangis bergegas ia pun berjalan ke arahnya lalu mulai memeluknya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan kenapa kamu malah menangis. Apa panggilan sayang tadi sudah membuatmu tambah terluka?"
"Aku tidak tahu apa ucapan yang barusan kamu ucapkan tadi beneran nyata. Karena hampir selama lima bulan kita menikah kamu tidak pernah memanggilku dengan sebutan itu. Bahkan sebutan nama... kamu juga jarang menyebutnya tapi sekarang panggilan itu sudah.
"Ingat kamu sekarang Wanitaku dan mulai sekarang dan detik ini aku akan menyebutmu dengan sebutan itu karena kamu memang sangat pantas untuk mendapatkan ucapan sayang itu jadi kamu tidak masalah atau keberatan kan kalau aku memanggilmu dengan sebutan sayang itu?"
"Iya aku sama sekali tidak akan keberatan. Karena panggilan itulah yang ingin aku dengar sejak sedari dulu," balasnya yang kemudian Bintang pun mendekap tubuh Tristan.
Belum juga mereka bisa bermesraan secara lama tiba-tiba Bintang melepaskan pelukannya secara langsung dengan lunglai dan tatapan kosong miliknya, Wanita itu memegang kepalanya dengan erat setelah rasa sakit yang tiba-tiba menyerang dirinya.
Rasa sakit yang tidak tahan akhirnya membuatnya pasrah dengan jatuh pingsan tepat berada di pelukan sang Suami.
"Bintang bangun... Bintang bangunlah.
"Apa yang terjadi.
"Dokter Istri saya tadi menjerit kesakitan bisakah Dokter langsung memeriksanya.
"Baiklah, mendingan sekarang Tuan keluarlah.
__ADS_1
"Baik Dok.
"
"
"
"Gimana Dok keadaannya. Apa penyakit yang dideritanya tambah semakin parah. Dan sampai kapan penderitaan Istri saya akan berakhir dan bagaimana caranya untuk bisa memulihkannya cepat kasih tahu saya.
"Tuan yang sabar mendingan sekarang Tuan banyaklah berdoa agar Istri Tuan bisa melewati masa sulitnya ini. Karena tindakan medis tidak mampu lagi untuk menyelamatkan Istri Tuan. Kalau pun dengan tindakan operasi mau terapi semua itu sudahlah percuma karena kanker otak yang diderita oleh Istri Tuan sudah melewati batas dan sudah sangat parah, jadi bersabarlah Tuan bersabarlah. Dan ikhlaskan kepergiannya nanti.
Tubuhnya seketika tersungkur jatuh kebawah dan tidak mampu lagi untuk menopangnya. Dokter yang melihatnya ia langsung mencoba menyuruhnya berdiri tapi Tristan menolaknya.
Dan akhirnya membuat Dokter ikut bersimpuh duduk dilantai disampingnya.
"Saya tahu pasti Tuan sangat bersedih untuk mengikhlaskan kepergiannya. Tapi sadarlah setiap manusia pada akhirnya kita juga akan mati sama halnya seperti kita, jadi bersabarlah...bersabarlah.
"Dok. Apa saya boleh bertanya sesuatu pada Dokter?"
"Silahkan tanyakanlah.
"Apa Dokter percaya jika orang yang sudah mati mereka bisa berkumpul di Surga nanti? Apa setiap pasangan yang saling mencintai dan tidak ditakdirkan berjodoh di dunia. Akan kembali bersatu di Surga nanti,"
"Kenapa pertanyaan anda sangatlah sulit. Setiap orang ditakdirkan untuk mengenal apa itu cinta. Bahkan cinta...kita tidak tahu kapan dan dengan siapa cinta itu bisa hadir dan berlabuh dalam hati kita. Karena Tuhan sudah mengatur jodoh kita masing-masing. Dan biar pun di dunia kita ditakdirkan bersama dan berkeluarga dengannya, belum tentu di Surga mereka akan bersatu. Sama halnya dengan jodoh Tuan jika dia benar-benar jodohmu yakinlah jika nanti ia akan terus menunggumu di pintu Surga. Jadi bersemangat lah!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.