
Berada dalam ruangan yang hanya ada dirinya disana, Tristan nampak tersenyum tidak jelas entah apa yang ia pikirkan sehingga membuat dirinya terlihat gila lantaran senyuman yang terukir dari raut wajah tampannya.
Seseorang datang dengan membawa laporan kerja, dirinya yang hendak menemui langsung atasannya dirinya dibuat terkejut lantaran Pria dihadapannya hanya menunjukkan senyumannya. Tahu akan apa yang dirasakan atasannya lantas Pria yang tak lain ada sekretaris Tristan ia berdehem yang spontan membuat pandangan Tristan berpaling padanya.
"Andra sejak kapan kamu ada disini?"tanya Tristan yang baru sadar
''Cukup lama Tuan! Cukup melihat tingkah aneh yang tuan tunjukkan saat ini, kenapa tuan? Apa yang membuat tuan bisa tersenyum seperti tadi tuan gak ada ada masalah kan atau mungkin tuan sedang lagi kasmaran?"tanya Andra nampak menginterogasinya.
''Entahlah Andra aku sendiri tidak tau apa yang ku alami saat ini tapi yang jelas hati saya sekarang cukup berdegup kencang dan saya rasa ini tanda jika aku mulai mencintainya?"ucapnya yang lagi-lagi menunjukkan senyumannya.
''Mencintai siapa? Siapa seseorang yang tuan sukai tuan gak lagi menyukai wanita lain lagi kan selain dua Istri tuan saat ini?"
''Kamu yang benar saja dua Istri saja sudah cukup membuatku Frustasi kenapa juga harus menambahkannya lagi!"celetuknya.
''Saya kira tuan mau menambahkannya lagi,"ledek Andra.
__ADS_1
''Oh iya mengenai tugasku yang aku perintahkan ke-kamu gimana? Apa ada tanda-tanda dimana Erlangga berada sekarang?"tanya Tristan.
''Itu dia tuan tujuan saya kemari saya memang mau mengatakan soal itu atau yang lebih tepatnya lagi saya harus menyampaikan kabar buruk ini jika Erlangga berhasil kabur melarikan diri ke korea selatan!"timpal Andra yang spontan membuat pandangan Tristan beralih menatap Andra dengan tatapan tajamnya. Bahkan sangking terkejutnya dia, ia langsung bangkit dari kursi kuasanya.
''Maksud kamu apa? Bagaimana bisa Erlangga kabur dari penjagaan dan lolos dari kejaran Polisi setelah dirinya dinyatakan menjadi seseorang buronan?"
''Itu dia yang masih jadi pertanyaan saya Tuan, beberapa penjagaan bahkan polisi sudah mengumumkan adanya buronan besar tapi nyataya tindakan itu tidak membuahkan hasil malah kita yang kecolongan!"
''Terus sekarang gimana apa ada memergoki dimana kota ia berada sekarang?"
''Sampai sekarang hasilnya nihil Tuan, bahkan beberapa tim kepolisian sudah kehilangan jejaknya,"balas Andra.
''Tapi kenapa Tuan?"
''Dengan dia memutuskan untuk kabur kesana maka itu artinya tidak ada berkemungkinan besar jika dia akan melakukan operasi plastik untuk menghilangkan jejaknya dari kejaran Polisi dan aku sangat yakin jika keberhasilannya pasti ada seseorang yang membantunya. Dan pertanyaanku siapa seseorang yang sudah membantunya sampai-sampai berhasil kabur keluar negara sedangkan disisi lain penjagaannya sangatlah ketat menetapkan dia sebagai tersangka dan buronan besar?"
__ADS_1
''Dugaan-ku orang terdekat Tuan sendirilah yang membantunya!"timpal Andra.
''Orang terdekatku?"tanya Tristan.
''Iya tuan!"balas Andra.
''Orang terdekatku? Apa dia adalah Bintang dia orang pertama yang menjadi ancaman-ku tapi apa mungkin benar dia pelakunya?"batin Tristan.
''Ada apa Tuan apa Tuan mendapatkan sesuatu?"tanya Andra.
''Tidak! Hanya saja aku masih sedikit bingung siapa seseorang yang telah membantu rencananya dan kamu? Aku perintahkan ke kamu untuk terus membuntuti Bintang dimana dan kapanpun ia berada karena entah kenapa aku merasa dialah seseorang yang telah membantu Erlangga, benar atau tidaknya aku tidak tahu hanya saja aku takut jika memang dia pelakunya dia akan berada dalam masalah besar jika terbukti ikut berkomplotan Erlangga jadi kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan saat ini?"
"Tuan tenang saja aku tau apa yang harus saya lakukan,ya sudah Tuan saya pergi dulu!"
"Baiklah kabari saya kalau ada apa-apa?"ucap Tristan.
__ADS_1
"Baik Tuan."balas Andra yang hanya menganggukkan kepalanya.
BERSAMBUNG.