ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
44 " Pasti ulah seseorang "


__ADS_3

Terlihat sudah ada beberapa tamu undangan yang sudah pada berdatangan satu persatu bersama dengan pasangan mereka masing-masing. Tak inggin kalah dengan yang lainnya, Bintang yang saat ini menggenakan gaun berwarna putih dengan rambut yang terurai membuatnya terlihat sangatlah cantik.


Berdampingan dengan Tristan yang mengenakan jas putih membuat ketampanannya tidak bisa diragukan lagi.


"Ingat kita sekarang lagi berada disekumpulan orang-orang penting jadi aku mau kamu bisa aku andalkan dalam masalah ini yaitu jangan sampai membongkar jika hubungan kita hanya atas dasar nikah kontrak apa kamu paham!"ucapnya dengan membisikkan kata-kata itu pada telinga Bintang.


"Tenanglah aku gak akan mungkin membeberkan soal nikah kontrak kita jika kamu sendiri tidak mencari perkara denganku. Dan sebaliknya aku bisa saja gunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan-mu tapi tidak semudah itu jadi aku harap kali ini kamu bisa memegang omonganku ini,"timpalnya dengan meliriknya dengan tatapan tajam.


Perlahan-lahan Bintang mau pun Tristan pun mulai berjalan menuju kearah dimana orang-orang yang sudah terlihat sedang menyapanya dari kejauhan. Tak inggin diam saja, ia pun lantas membalasnya dengan melambaikan tangannya dan menghampirinya.


"Selamat atas kesuksesan anda dan kami ikut senang dengan keberhasilan anda ini selamat,"ucap Tristan dengan merangkul seseorang itu.


"Saya sangat senang bisa mendapatkan ucapan selamat dari anda jadi terima kasih, sekaligus saya juga ingin berterima kasih pada kalian berdua karena sudah mau ikut hadir dan mendukung saya dalam kesuksesan saya ini terima kasih!"


"Sama-sama Tuan kami juga sangat senang bisa ikut hadir dalam perayaan kesuksesan anda ini. Dan kami berharap anda selanjutnya bisa menjadi pengusaha yang lebih sukses dari kita pastinya jadi sekali lagi selamat,"balas Bintang dengan senyum lepasnya.


"Terima kasih Nyonya ... Terima kasih, anda sangat beruntung bisa mendapatkan istri secantik dan sebaik dia Tuan,"balas Pria itu dengan menepuk pundak Tristan, Tristan yang hanya melirik kearah Bintang ia hanya menunjukkan senyumannya tanpa membalas perkataan dari seseorang itu.


"Ya sudah silahkan nikmati hidangan yang sudah kami siapkan, kami ingin menyambut tamu-tamu yang lainnya jadi nikmatilah!"


"Terima kasih Tuan, ya sudah kami tingal dulu,"timpal Bintang.


"Baiklah silahkan,"balas pria itu berlalu Tristan mau pun Bintang pergi dari hadapannya.


"Kelihatanya dia sudah mulai menunjukkan akan sifat keperduliannya ini padaku, aku bisa manfaatkan kesempatan ini untuk menjebaknya se'engaknya yang pertama aku perlu bukti jika kali ini aku berhasil menang mengalahkannya,"batinnya yang tak henti-hentinya menunjukkan senyum sinisnya.


"Aku harus pergi menemui yang lainnya jadi sekarang terserah kamu mau apa,"balas Tristan yang tanpa berkata lagi ia meninggalkan Bintang dan memilih menemani temannya.


Sembari menunggu Tristan, Bintang pun hanya terdiam dan sesekali ia memainkan ponselnya akan tetapi ada pemandangan yang sangat tidak menyenangkan, ketika para tamu yang hadir disini mereka pada fokus melihat kearah Bintang dengan tatapan sedikit sinis.


Entah apa yang ada dipikiran mereka semu sehingga mereka bisa memperhatikan Bintang dengan sangat serius seperti itu.


Bintang yang akhirnya menyadarinya, ia pun mulai canggung sekaligus merasa sangat tidak nyaman.


"Ada apa dengan mereka, kenapa mereka melihatku dengan tatapan penasaran seperti itu? Apa pakaian yang aku kenakan cukup berlebihan, apa mungkin dandananku juga terbilang berlebihan atau gimana?" batin Bintang yang merasa sangat tidak nyaman ketika ada seseorang yang memperhatikannya dengan cukup serius seperti ini.

__ADS_1


Kemudian ada seseorang wanita yang masih seusianya tiba-tiba menghampirinya.


"Apa aku boleh duduk disini?" pinta seorang wanita muda akan tetapi sama sekali tidak dikenali oleh Bintang.


"Boleh duduk aja?" jawab Bintang dengan sedikit agak terheran.


"Kamu gak perlu grogi atau pun merasa tidak pede ketika diperhatikan oleh mereka semua, mereka melakuan hal itu karena mungkin mereka iri saja karena kamu adalah salah satu wanita yang beruntung karena bisa mendapatkan hati seorang ceo muda kaya raya seperti Tristan,"ujar wanita tersebut.


"Maksudnya?"tanya balik Bintang.


"Ya kan kamu lihat saja pakaian yang sedang kamu kenakan saat ini. Ini bukannya berharga sangat mahal bukan, dan jarang-jarang ada seseorang yang mengenakan pakaian mewah seperti ini. Dan soal mereka yang terus menerus memperhatikan kamu, kamu jangan masukkan kehati ya.


"Baiklah jika itu penjelasan yang kamu katakan padaku, tapi ngomong-ngomong siapa kamu? Apa kamu teman rekan bisnis Suami saya?"


"Bukan! Saya bukan temannya Tuan Tristan tapi saya ini hanyalah karyawan dari Tuan Roland oh iya sampai lupa kenalin namaku Natalia kamu bisa panggil aku dengan sebutan Natali,"ucapnya dengan menjulurkan tangannya.


"Namaku Bintang kamu bisa memanggilku dengan sebutan Bintang,"balasnya.


"Baiklah senang bisa berkenalan dengan kamu,"balasnya dengan tersenyum.


"Permisi ini minumnya nyonya,"tawar pelayan dengan membawa nampan berisi dua gelas minuman rasa strawberry dan jeruk.


"Ini minumlah,"ucap Natalia.


"Terima kasih,"balas Bintang.


"Ayo minumlah dan lihat seperti apa reaksi dari minuman yang akan kamu minum ini,"batinnya dengan tersenyum sinis, lalu secara diam-diam ia mengirimkan sebuah pesan pada seseorang.


"Rencana satu berhasil dengan sangat sempurna, nanti lihatlah apa yang akan terjadi dengannya,"balasnya tak lama seseorang itu membalas pesan tersebut.


"Baguslah kerja bagus,"balasnya.


Tanpa Bintang curigai sama sekali dengan perlahan-lahan Bintang pun mulai meminum minuman itu dengan santainya. Hinga tingal separuh dari minuman itu Bintang berhenti menghabiskannya.


Belum juga Minuman yang dia minum habis, tiba-tiba dia pun merasa sedikit pusing dan kepanasan, sedangkan ruangan ini sudah ternyala AC nya. Dan kemudian rasa pusing pun tiba-tiba menyerangnya.

__ADS_1


Sedangkan Wanita itu yang melihat perubahan Bintang ini dia pun tersenyum.


"Nyonya kenapa?"tanya Natalia.


"Engak, aku gak papa kok oh iya kenapa jadi panas kaya gini sih sekarang padahal inikan AC nya kan sudah nyala. Dan kenapa kepalaku juga sakit gini sekarang?"


Belum juga rasa pusingnya hilang, mata Bintang pun mulai berkunang-kunang. Dan agak mulai kabur ketika melihat sebuah benda-benda yang ada dihadapannya.


"Oh iya aku harus menemui yang lainnya jadi aku tingal dulu ya,"ucap Natalia.


"Baiklah,"balas Bintang yang sesekali ia memegang kepalanya.


Melihat seorang wanita cantik yang dalam keadaan seperti sedang mabuk berat dan dalam keadaan sendirian. Salah seorang laki-laki yang sedari tadi memperhatikannya, seseorang itu mulai menghampirinya dan meletakkan botol alcohol diatas meja.


"Hay sendirian aja mau aku temenin gak?" goda seseorang itu akan tetapi Bintang tidak menggubrisnya.


Hinga tak lama kemudian seseorang itu dengan beraninya ia mencium pipi Bintang dengan lancang. Dari kejauhan tindakannya telah ada seseorang yang secara diam-diam telah merekamnya. Dan di-situasi lain diketahui oleh seseorang. Pukulan kasar pun mendarat tepat mengenai pipi kanan pria itu hinga babak belur.


"Ais berani sekali anda memukul-ku," gertak balik seseorang itu. Sedetik seseorang itu berniat ingin memukul kembali pukulan akhirnya Tristan layangkan tepat mengenai wajah seseorang itu.


"Itu akibat karena dengan beraninya anda berani mencium Istri-ku apa anda paham?"gertaknya lagi dengan meluncurkan satu pukulan lagi tepat mengenai tubuh seseorang itu.


"Ayo ikut aku," ajaknya yang langsung menarik tangan Bintang hinga jatuh dalam pelukannya.


"Lepaskan aku. Kamu? Untuk apa kamu datang kesini dan menjemput-ku kamu itu bukanlah suamiku, iya kamu bukanlah suamiku karena suami pasti akan menjaga Istrinya tapi kamu? Apa yang kamu lakukan kamu malah menjerumuskan aku kedalam lembah penderitaan dan mudah tergoda godaan akan mantan kamu itu apa anda paham!"


Semua mata tertuju pada Bintang terkejut dengan ucapan yang barusan ia ucapkan tadi, Tristan yang mendengar suara lantang yang barusan di ucapannya rasa panik sekaligus cemas seketika hadir dalam benaknya.


"Sayang apa yang barusan kamu ucapkan aku sama sekali tidak mengerti ayo ikut aku kamu pasti sedang mabuk." Langkahnya yang berniat ingin membawa pergi, tapi Bintang yang melihat satu botol itu pun langsung mengambilnya.


Melihat satu botol penuh yang ada diatas meja, langkah Bintang yang berniat ingin meminumnya lagi. Akan tetapi dengan sigap Tristan mengambilnya dan beralih dialah yang malah meminum dan menghabis minuman itu hinga tingal botolnya saja.


Setelah satu botol besar berhasil ia minum, botol kosong itu pun ia layangkan tak perduli akan mengenai siapa dengan langkah cepat Tristan langsung membopong tubuh Bintang dan membawanya pergi dari tempat ini.


"Terserah kamu mau bilang apa tapi yang jelas ayo kita pergi dari sini ayo ...," gertaknya lagi yang langsung menggendongnya.

__ADS_1


"Lepaskan aku! Lepas aku! Kamu mau bawa aku kemana, lepaskan aku," ucapnya yang terus memberontak tapi Tristan tidak menggubrisnya. Dan tidak perduli akan tatapan mata yang tertuju pada keduanya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2