
Membuka gaun pengantin yang ia pakai, berlalu ia merendam gaun itu lantaran ada bekas noda minuman yang berceceran pada gaun yang habis ia pakainya.
"Gara-gara tersiram minuman tadi aku harus repot-repot mencucinya sekarang, udahlah akan lebih baik aku mandi dulu,"gumamnya yang tanpa menunggu ia melakukan ritualnya.
"Akhirnya selesai juga mandi ku,"gumam Bintang lantas dirinya yang hendak ingin mengambil pakaian ganti, dirinya dikejutkan akan sadarnya yang lupa tidak membawa pakaian ganti dari luar.
"Astaga Bintang ... Kamu kenapa masih aja seceroboh ini? Bisa-bisanya kamu tidak membawa pakaian ganti kamu terus sekarang apa yang harus kamu lakukan, dengan apa kamu ingin ganti pakaian, saat ini bahkan kamu hanya mengenakan pakaian dalam ini saja apa aku harus meminta bantuan padanya?"tanyanya pada dirinya sendiri.
"Tidak ... Tidak ... Kamu tidak boleh meminta bantuannya dia itu laki-laki mesum bisa-bisa dia ambil kesempatan ini tidak! Tidak!"
Mondar mandir didepan pintu, ia merasa bingung dengan cara ia keluar dari dalam kamar mandinya bukan karena dikunci atau apa tapi yang membuatnya enggan keluar ia malu jika harus berhadapan dengan Tristan si tukang mesum yang jelas-jelas sekarang sudah menjadi Suaminya.
Merasa bingung dengan apa yang harus ia lakukan, Bintang berbalik melihat dibelakangnya melihat ada handuk bekas yang lupa tidak ia keluarkan.
"Alhamdulillah syukurlah ada handuk ini yang mampu membantuku, jadi aku gak perlu takut lagi untuk keluar,"gumamnya yang merasa lega.
Melihat Bintang yang berjalan kearahnya mengambil pakaian ganti didalam almarinya, pandangan Tristan beralih memandang Bintang dari ujung kaki sampai ujung kepala. bintang yang sadar akan tindakan Tristan, dirinya melemparkan satu pakaian berlalu ia menutup tubuhnya dengan pakaian yang lain.
"Hey apa yang kamu lihat kamu jangan macam-macam ya? Biar pun aku sudah menjadi Istrimu tapi aku malu di mandang seperti itu paham!"
__ADS_1
"Gak!"balas Tristan yang membuat Bintang kesal.
"Dasar menyebalkan! Oh iya aku mau ganti baju bisakah kamu keluar?"pintanya.
"Sekarang?"tanya Tristan yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Tidak! Tapi tahun depan puas!"
"Astaga sama Suami sendiri jangan jutek-jutek kenapa, baiklah aku akan keluar,"balasnya tanpa berkata ia pun segera keluar dari kamarnya.
"Hu untungnya biar pun dia tukang mesum, dia masih mau nurut sama apa kata aku, udahlah lebih baik aku ganti baju sekarang sebelum dia belum masuk,"ucapnya.
"Apa dia berniat ingin pindah kamar? Tapi kalau itu memang beneran terjadi syukurlah kalau gitu akan tetapi akan lebih baik kalau kamu tunggu dia sampai satu jam lagi, jika dalam satu jam dia tidaklah kembali itu artinya dia benar-benar mengalah," gumamnya dengan pandangan mata yang masih fokus melirik kearah pintu kamarnya.
Akan tetapi berbeda dari dugaan dan rencanakan sebelumnya. Gimana belum ada satu jam lamanya dirinya memutuskan untuk menunggu kedatangan Tristan kembali ke kamarnya nyatanya ia yang terlebih dulu diserang rasa ngantuk yang akhirnya membuatnya malah jadi tertidur terlebih dulu. Alhasil Tristan yang sedari tadi sengaja tidaklah masuk secara cepat bergegas ia pun masuk kedalam kamar setelah hampir satu jam ia berpura-pura tidak akan kembali.
Melihat Bintang yang sudah tertidur pulas dengan memeluk guling dalam dekapannya, Tristan yang melihatnya pun malah menjadi tersenyum dan menertawakannya secara diam-diam.
Memandang dengan seksama wajah cantik yang Bintang miliki, pandangan Tristan beralih pada bibir mungil merah jambu itu, ia terus saja memperhatikannya berniat ingin menahan gairahnya tapi apa daya hawa nafsu yang Tristan miliki nyatanya tidak segampang untuk ia kendalikan.
__ADS_1
Selangkah dirinya akan melakukan hal diluar rencananya, terlebih dulu Bintang yang terlebih dulu bangun dan mendapati Tristan yang jaraknya sangatlah dekat dari tatapannya.
Satu pukulan akhirnya Bintang layangkan dan tepat mengenai hidung Tristan, Tristan yang terlihat merintih sakit dirinya bertanya-tanya akan maksud apa yang barusan dilakukan Bintang padanya.
"Apa kamu sudah gila kenapa kamu bisa-bisanya memukulku?"
"Harusnya aku yang tanya apa begitu cara kamu menggoda seorang Wanita? Dimana disaat dirinya sedang tertidur pulas kamu berniat ingin menikmatinya secara paksa?"tegasnya dengan tatapan melotot-nya.
"Sekarang aku tanya apa kamu mencintaiku?"tanya Tristan beralih pada pembahasan yang lain.
"Apa maksud kamu? Apa kamu ingin mengalihkan-ku pada pembicaraan yang lain?"
"Aku hanya ingin tanya apa kamu mencintai-ku?"
"Jika dibilang mencintai untuk apa aku harus mencintai laki-laki seperti-mu? Di-dunia ini banyak laki-laki yang lebih tampan dan pastinya lebih sempurna darimu jadi untuk apa aku harus mengemis-ngemis mendapatkan cinta dari Laki-laki yang tidak jelas sepertimu? Dan satu lagi, beribu cara pun kamu berusaha untuk merayuku jangan berharap jika kamu bisa mendapatkan semua ini. Kontrak tetap kontrak dan pernikahan kita hanya tersisa dua bulan lagi jadi pertanyaan-ku apa kamu sudah siap untuk mengakhiri semuanya? Dan jika kamu memang sungguh-sungguh mencintai-ku apa kamu sudah siap untuk kehilangan-ku termasuk menerima fakta dari semua ini bahkan termasuk kehancuran akan dirimu?"tegas Bintang dengan tatapan sinisnya.
"Sebelum nikah kontrak kita selesai aku pastikan aku tidak akan pernah melepaskan-mu mau pun mengakhiri semuanya! Kamu sendiri yang hadir dan menerima tawaran kontrak ini jadi itu artinya kamu sendiri yang menyerahkan dirimu padaku. Kamu sudah menanamkan benih cinta ini padaku maka itu artinya harus kamu sendiri yang memetik kembali hasil dari keberhasilannya, bukan Tristan namanya jika dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan jadi kamu cukup paham kan!"tegas Tristan dengan raut wajah keseriusannya.
"Ada apa dengannya kenapa dia nampak seserius ini? Apa dia sungguh-sungguh mencintai-ku ataukah dia hanya mencoba mempermainkan-ku saja?"batinnya yang merasa tidak tenang.
__ADS_1
BERSAMBUNG.