
"Aku bener-bener tidak tahu, apa sampai segitunya kamu membenciku sekarang Tris. Aku memang jahat karena udah melakukan tindakan jahat padamu tapi menyangkut soal kehamilanku ini, aku bener-bener tidak berbohong ataupun merencanakan semua ini. Aku bener-bener mengandung Anak kandung kamu , apa kamu tidak percaya dengan kehamilanku ini?" balas Sandra yang mencoba mengelak perkataan yang diucapkan oleh Tristan tadi.
"Apa kamu perlu Dokter kandungan untuk memeriksaku lagi? Biar kamu percaya kalau aku memang sungguh-sungguh sedang mengandung anak kamu saat ini, ayo katakan? Ayo katakan apa kamu lupa kita juga sudah sering melakukan hubungan seperti ini tapi kenapa kamu mempermasalahkan soal kehamilanku ini?"
"Maaf aku tidak pernah bermaksud seperti itu? Tapi sifat kamu lah yang membuat diriku bisa berkata seperti itu sama kamu?" balas Tristan yang kemudian dia pun memalingkan pandangannya dari Sandra.
"Dan sekarang kamu sudah mengetahui kalau aku saat ini sedang mengandung anak kamu? Apa kamu akan tega untuk menceraikan aku?" apa kamu tidak kasihan dengan anak yang ada dikandungan-ku ini?"
"Bintang kamu kan juga seorang Wanita. Apa kamu tega melihatku jika pada saatnya nanti aku akan melahirkan, tidak ada Tristan di-sampingku.
__ADS_1
Dan gimana perasaan anakku nanti, jika dia lahir nanti, dia harus menerima kenyataan jika orang tuanya sudah bercerai. Aku berkata seperti ini sama kamu, karena aku tahu kamu punya hati yang sangat baik, jadi aku mohon bujuk Tristan agar dia tidak akan menceraikan ku.
Seenggaknya anggap aja kamu melakukan semua ini untuk anakku jika nanti anak kita sudah besar, aku tidak akan masalah jika kamu akan menceraikan aku Tristan. Tapi aku mohon tolong kasih aku kesempatan kedua kali, ini demi anak kita aku mohon. Aku janji aku akan berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi aku mohon.
"Tristan yang dikatakan Sandra memang benar, aku tahu yang dia lakukan selama ini memang sangatlah salah, tapi seenggaknya kita bisa kasih dia kesempatan kedua kan?" ini demi anak kamu juga, sebagai seorang Wanita aku mengerti apa yang dirasakan oleh Sandra sekarang.
Dan dia sangat benci kepadaku itu juga sebenarnya salahku juga. Jika hubungan kita tidak dalam keadaan seperti ini, Sandra juga gak akan menjadi orang yang sangat membenciku seperti ini, jadi aku mohon tolong kasih dia kesempatan aku mohon?"
"Baik Tristan aku tidak masalah tentang itu. Sekali lagi terima kasih karena kamu sudah memberiku kesempatan yang kedua. Dan kamu bintang terima kasih ya karena kamu sudah membujuk Tristan untuk tidak menceraikan-ku. Aku bener-bener sangat bersalah sama kamu bintang , padahal selama ini aku sudah sangat jahat sama kamu, tapi ini balasan kamu tunjukkan ke aku? Sekali lagi terima kasih Bin, terima kasih?" ucap Sandra sambil Sandra yang langsung memeluk Bintang dengan erat.
__ADS_1
"Iya Sandra tapi aku ada permintaan buat kamu untuk bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi?"
"Permintaan, permintaan apa itu Bintang?"
"kita kan hidup dalam nasib yang sama. Dan kita juga hidup dalam satu tiang Rumah yang sama, dan Suami yang sama. Dan aku inggin mulai sekarang kita juga bisa bersikap adil satu sama lain, sekaligus menerima situasi kita saat ini yaitu memiliki satu Suami yang sama. Dan aku mau kita juga bisa sama-sama menghargai sebagai Istri kedua maupun Istri pertama. Karena aku mau kebencian ini akan berakhir sekarang. Dan mulai sekarang aku mau tidak ada lagi yang namanya kebencian diantara kita yang ada hanyalah ketulusan dan keikhlasan apa kamu tidak keberatan dengan permintaanku ini?"linta Bintang yang akhirnya membuat Sandra pun angkat bicara.
"Aku sama sekali tidak keberatan dengan permintaan kamu ini bintang. Dan mulai sekarang aku akan berusaha untuk menjadi Wanita yang penyabar dan berhati malaikat seperti kamu sekarang. Dan aku mau kamu membantuku apa kamu bersedia?" pinta balik Sandra dengan senyumannya.
"Iya aku bersedia membantu kamu kamu karena ini yang aku inginkan dari dulu?" balas Bintang dengan tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih Bintang, Terima kasih," jawab Sandra yang kemudian mereka pun kembali berpelukan.
BERSAMBUNG