
"Gimana Dok keadaan Pasien apa dia baik-baik saja? Panasnya juga sudah sedikit mereda kan?"
"Anda tenang saja Istri anda baik-baik saja jadi anda tidak perlu cemas?"
"Istri? Maaf tapi dia bukanlah Istri saya Dok?"
"Maaf! Saya tidak tau, baiklah anda janganlah khawatir dia baik-baik saja, untungnya saja anda segera membawanya kemari, tapi untuk menambah stamina pasien agar segera pulih dan normal seperti sedia kala saya sarankan untuk hati ini pasien harus menerima infus, karena saya lihat kondisi pasien cukup lemas?"
"Baiklah Dok lakukan apa yang menurut Dokter harus dilakukan, saya sebagai Sekretarisnya hanya bisa mendukungnya?"
"Baiklah, pasien sudah bisa dijenguk mari masuklah!"
"Baik Dok, sekali lagi terima kasih
"Baiklah ya sudah saya permisi dulu
"Baik Dok.
_________________________________
"Kenapa kamu melakukan semua ini? Apa kamu sengaja ingin mengurungku disini?"
"Maaf Nyonya kondisi anda masih belum cukuplah Fit, jika saya tidak segera membawa anda kesini dengan paksa kondisi anda akan tambah semakin parah. Andra sendiri yang bilang jika anda cukuplah cuek akan masalah kesehatan Nyonya sendiri, jadi saya terpaksa melakukan semua ini jadi sekali lagi Maafkan saya! Maafkan saya!"
"Sudahlah, kapan aku diijinkan untuk pulang?"
"Besok? Anda baru diijinkan untuk pulang setelah dua infus ini habis jadi sudahlah menurut saja ini demi keselamatan akan kondisi Nyonya jadi sudahlah jangan membantah mau pun mengekang lagi beristirahatlah!"
"Aku tidak butuh istirahat yang aku butuhkan hanyalah pulang dari sini apa kamu paham!"
"Kadang saya heran dengan Nyonya? Nyonya punya segalanya tapi kenapa Nyonya malah beranggapan jika nyonya tidak punya apa-apa dan terlihat tidak punya kebahagiaan sekali pun?"
Dan saya akui Nyonya memang sangatlah cantik jadi pastinya diluar sana masih banyak Pria tampan yang berdatangan untuk memiliki Nyonya jadi pertanyaan-ku? Kenapa nyonya malah masih betah sendiri dan masih memikirkan akan kepergian Pria yang beruntungnya memiliki wajah tampan seperti diriku ini?"
"Bagiku menjalin hubungan tidak semudah mengatakan? Kita bisa menjalin hubungan tapi tidak dengan hati kita yang masih terpikirkan akan perasaan pertama, dimana perasaan itu mengatakan hati kita masih berlabuh pada seseorang yang amat kita kagumi, mencintai?
Aku rasa kata mencintai sangatlah gampang untuk diucapkan tapi sayangnya sangatlah dikit untuk diungkapkan pada seseorang yang benar-benar tulus mencintai akan seseorang yang dicintainya.
__ADS_1
Bahkan menurutku diluar sana banyak orang yang mencintai seseorang tapi mereka lari pada diri mereka yang akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan perasaan mereka dan lebih memilih untuk memendam perasaan itu biar pun dalam hati mereka menyimpan rindu akan seseorang itu? Terus kamu? Apa kamu mencintai Istri kamu yang tukang selingkuh itu?"
"Sedari tadi kita membahas masalah Nyonya tapi kenapa Nyonya malah mengalihkan pembicaraan kepadaku?"
"Aku rasa anda juga termasuk seseorang yang harus menyembunyikan perasaan anda sendiri? Jika kebanyakan orang lebih memilih memendam perasaan itu aku rasa anda malah sebaliknya. Berbohong pada banyak seseorang jika anda menyukainya, tapi karena sebuah alasan anda akhirnya berkata bohong jujurlah anda sebenarnya tidaklah mencintai Istri anda kan?"
"Tau apa anda soal cinta? Sudahlah beristirahat sekarang sudah waktunya Nyonya untuk beristirahat!"
"Terus sekarang kenapa kamu tidaklah pulang? Aku dengar-dengar tadi Istri anda ingin memasak sendiri untuk suami tercintanya kenapa anda tidak pulang?"
"Jika aku pulang nyonya tidak akan menuruti sama apa perintah-ku. Dan mungkin jika aku pulang nyonya juga akan ikut pulang jadi untuk malam ini aku akan bermalam disini menemani Nyonya, jadi sudahlah jangan mencoba mempengaruhi pikiranku cepatlah berbaring Nyonya harus banyak istirahat jadi cepat berbaringlah!"
"Kenapa disini aku berfikir jadi CEO atasan itu kamu bukanlah aku? Kenapa malah aku yang harus banyak mengalah dan menurut akan dirimu?"
"Karena anda orangnya keras kepala jadi sudah jangan banyak berkata tidurlah aku akan menunggumu disini!"
Malam yang sunyi, udara segar lan sejuk telah terpadu jadi satu, Bagas yang memutuskan untuk tidur di Sofa terlihat dirinya merasa tak nyaman belum lagi udara yang sangatlah sejuk membuatnya merasa tidaklah nyaman ketika berada disini.
Sesaat pandangannya teralihkan pada seseorang yang telah berbaring diatas tempat tidur Rumah sakit. Mendengar akan suaranya yang dihasilkan dari seseorang itu, ia lantas langsung bangkit, setibanya ia bangkit dan menghampiri seseorang itu, ternyata bukanlah dia yang ia panggil namun seseorang yang berada dalam mimpinya lah yang selalu terpanggil dari mulut wanita cantik tersebut.
Iya kata itulah yang keluar dari mulut Bintang sangatlah membingungkan bukan?
"Kadang aku ingin tanya apa yang sebenarnya membuat-mu sangat susah untuk melupakannya? Apa segitu spesialnya dia sampai-sampai kamu jadi seperti ini? Dan siapa sebenarnya aku? Apa aku benar-benar saudara kembar dari Pria itu atau memang kita ditakdirkan memiliki wajah kembar tapi tidak ada kaitannya dengan golongan darah mau pun ikatan kandung yang sama?"
________________________________
"Andara kamu kenapa pagi-pagi gini datang kemari? Apa kamu ada masalah?"
"Sudahlah kak! Kak Bintang pastinya tau apa alasan pertama kenapa aku berkunjung pagi-pagi gini. Dan pastinya Kak Bintang tau apa alasannya, kenapa Kak? Kenapa Kak Bintang menyerahkan Perusahaan ini pada orang asing yang sama sekali tidak Kak Bintang kenal kenapa?"
"Apa maksud kamu Andara Kak Bintang tidak mengerti?"
"Jadi Kak Bintang masih mencoba mengekangnya lagi? Aku tau kak Bintang menyerahkan perusahaan ini pada Pria asing kan? Siapa Kak siapa seseorang yang dengan mudahnya Kakak percayanya sampai-sampai dengan gampangnya kak Bintang memberikan kesempatan untuk memegang Perusahaan ini siapa?"
"Tunggu! Memegang Perusahaan ini kamu tau darimana soal ini? Apa Andra yang memberitahunya?"
"Bukankah Andra yang memberitahu tapi orang lainlah yang memberitahuku. Dan soal jawaban Andra yang kakak gantikan apa benar Kak Bintang juga melakukannya?"
__ADS_1
"Gini sayang aku sama sekali tidak pernah ada niatan untuk memberikan alih perusahaan ini pada orang lain? Kak Bintang memberikan alih perusahaan ini semua ini hanyalah kesalah pahaman nanti kalau kak Bintang menjelaskan semuanya kamu juga akan paham dan mengerti sayang, dan soal jabatan Andra yang Kakak gantikan kamu juga akan tau alasan pertama kenapa Kak Bintang melakukannya. Dan mungkin inilah waktunya bagi kamu untuk mengetahui semua ini?"
"Mengetahui apa maksud Kak Bintang?"
"Sebenrnya ada seseorang yang ingin sekali Kak Bintang pertemukan sama kamu, Kak Bintang sengaja tidak mempertemukan kalian dengan langsung karena Kak Bintang ingin memberikan kamu kejutan, tapi setelah adanya ke-salah pahaman ini Kak Bintang rasa inilah saatnya jadi tunggulah disini kamu juga akan tau apa maksud kakak nanti tunggulah!"
Mengeluarkan ponsel dari sakunya, ia lantas menghubungi salah satu nomor yang tertera disana.
"Bagas segeralah kembali keruangan saya cepat!"
"Baik Nyonya saya akan segera kesana?"
"Apa lagi kak? Apa lagi yang ingin kakak jelaskan bagiku semua ini sudahlah cukup! Jadi apa yang mau Kak Bintang jelaskan?"
"Sulit untuk menjelaskannya Andara? Tapi seseorang yang ada dibelakang kamu akan mampu menyadarkan kamu apa alasan pertama aku melakukan semua ini jadi berputar lah!"
"Maksud Kak Bintang!"
"Ayo berputarlah kebelakang!"
Menyetujui akan perintah yang ditujukan bintang, Andara yang merasa bingung ia lantas membalikkan tubuhnya, setelah berbalik kearah belakang seseorang tiba-tiba membuka pintu, menampakkan sepatu hitamnya dan dengan gagahnya pria itu yang akhirnya membuat kedua mata Andara tak mampu berkedip setelah melihatnya.
Bukan perasaan cinta atau pun rasa kekaguman yang ia rasakan. Akan tetapi rasa tidak percaya setelah ia melihat langsung siapa seseorang ada dihadapannya saat ini.
"Ada apa Nyonya Bintang kenapa anda memangil saya dan menyuruh saya untuk datang dengan cepat?"
"Apa yang sudah kamu lihat inilah aslinya Andara? Bukankah sedang bermimpi atau pun hanya berhalusinasi tapi ini sungguh-sungguh seseorang yang sangatlah mirip dengan Kakak kamu?"
"Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat ini? Apa yang aku lihat sungguh-sungguh tidak mungkin Kak Tristan kan? Seseorang yang ada dihadapan ku ini bukanlah Kak Tristan kan?"
"Anda kenapa? Apa anda kenal dengan saya? Tristan jadi anda juga kenal dengan
REKOMENDASRI CERITA SERU NIH
BERSAMBUNG.
__ADS_1