ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
113 " Terlanjur tersakiti"


__ADS_3

"Aku tidak mau terus-menerus terkurung disini aku harus melakukan sesuatu tapi dengan cara apa aku bisa keluar dari dalam sini?"ucapnya dengan langkah yang berjalan kearah kanan mau kiri dengan rasa tidak tenangnya, tak lama suara langkah kaki seseorang datang dan membuka pintu dari ruangan ini.


"Bibik? Syukurlah Bibik sudah datang aku mohon tolong bebaskan aku bik aku mohon!"ucapnya dengan memohon.


"Maafkan saya Nyonya, ini semua sudah jadi larangan Tuan untuk jangan sampai membiarkan Nyonya kabur dari sini, jadi sekali lagi Maafkan saya,saya tidak bisa melakukannya Nyonya maafkan saya!"


"Baiklah jika Bibik tidak mau membiarkan aku untuk pergi tidak masalah, tapi sekarang aku minta sama Bibik tolong Bibik keluar!"


"Tapi Nyonya? Nyonya harus makan nyonya belum sarapan?"


"Jika aku disuruh memilih aku lebih milih terkurung disini selamanya ketimbang aku harus makan makan dari rumah ini! Bukan maksud-ku menghina Bibik karena masakan itu semua Bibik sendiri yang membuatnya, tapi jujur saya tidak berani memakan masakan itu jadi lupakanlah dan bawa pergi makanan itu jika aku sakit biarlah aku menyusul Mama dan Papa di-Surga nanti aku mohon pergilah dari sini sekarang!"ucapnya dengan mengalihkan pandangannya dari Bibik


"Tapi Nyonya?"ucap Bibik yang merasa bersalah.

__ADS_1


"Saya mohon jangan membantah!"balas Bintang tanpa menatapnya.


"Baik Nyonya saya akan pergi!"ucapnya segera ia kembali keluar membawa makanan yang barusan ia bawa, dengan rasa pasrah yang ditunjukkan membuat Bibik tak tega untuk melihatnya.


"Kasihan Nyonya Bintang tapi jika aku membiarkannya pergi nasibku sendiri yang akan jadi taruhannya jadi alangkah baiknya aku beritahu Tuan Tristan dalam masalah ini,"batinnya berlalu ia mengeluarkan ponsel dalam sakunya.


________________________


"Gimana Bik apa Nyonya Bintang masih tidak mau makan juga?"tanya Tristan setibanya ia di-rumah.


"Tuan alangkah baiknya Tuan bebaskan saja Nyonya Bintang, jika dia sama sekali tidak mau makan mau pun minum resiko besar yang akan terjadi nanti jadi Tuan harus melakukan sesuatu?"timpal Andra mencoba meyakinkan Tristan.


"Baiklah saya akan mencoba membujuknya, sekalian aku juga akan menjelaskan semuanya termasuk alasan kenapa aku melakukan semua ini!"

__ADS_1


"Baik Tuan itu lebih bagus, alangkah baiknya Nyonya tau yang sebenarnya agar dia tau siapa sebenarnya Tuan termasuk alasan pertama kenapa tuan melakukan semua ini?"


"Ya sudah aku masuk dulu!"


"Baik Tuan!"


Masuk kedalam kamar mewah tempat Bintang dikurung, melihat seseorang yang tak lain adalah Bintang yang hanya terdiam dengan menunjukkan tatapan tajam kepadanya.


Langkahnya mulai mendekat berbarengan dengan tamparan keras yang ia layangkan tepat mengenai pipi kanan Tristan, melihat kehadirannya tidak disambut baik olehnya tidak muncul rasa marah apalagi perlakukan kasar pada Wanita yang barusan menamparnya tadi selain dirinya hanya bisa terdiam.


"Apa yang mau kamu lakukan sebenarnya? Apa kamu masih ingin memenjarakan aku didalam ruangan ini sampai tubuhku membusuk dengan begitu kamu akan puas dengan semuanya?"tegas Bintang dengan raut wajah tajamnya.


"Aku tau mungkin apa yang aku lakukan saat ini sangat membuat-mu kebingungan? Bahkan aku rasa kamu juga pastinya akan sangat membenciku apalagi melihat perilaku-ku yang waktu itu tiba-tiba langsung mengusir-mu hanya gara-gara tindakan kamu yang berniat ingin mencelakai Sandra. Aku yakin dalam hatimu sangatlah susah untuk mendapatkan pintu maaf untuk-ku, apalagi untuk bisa mendengar penjelasan dariku dan aku sudah siap dengan semua resikonya tapi apa kamu tau alasan dibalik semua itu?"

__ADS_1


Tatapan Tristan yang terlihat berkaca-kaca,ia memandangi Wanita yang ada dihadapannya dengan tatapan tulus biar pun tatapan yang sedari tadi ia berikan tak sedikit pun terbalaskan akan pandangan Bintang yang beralih untuk memandanginya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2