
"Baik Tuan sekali lagi terima kasih! Terima kasih!"ucapnya yang hanya dengan menundukkan kepalanya.
KEMBALI SEPERTI JAM SEBELUMNYA.
"Segitu bodohnya kamu Bintang sampai-sampai orang yang sudah gampangnya menjebak-mu selalu saja menang menindas-mu seperti ini? Dan begitu bodohnya dirimu karena kamu sendiri yang meminum, minuman alcohol itu kamu bodoh bintang kamu sangatlah bodoh!"
Bangkit dari tempat ia terbaring, ia lantas hendak akan masuk kedalam kamar mandinya tapi belum juga ia sampai, pandangannya teralihkan setelah dirinya mendapatkan pesan masuk pada ponselnya. Berlalu mengambil ponselnya itu, ia melihat seseorang yang tidak masuk dalam akun kontaknya telah mengirimkan beberapa pesan yang dia kirimkan lewat WhatsApp.
"Siapa yang memberikan pesan ini? Aku tidak mengenal siapa seseorang ini?"gumamnya pada dirinya sendiri lantas ia pun memeriksanya.
"Maaf nyonya saya menganggu waktu anda, saya sengaja memberikan pesan pada nyonya karena saya hanya ingin memberitahu jika foto yang diberikan Suami anda itu tidaklah asli yang dilakukan Pria lain. Dia hanyalah laki-laki yang tak lain adalah Suami anda sendiri, dia menyuruh saya untuk merekamnya dengan alasan yang tidak jelas jadi maaf hanya itu yang ingin saya sampaikan. Agar nyonya bisa percaya dengan apa perkataan saya, saya punya bukti CCTV dan menunjukkannya pada anda mari lihatlah!"
"Apa maksud dari seseorang ini?"batinnya yang lama ia menyetel rekaman video yang hanya berdurasi sekitar 00.30 detik.
"Benar yang dikatakannya jika laki-laki ini memang beneran Tristan terus apa maksudnya dia melakukan semua ini sampai-sampai menyuruh orang untuk merekamnya?"batinnya yang merasa bingung, tak lama suara langkah seseorang datang dan membuka pintu.
Tak lama suara langkah kaki seseorang terdengar hendak memasuki ruangan yang ditempati Bintang, Bintang yang mendengarnya ia segera bangkit tak lama seseorang itu pun masuk dan ternyata
"Tristan kamu?"
"Kamu masih belum bersiap-siap juga? Apa kamu menyuruhku untuk lebih lama menunggu! Kita sudah tidak ada waktu jadi cepat bersiaplah!"
__ADS_1
"Baiklah aku akan siap-siap,"balasnya yang hanya nampak diam tak membalas lebih ucapannya.
"Ada apa dengan dia? Kenapa dia kelihatan tidak terkejut seperti tadi?"batinnya yang merasa penasaran.
Tristan yang menunggunya diluar sembari memainkan ponselnya. Tak lama pandangannya teralihkan pada sesosok Wanita yang keluar dari dalam ruangan dengan Pakaian biasanya.
"Ayo kita berangkat!"
"Tunggu!"ucap Tristan yang seketika langkah Bintang pun terhenti.
"Ada apa? Apa kita tidak jadi berangkat?"tanyanya.
"Pertama! Pada saat kita datang ke Bandung kamu tidak pernah bilang sekali pun jika kamu ingin pergi ke pesta dan juga mengajakku untuk pergi kesana jadi bukan salah aku kalau aku tidak membawa pakaian glamor seperti yang kamu inginkan jadi paham kan?"
"Baiklah jika itu alasan kamu ayo ikut aku!"ajaknya yang langsung menarik tangan Bintang.
"Kamu mau ajak aku kemana?"tanya Bintang.
"Sebelum kita datang ke'pesta alangkah baiknya jika aku merubah penampilan kamu jadi cepat ayo kita pergi jangan membangkang lagi!"tegasnya.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam lamanya. Akhirnya mereka sampai juga disalah satu salon termewah yang letaknya tak jauh dari hotel dimana tempat mereka tempati.
__ADS_1
Merasa bingung kenapa Tristan membawanya kemari, ia pun lantas bertanya.
"Kenapa kamu membawaku kesini bukankah ini salon mahal?"tanya Bintang.
"Semahal-mahalnya pelayanan salon disini tidak akan mengurang kekayaan-ku jadi sudah daripada kamu banyak bertanya mendingan kita masuk!" ajak Tristan yang langsung mengandeng tangan Bintang untuk ia ajak masuk, Bintang yang mendapatkan genggaman dadi Tristan ia berusaha memberontak tapi tindakannya tak membuahkan hasil kemudian ia pun berbicara pada pemilik salon ini.
"Bisa gak sih jangan tarik-tarik aku bisa jalan sendiri!"
"Sudah jangan banyak omong! Tante saya titip istri saya ini ya, buat dia secantik mungkin, soal biaya berapapun saya akan membayarnya," pinta Tristan pada salah satu pemilik salon ini.
"Baiklah saya akan merubahnya secantik mungkin, kamu tinggal nunggu hasilnya nanti,"jawab wanita itu kepada Tristan.
"Baik tante saya akan menunggunya diluar!"
"Kamu mau buat aku kaya gimana? Apa kamu ingin mengerjai-ku?"tegas Bintang kemudian tante-tante itu membawa Bintang untuk ikut dengannya.
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN EPISODE CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA DENGAN ( NAMA PENA : TEH IJO ) KARYANYA GAK KALAH SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN SAMPAI LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA MASIH 🥰🥰
BERSAMBUNG.
__ADS_1