
"Akhirnya sekarang ini kamu sudah jadi pemilik sah Perusahaan ini selamat! Aku sangat bangga padamu sayang!"ucap Revi yang terus saja merangkul dan memuji Bagas.
"Oh iya karena semuanya sudah aku dapatkan apa kamu sekarang sudah merasa puas?"tanya Bagas balik.
"Seperti yang kamu lihat aku sudah cukup merasa puas dengan apa yang kamu dapatkan saat ini, oh iya surat sahamnya apa kamu sudah menyimpannya dengan sangat benar? Maksudnya kamu tidak lagi ceroboh lupa dimana kamu menaruh dan menyimpannya kan?"
"Kamu tenang saja sayang aku sudah menaruhnya ditempat seperti semula, oh iya hari ini aku ada banyak tugas yang harus aku lakukan jadi kamu tidak masalah kan kalau hari ini kamu jangan ganggu aku? Maksudnya beri aku Waktu sampai esok atau malam nanti jika kamu ingin kita bersenang-senang?"
"Iya sayang aku tau apa maksud kamu? Pertama menjadi Presdir di Perusahaan ini pastinya kamu butuh pelatihan. Dan pastinya kamu perlu merubah apapun yang kamu ingin rubah jadi lakukanlah aku akan pulang! Nanti malam aku akan menunggu di Rumah jadi aku pulang ya?"
"Iya sayang jaga diri kamu baik-baik, ingat kamu sedang mengandung calon baby kecilku jadi berhati-hatilah!"
"Baik sayang aku akan selalu menjaga buah hati kita, ya sudah aku pamit dulu Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam,"balas Bagas sembari Revi yang mengecup punggung tangannya.
Melihat wanita itu akhirnya keluar dari ruangannya, dengan langsung ia menebas jas yang tadinya bersentuhan dengan kulit Revi. Memangil nama seseorang, kemudian seseorang yang ia panggil pun sekejap langsung memunculkan dirinya.
"Andra?"panggil Bagas sesaat Andra pun sekejap langsung menghampirinya.
"Iya bagas!"balas Andra.
"Apa semua yang aku perintahkan sudah kamu jalankan semuanya? Berkas-berkas tes DNA yang aku suruh kamu kirimkan pada Alex apa kamu sudah melakukannya dengan benar?"
"Kamu tenang saja Bagas, apa yang kamu minta sudah berhasil aku laksanakan dengan sangat sempurna, Andara juga sudah membantuku menyembunyikan semua data perusahaan ini termasuk aset saham yang sudah kamu perintahkan sebelumnya, tapi ...."ucapnya yang tiba-tiba berhenti ditengah jalan.
"Tapi apa Andra? Apa selain itu ada masalah lagi yang belum kamu selesaikan?"tanya balik Bagas.
"Nyonya Bintang? Dia cukup terkejut melihat kamu dengan gampangnya mengalihkan semua masalah ini termasuk memindahkan jabatan yang kamu tempati saat ini, tadi pagi ia nampak murung dan lesu bahkan tidak bertenaga jadi pertanyaan ku apa kamu sungguh-sungguh tidak ingin menjelaskan semuanya padanya akan misi apa yah sebenarnya kamu rencanakan ini?"
"Untuk saat ini aku belum bisa menjelaskannya, aku baru akan bisa menjelaskan semuanya jika apa yang aku inginkan benar-benar sudah berhasil aku genggam dengan sempurna, yang perlu kamu urus kamu hanya perlu melakukan permintaan yang aku minta paham!"
__ADS_1
"Baiklah!"
Malam yang sunyi dengan adanya angin sepoi-sepoi yang berhasil menusuk kulitnya yang membuatnya terasa sangatlah dingin.
Langkahnya yang tadinya berjalan tanpa arah dan tujuan yang pasti, kini langkah itu pun terhenti sembari menyaksikan pemandangan yang sangat indah.
Dengan berdiri disalah satu taman yang terlihat sangatlah gelap tanpa ada sinaran cahaya, tak lama sinar cahaya pun seketika bermunculan setelah seseorang yang tiba-tiba menyalakannya secara bersamaan.
Lampu yang menghiasi pepohonan dan terdapat beberapa bunga mawar merah mau pun putih yang juga menghiasi taman ini pun seketika membuka mata seorang Wanita yang tak lain Revi sendiri terbuka sangatlah lebar bahkan ia seperti tidak mempercayai dengan apa yang barusan ia lihat saat ini.
"Apa maksud Bagas menyuruhku untuk kemari? Apa dia sungguh-sungguh merencanakan semua kejutan yang indah ini?"
"Sayang!"Satu kata terucap dari mulut seseorang, berpaling pada seseorang itu, pandangannya seketika terukir senyum dengan sangat jelas.
Melihat langsung dengan kedua matanya sendiri ia pun tidak bisa mempercayai siapa seseorang yang berada dihadapannya saat ini. Menggenggam erat tangannya, memberikan satu kecupan pada keningnya mampu membaut Wanita dihadapannya itu serasa ingin jingkrak-jingkrak merasakan bahagia yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Dada terasa berdebar, lebih tepatnya jantung yang berdebar ketika kedua tangan tepat di genggam olehnya. Matanya yang menatap mata Wanita itu dan sebaliknya tatapan itu membuatnya susah untuk percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Enam kata dalam satu kalimat membuat air mata ini keluar secara bersamaan dengan berbarengan air mata yang bertaburan di wajah dari Wanitanya, tidak tau apa yang ia rasakan. Bagas yang menyatakan ungkapan cinta itu padanya seketika tubuh Revi pun terasa terangkat setelah Bagas yang dengan langsung ia seketika memeluknya tanpa berkata sepatah kata lagi.
Tangan mau pun tubuh yang serasa kaku bahkan seperti tidak ada tenaga yang membopong. Kini tubuhnya seketika bertenaga setelah seseorang yang berada dihadapannya memberikan pelukan hangat untuknya.
Dekapan yang Bagas lakukan mempererat pelukan pada lekuk tubuh Revi membuat Revi berbalik dan membalas pelukan hangat tersebut.
"Apa semua ini kejutan yang kamu rencanakan untukku?"tanyanya dengan keadaan keduanya yang masih berpelukan dengan mesra.
"Iya aku memang sangat ingin memberikan kamu kejutan. Aku akui kamu salah satu Wanita yang paling spesial, bahkan saking spesialnya aku sampai-sampai tidak percaya dengan siapa aku sedang berhadapan sekarang. Apa kamu menyukai semua kejutan yang sudah aku berikan saat ini?"ucap Bagas, sembari kedua tangannya yang membelai lembut wajah Istrinya.
"Aku sangat bahagia. Aku juga sangat senang akan kejutan yang kamu berikan ini sayang, tapi kenapa kamu malah memberikan kejutan ini disini? Kan jika kamu memberikan kejutan di Rumah itu kan lebih baik. Dan pastinya itu lebih romantis karena selain kamu aku juga akan memberikan kejutan balik diatas ranjang kita nanti?"bidik Revi dengan nada menggodanya.
"Aku sengaja membawamu kesini karena sebelum aku memberikan kamu kejutan ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama kamu, aku berharap kamu mau menjawab pertanyaan ku dengan jujur jadi kamu bersedia kan?"tanyanya dengan menunjukkan ekpresi senyumnya.
__ADS_1
"Dari pertanyaan kamu terlihat kamu sedang tidak lagi bergurau? Kamu ada masalah apa? Apa mungkin pertanyaan yang akan kamu ucapkan ada hubungannya dengan ucapan kamu nanti?"
"Iya, aku memang lagi ada masalah, tapi bukan masalah pada perusahaan yang aku dapatkan sekarang tapi masalah yang ingin aku selesaikan pada seseorang yang ada dihadapan ku saat ini!"ucapnya dengan memberikan tatapan yang beda, Revi yang merasa aneh dirinya terlihat mulai panik.
"Bagas ada apa dengan kamu ini? Kenapa dari nada bicara kamu terlihat kamu sedang ada masalah serius? Jika kamu ada masalah katakan padaku apa yang membuatmu jadi seperti ini ayo katakan jangan malah membuatku panik seperti ini?"
"Apa kamu yakin ingin menyelesaikan masalah yang aku hadapi sekarang ini? Apa kamu yakin dengan pertanyaan yang akan aku ucapkan nanti kamu akan mampu menjawabnya secara langsung?"tanya Bagas layaknya sedang mengintrogasi.
"Bagas kamu sunguh-sunguh membuatku bingung ada apa ayo katakan?"
"Sudah cukup! Sudah cukup kamu membodohi kita Revi sudah cukup!"
Sahutan yang tiba-tiba terdengar dari mulut seseorang lain, Revi yang mengingat akan suara itu, pandangannya tidak bisa teralihkan dengan siapa ia berhadapan saat ini, menghampiri Revi dengan tatapan marahnya seseorang itu akhirnya mampu membuat pelukan Bagas mau pun Revi seketika terlepas.
"Alex? Ada apa dengan dirimu siapa yang menyuruhmu untuk datang kemari?"tegas Revi.
"Tidaklah penting untuk apa aku datang kesini. Yang ingin aku tanya sama kamu apa maksud kamu menyembunyikan rahasia sebesar ini? Apa maksud kamu menyembunyikan rahasia jika Rasya aslinya adalah Putraku ada apa dan apa alasannya?"
"Omong kosong! Omong kosong apa itu jangan percaya Bagas! Janganlah percaya pada Laki-laki ini dia hanya berencana ingin menghancurkan hubungan kita jangan percaya!"
"Kenapa Revi? Kenapa kamu kelihatan sangatlah takut? Apa kamu takut karena rahasia yang sudah kamu sembunyikan hampir 6 tahunan akhirnya berhasil meledak dengan cara mengejutkan seperti ini? Apa itu alasan kenapa kamu terlihat gugup sampai-sampai tidak berani bergerak seperti ini?"timpal Bagas yang akhirnya dirinya ikut di-pihak Alex.
"Bagas apa yang kamu katakan apa semudah itu kamu percaya padanya? Apa yang barusan dia katakan sampai-sampai dengan mudahnya kamu mempercayainya?"ucapnya dengan wajah memelas.
"Lucu! Sangatlah lucu ketika penjahat sudah tertangkap secara terang-terangan tapi dia masih bisa mengelak juga? Apa dengan bukti ini kamu masih bisa membodohi kita? Didalam laporan ini sudah terpampang jelas jika golongan darahku dan darah Rasya sangatlah cocok, bahkan ginjal kita berdua juga sangatlah cocok!
Sedangkan dibandingkan milik Bagas sendiri semua data tidak ada yang cocok dengannya, jadi apa kamu masih ingin mengelabui kita juga? Dengan cara apa lagi kamu ingin mengelabui kita?"tegas Alex yang memberikan penjelasan secara terang-terangan.
"Bahkan bukan hanya itu, anak yang ada dikandungan kamu juga aslinya bukanlah anak kandungku kan? Tapi aslinya itu adalah anaknya Alex kan?"
"Jujur selama ini aku sangatlah menyesal karena telah mengkhianati Bagas sampai-sampai bermain api dibelakangnya. Aku sadar jika kali ini bukan hanya Bagas saja yang menjadi korbannya tapi aku juga salah satu orang yang menjadi korban? Aku cukup paham dan percaya jika kamu aslinya sangatlah licik Rev! Bahkan sangking liciknya kamu sampai-sampai berhasil membodohi kita bahkan menghancurkan persahabatan dua orang sekaligus kamu sangatlah hebat!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.