
Melamar?”tanya kayla bingung bagaimana pemikiran Kevin yang ingin melamar dia padahal ia aja masih sekolah dan masih muda begitu pun dengan Kevin yang SMA pun belum lulus dan baru mengikuti ujian saja.
“Iya kenapa? Kok kaget?”tanya Kevin tak kala melihat kayla seperti kaget dan bingung.
“Kita kan masih muda aku gak siap”ucap kayla yang memang ia tidak siap untuk menikah muda karena ia yang masih ingin mengejar mimpinya.
“Maksud kakak, kakak lamar kamu sekarang tapi nikahnya nanti kalau kita sama-sama lulus kuliah”ucap Kevin menjelaskan niatnya.
“Kan bisa nanti melamarnya?”tanya kayla yang lagi-lagi ia tak paham.
“Kan biar kamunya gak ada yang nyuri dan kamu akan selamanya jadi milik aku jadi kamu gak bisa berpaling ke laki-laki lain”ucap Kevin menjelaskan ia sangat takut kalau kayla meninggalkannya.
“Iya iya kayla terima tapi jangan lupa kakak juga jangan gampang tergoda oleh wanita lain”ucap kayla sambil tersenyum bahagia yah walaupun ini hanya lamaran yang ia dan Kevin ketahui tapi kayl percaya bahwa Kevin akan selamanya ada untuknya.
“Terima kasih sayang”ucap Kevin tak kala memeluk kayla dengan erat, ia lega akhirnya ia telah membuat janji dengan kayla.
“Udah baikan?”tanya Ervan yang berjalan ke arahnya mereka.
“Iya kak kayla udah baikan”ucap kayla
“Udah dong van”ucap Kevin dengan penuh kebahagiaan.
“Gitu dong jangan berantem terus”ucap Ervan yang merasa pusing melihat kayla dan Kevin yabg bertengkar terus.
“Kak Kevin lagian cemburuan kak, heran kak Kevin itu lihat aku sama laki-laki lain pun marah”ucap kayla sambil cemberut.
“Ya lagian kamu tebar pesona segala”ucap Kevin yang kesal terhadap kayla.
“Tuh kan kak Kevin bilang aku gitu terus”ucap kayla yang juga marah.
“Udah-udah jangan berantem, lebih baik makan dulu kakak yakin kamu belum makan kay”ucap Ervan menengahi pertengkaran antara kayla dan Kevin.
“Iya iya kak”ucap kayla.
Dan akhirnya mereka pun turun ke bawah untuk makan karena kayla yang merasakan lapar.
__ADS_1
**
Sedangkan di tempat lain stefanie tengah bersiap-siap berdandan sore ini ia berniat untuk bertemu dengan Edwar ia akan menjawab pernyataan cintanya edwar, ia pun sudah memikirkan secara matang bahwa ia akan menerima cintanya edwar dari pada ia menunggu Ervan yang sudah mempunyai kekasih.
Stefanie bercermin ia sudah terlihat cantik dengan dress berwarna biru serta sepatu berwarna putih dan rambut berwarna putih sehingga terlihat kecantikannya yang begitu mempesona.
“Tumben anak mamah udah cantik, mau kemana?”tanya Bu Diana tak kala melihat sang anak yang tidak biasanya berdandan.
“Fanie mau ketemu temen mah”bohong stefanie ia malu kalau harus bilang bahwa ia akan bertemu dengan edwar.
“Temen apa temen?”tanya Bu Diana sambil mengejek sang anak.
“Temen mamah”ucap stefanie yang terlihat gugup.
“Sama temen tapi cantik banget terus kenapa muka kamu merah gitu?”tanya Bu Diana tak kala melihat wajah sang anak yang kemerahan.
“Enggak kok mah”ucap stefanie
Sedangkan di parkiran rumahnya stefanie terdengar sebuah mobil yang masuk dan mungkin hendak menjemput stefanie.
“Fanie gak tau mah”ucap stefanie yang memang ia tidak mengetahui siapa yang datang karena yang ia tau edwar yang sering membawa motor tidak pernah membawa mobil.
“Ayo lihat aja dulu jangan-jangan yang datang jemput kamu”ucap Bu Diana yang berjalan lebih dulu di ikuti oleh stefanie yang berjalan dari belakang setelah mengambil tasnya.
Mereka pun menuruni anak tangga dan berjalan menuju depan rumah dan mereka pun sama sekali tidak tau siapa yang datang sampai akhirnya edwar yang turun dari mobilnya.
“Kak edwar?”Ucap stefanie tak kala melihat edwar yang keluar dari mobilnya dengan memakai kemeja dan terlihat berbeda dari biasanya.
“Edwar, kamu janjian ketemu sama edwar?”tanya Bu Diana yang memang ia juga mengetahui bahwa edwar adalah kakak kelasnya stefanie sekaligus temannya Kevin.
“Iya mah”ucap stefanie dengan malunya.
“Selamat sore tante”ucap edwar tak kala bersalaman dengan Bu Diana.
“Tumben kak bawa mobil”tanya stefanie sambil melihat ke arahnya edwar.
__ADS_1
“Biar kamu gak kepanasan”ucap edwar sambil tersenyum.
“Yaudah kalau kalian mau pergi cepet berangkat tapi jangan pulang terlalu malam yah”ucap Bu Diana dimana ia telah menyetujui stefanie pergi dengan edwar karena ia yang sudah tau bahwa edwar adalah anak yang baik.
“Yaudah tante kita pamit dulu yah”ucap edwar bersalaman lagi.
“Yaudah mah, Fanie pamit dulu yah”ucap stefanie bersalaman juga.
“Hati-hati sayang”ucap Bu Diana tak kala melihat anaknya yang memasuki mobil lalu mobilnya berjalan meninggalkan halaman rumahnya stefanie.
“Gak terasa Fanie udah dewasa juga”gumam Bu Diana dan ia pun segera masuk ke dalam rumahnya.
Di perjalanan stefanie yang terlihat gugup karena berdekatan dengan edwar ia yang tidak terlalu biasa berduaan di dalam mobil apalagi dengan orang yang mencintainya.
“Kenapa kok wajahnya merah?”tanya edwar tak kala melihat ke samping dengan wajahnya stefanie memerah seperti kepiting rebus.
“Enggak kok kak”jawab stefanie
“Pasti kamu gugup yah, santai aja kita kan lagian udah sering ketemu ini”ucap edwar yang terlihat biasa aja.
“Dulu kan Fanie cuman anggap kakak sebagai kakak kelas sedangkan sekarang kan beda lagi”ucap stefanie dimana biasanya ia biasa aja ketika bersama dengan edwar tetapi mengapa sekarang menjadi begitu gugup padahal ia yang masih belum mencintai edwar.
“Kalau sekarang?”tanya edwar penuh selidik.
“Entahlah”jawab stefanie dengan singkat karena ia pun yang bingung harus menjawab apa.
“Yaudah kamu minum dulu biar gak gugup”ucap edwar tak kala memberikan botol minuman kepada stefanie.
“Kakak nyetir yang focus aja, jangan sampai nabrak Fanie masih pengen hidup gak mau meninggal muda”ucap stefanie yang dimana ia takut soalnya saat menyetir edwar terus berbicara.
“Iya iya kakak juga belum mau meninggal kan mau nikahin kamu dulu”ucap edwar yang malah mengombal.
Sedangkan stefanie tidak menanggapi ucapannya edwar ia malas berdebat dengan edwar apalagi sampai edwar tidak focus menyetir.
Edwar melajukan mobilnya menyusuri kota Jakarta yang begitu padat ia hari ini akan mengajak stefanie ke sebuah taman yang telah ia hias dimana hari ini ia berniat akan kembali menyatakan cintanya kepada stefanie dan mungkin saja kalau dia menyiapkannya dengan serius stefanie akan mau menerima cintanya.
__ADS_1